Pernak-Pernik Cantik ala Teknik Industri ISTTS

Hari Jumat (22/11/2019) mahasiswa/i semester 5 Teknik Industri ISTTS membuka stand yang menjual berbagai pernak-pernik unik buatan mereka sendiri loh.

Bukan hanya sekedar membuat saja loh, tetapi yang penting adalah bagaimana mereka memiliki konsep untuk membuat barang tersebut hingga terealisasikan bahkan sampai barang tersebut memiliki nilai jual.

Beberapa barang yang mereka buat antara lain:

  1. Gantungan kunci;
  2. Puzzle;
  3. Hoodie;
  4. T-Shirt;
  5. Case HP;
  6. Totebag;
  7. dan berbagai macam barang lainnya.

Di sini mereka juga belajar bagaimana cara menentukan harga pokok penjualan untuk tiap-tiap barangnya, karena tiap barang memiliki alur produksi berbeda dengan cost yang berbeda pula.

Bagaimana guys? Unik-unik bukan? Kepo dengan apa aja yang dipelajari di Teknik Industri? Ayo bergabung di Jurusan Teknik Industri ISTTS. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik link PMB Teknik Industri ISTTS ini.

Teknik Industri Visits PT. Indolakto Pasuruan

Selamat pagi, Engineers!

Kunjungan pabrik merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh jurusan Teknik Industri iSTTS. Bisa diadakan 3 – 4 kali dalam setahun loh. Tujuannya adalah supaya mahasiswa-mahasiswa Teknik Industri iSTTS dapat mengetahui seperti apa proses yang terjadi dalam sebuah pabrik. Mulai dari forecasting, pembelian bahan baku, proses produksi hingga produk tersebut jadi dan sampai ke tangan konsumen.

Nah, hari Selasa (22/10/2019) kemarin, mahasiswa Teknik Industri iSTTS angkatan 2017, 2018, 2019, beserta dosen melaksanakan kunjungan pabrik ke PT. Indolakto di Pasuruan.

PT. Indolakto adalah anak perusahaan dari PT. Indofood Group . PT Indolakto bergerak dalam sektor pengolahan susu (Dairy Manufacture). Minuman susu dalam kemasan dan produk olahan susu merupakan produk yang dihasilkan PT Indolakto. Salah satu merk produk susu dalam kemasan ini yang kita kenal adalah “INDOMILK”.

Pada kegiatan kunjungan pabrik ini, diawali dengan perkenalan singkat tentang sejarah berdirinya PT. Indolakto.

Setelah itu mereka diajak berkeliling ke bagian produksi pabrik sehingga mahasiswa-mahasiswa dapat belajar bagaimana cara pengolahan bahan baku susu murni sampai menjadi produk susu jadi yang siap dikonsumsi, serta cara penyimpanan produk yang benar itu seperti apa. Karena ada produk-produk tertentu yang tidak bisa disimpan dalam suhu yang terlalu panas atau dingin.

Kegiatan kunjungan kali ini diakhiri dengan pemberian souvenir dan foto bersama.

Bagaimana? Seru bukan kegiatan kita? Ingin tahu seperti apa kegiatan kunjungan lainnya? Ayo bergabung di Jurusan Teknik Industri ISTTS. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik link PMB Teknik Industri ISTTS ini.

[Collaboration of Art-Technology in Industry 4.0] Membuat Lampu Jepang Bermotif Batik dengan Mesin Laser CNC

 

PhotoGrid_1569563234117.jpg
Diliput oleh Jawa Pos. In frame (dari kiri ke kanan) : Ruth Deanita , Euginia Kristi , dan Christian Bima

Selamat siang, Engineers!

Mungkin selama ini teknologi yang berbasiskan laser CNC ini, identik dengan proses manufaktur yang terkesan sulit dan terlalu kompleks untuk dipelajari. Tetapi bagi mahasiswa jurusan Teknik Industri iSTTS, teknologi yang merupakan bagian dari Revolusi Industri 4.0 ini bukanlah hal yang rumit untuk dipelajari. Malah dengan adanya teknologi canggih sekarang, kami dapat memanfaatkannya untuk membuat barang-barang yang unik serta kreatif.

Seperti yang baru saja dikerjakan, mahasiswa Teknik Industri iSTTS membuat sebuah karya, yaitu Lampu Jepang dengan motif khas ala Indonesia yang tidak lain adalah batik. Batik? Kenapa harus batik? Karena kita ingin mempersembahkan karya kami untuk Indonesia serta dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional pada bulan Oktober mendatang.

IMG-20190924-WA0006.jpg

IMG-20190924-WA0010.jpg

IMG-20190924-WA0005.jpg

 

 

Tidak hanya membuat saja, tetapi mahasiswa juga membagikan ilmu yang didapat kepada adik-adik dari SMAK St. Hendrikus Surabaya yang datang pada kunjungan ke Teknik Industri iSTTS kali ini. Mereka awalnya diajak untuk mengenali bagaimana cara mendesain lampu yang akan mereka buat nanti di software AutoCAD.

Hendrikus 5.png
Pemberian materi oleh Bapak S.T.B. Tambunan, S.T., M.M. (Ketua Jurusan Teknik Industri iSTTS)

Hendrikus 6
Siswa/i SMAK St. Hendrikus mencoba mendesain dengan software AutoCAD

Setelah selesai mendesain, mereka dibawa menuju Laboratorium Teknik Industri untuk memulai proses pemotongan. Bahan yang digunakan adalah triplek dengan ketebalan 3 mm dan mesin yang digunakan untuk memotong adalah mesin laser CNC. Lalu setelah dipotong, bagian-bagian itu dirakit dan ditempelkan menggunakan Lem G.

Hendrikus 3.png
Proses pemotongan dengan mesin laser CNC

Untuk bagian lampu beserta kabelnya, sudah disiapkan oleh mahasiswa-mahasiswa Teknik Industri iSTTS sehingga adik-adik SMAK St. Hendrikus Surabaya hanya tinggal merakit saja.

Hendrikus 7.png
Beberapa bagian lampu yang sudah siap rakit

Hendrikus 2.png
Proses perakitan bagian body lampu

Hendrikus 4.png
Proses perekatan antar body dengan menggunakan Lem G

IMG-20190924-WA0011.jpg
Hasil akhir berupa produk jadi dari Lampu Jepang bermotif Batik

Lampu-lampu yang sudah dibuat oleh adik-adik SMAK St. Hendrikus Surabaya ini boleh dibawa pulang oleh mereka.

Semoga dengan adanya teknologi ini, tidak disia-siakan keberadaannya oleh generasi muda sekarang. Bisa jadi ini adalah peluang bisnis yang menjanjikan.

IMG_20190925_164851.jpg
Sesi foto Siswa/i SMAK St. Hendrikus Surabaya bersama dengan hasil karya mereka

Ingin tahu apa saja yang dipelajari di teknik industri? Ayo bergabung di Jurusan Teknik Industri ISTTS. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik link PMB Teknik Industri ISTTS ini.

[Fun Learning – Design Thinking] Muter-Muter Kota Pahlawan Numpak Suroboyo Bus!

 

Rek Ayo Rek! Mlaku-Mlaku nang Tunjungan… Rek Ayo Rek! Rame-Rame bebarengan… Cak Ayo Cak! Sapa gelem melu aku… Cak Ayo Cak! Golek kenalan Cah Ayu…

Selamat malam, Engineers!

Siapa sih yang gak tau tentang Suroboyo Bus? Transportasi yang satu ini merupakan salah satu transportasi yang terkenal di Surabaya. Bayar dengan menggunakan sampah botol plastik, kamu sudah bisa dapat menaiki Bus ini sesuai tujuan kamu loh!

Nah, selain menjadi daya tarik wisata di Surabaya, Bus ini ternyata bisa juga dijadikan konsep pembelajaran yang fun loh! Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Teknik Industri iSTTS.

1568553722286

Hari Rabu (11/09/2019) kemarin, beberapa mahasiswa Teknik Industri iSTTS mencoba pembelajaran baru yaitu dengan konsep fun learning dan design thinking yang sangat dibutuhkan dalam Industry 4.0 atau Revolusi Industri 4.0 saat ini.

Apa sih Design Thinking itu? Design Thinking adalah proses kreatif untuk mengevaluasi atau mengembangkan produk yang bersifat user centered dan menekankan empati.

Dengan berbekal tugas dari mata kuliah Metodologi Penelitian, mereka berencana untuk meneliti fasilitas umum yang ada di Kota Surabaya, seperti JPO (Jembatan Penyeberangan Orang), Trotoar, dan Suroboyo Bus adalah salah satunya juga.

1568553704067

Apa saja sih yang diteliti oleh mereka? Nah, pasti pada penasaran kan?

Tonton nih videonya di YouTube Channel kita : Teknik Industri iSTTS

Ingin menguasai keahlian dan teknologi bidang teknik industri seperti mereka?Ingin tahu apa saja yang dipelajari di teknik industri? Ayo bergabung di Jurusan Teknik Industri ISTTS. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik link PMB Teknik Industri ISTTS ini.

St. Agnes Goes To Industrial Engineering of ISTTS

Selamat sore, Engineers!

Hari Jumat (06/09/2019) kemarin, ISTTS mendapatkan kunjungan dari adik-adik kelas XII SMAK St. Agnes Surabaya.

1567819992984
Kunjungan Adik-Adik SMAK St. Agnes Surabaya ke ISTTS

Seluruh jurusan yang ada turut berpartisipasi dalam acara pameran yang diadakan di Auditorium ISTTS untuk menyambut kedatangan adik-adik yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional ini.

Teknik Industri juga tidak ketinggalan pameran ini lho! Teknik Industri memamerkan hasil karya yang keren-keren. Semuanya dibuat oleh mahasiswa sendiri. Lewat karya-karya mahasiswa Teknik Industri tersebut diharapkan adik-adik dari SMAK St. Agnes sedikit banyak jadi tahu apa saja yang dipelajari di Teknik Industri.

1567819990637
Dari kiri ke kanan : Bu Sri, Bu Pram, Elia Retno

Karya apa saja sih yang ditampilkan di pameran ini? Simak penjelasan di bawah ini ya…

IMG_20190907_170622
Beberapa karya Mahasiswa Teknik Industri ISTTS yang dipamerkan dalam kunjungan SMAK St. Agnes Surabaya

Karya-karya tersebut berupa :

  1. Lithophane, dengan gambar tokoh-tokoh besar di Indonesia
  2. 3D -F1, yaitu karya berupa mobil F1. Uniknya adalah, semua kerangka mobil ini dibuat dengan mesin 3D Printer yang dimiliki oleh Laboratorium CAD/CAM Teknik Industri ISTTS. Keren, bukan?!
  3. ArTech-Glowing in Technology, seni mengukir dalam sebuah media gambar yaitu akrilik tembus pandang menggunakan mesin Laser CNC. Ikon yang ditampilkan dalam pameran kali ini adalah Monumen Bambu Runcing.
  4. Gedung-Gedung Monumenter yang ada di Surabaya yang dibuat menggunakan mesin 3D Printer (ada di postingan sebelum ini).

Screenshot_2019-09-07-17-18-16-840_jp.naver.line.android
Beberapa karya lain yang ikut dipamerkan

Setelah melihat pameran yang ada di Auditorium, adik-adik SMAK St. Agnes Surabaya diajak untuk berkeliling kampus untuk diperkenalkan fasilitas-fasilitasnya.

Laboratorium Teknik Industri ISTTS juga tidak luput dari jelajah kampus ini. Di Laboratorium Teknik Industri ISTTS ini, mereka diperkenalkan apa itu Teknik Industri, apa yang dikerjakan oleh mahasiswa-mahasiswa Teknik Industri, dan prospek kerja apa saja yang membutuhkan lulusan Teknik Industri. Tidak hanya itu, mereka juga diajak berkeliling laboratorium untuk diperkenalkan dengan alat-alat canggih yang dimiliki.

Rasanya tidak seru, jika tidak mencoba beberapa peralatan yang tersusun rapi di dalam laboratorium. Ya, setelah berkenalan dengan berbagai macam mesin, mereka diajak untuk membuat salah satu pernik yang khas, yaitu membuat pin.

IMG_20190907_170544
Keseruan adik-adik SMAK St. Agnes Surabaya saat membuat pin dengan gambar yang dipilih oleh mereka sendiri

Tidak hanya membuat pin, mereka juga diajar untuk membuat mug. Pin dan mug yang sudah mereka buat, boleh dibawa pulang loh sebagai kenang-kenangan dari Teknik Industri ISTTS!

1567819986674
Para siswi SMAK St. Agnes Surabaya berfoto bersama dengan Pak Kelvin, Dosen Teknik Industri ISTTS sambil membawa hasil karya mereka

Mau tahu keseruan mereka yang lainnya? Tunggu video lengkapnya di
YouTube Channel kita : Teknik Industri STTS

Ingin dapat info lebih lengkap tentang Jurusan Teknik Industri ISTTS? Atau ingin kuliah di Jurusan Teknik Industri ISTTS? Klik aja link PMB Teknik Industri ISTTS ini.

Bangunan Bersejarah Karya Mahasiswa Teknik Industri iSTTS

Capture
Diliput oleh Jawa Pos. Sumber : pressreader.com

Pada hari Jumat (30/08/2019) minggu lalu, wartawan Jawa Pos datang ke Laboratorium CAD/CAM Teknik Industri Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya untuk melihat hasil karya yang dibuat oleh mahasiswa-mahasiswa Teknik Industri iSTTS. Karya-karya ini merupakan tugas dari mata kuliah Menggambar Teknik di semester 1 menggunakan 3D printing.

Bangunan-bangunan apa saja yang dibuat?

  1. Bangunan yang pertama adalah Bangunan Kota Tua Surabaya (sekarang menjadi Maybank) yang dibuat oleh Trinata Dian Junaidi.
  2. Yang kedua adalah Masjid Al-Akbar Surabaya yang dibuat oleh Ferry Rachman.
  3. Yang ketiga adalah Gedung Bank Mandiri KC Niaga Surabaya yang dibuat oleh Oktavia Lolita.

Ketiga mahasiswa tersebut menuturkan bahwa proses pembuatan untuk satu karya membutuhkan waktu 2 – 3 hari. Software yang digunakan untuk mendesain gedung-gedung ini adalah AutoCAD.

Langkah-langkah proses pembuatan :

  1. mencari gambar sebagai objek;
  2. mendesain ulang di AutoCAD dan menyesuaikan ukuran dari ukuran asli menjadi ukuran miniatur, lalu disimpan dalam format .STL
  3. mengubah format file di JGCreate menjadi .gcode
  4. proses pencetakan

Uniknya dari karya ini adalah karya ini dibuat bongkar pasang. Jadi, mahasiswa-mahasiswa mencetak beberapa bagian secara terpisah lalu disusun menjadi satu bangunan.

Capture2
Diliput oleh Pojok Pitu. Sumber : http://pojokpitu.com/baca.php?idurut=86718

Principle of 5S: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke

5S adalah sebuah metode pengelolaan dan pemeliharaan segala kegiatan di tempat kerja (termasuk sarana/ prasarana penunjangnya) dalam rangka mengoptimalkan kinerja perusahaan secara keseluruhan (5S bisa dilakukan di seluruh bagian/ departemen yang ada di perusahaan, tidak hanya di lantai produksi).

Picture2.jpg

Apa saja isi dan maksud dari 5S itu?

  1. 整理 (Seiri), Ringkas, adalah memisahkan barang-barang yang diperlukan dan yang tidak diperlukan saat akan bekerja sehingga segala barang yang ada di lokasi kerja merupakan barang-barang yang dibutuhkan dalam aktivitas kerja.
  2. 整頓 (Seiton), Rapi, adalah merapikan barang-barang secara teratur dan sesuai posisi sehingga mudah untuk diambil dan siap digunakan saat kita membutuhkannya.
  3. 清楚 (Seiso), Resik, adalah membersihkan alat-alat dan seluruh area stasiun kerja dari berbagai macam kotoran, sampah, waste, dan lain-lain sehingga segala hal tersebut tetap terjaga kondisinya dengan baik dan bersih.
  4. 清潔 (Seiketsu), Rawat, adalah merawat segala hal yang ada di perusahaan, baik itu peralatan, mesin, dan lain sebagainya.
  5. 躾け (Shitsuke), Rajin, adalah pemeliharaan kedisiplinan diri masing-masing tiap pekerja dalam melaksanakan semua aturan 5S secara konsisten dan berkelanjutan.

Agar dapat dilakukan dengan baik, jalankan peraturan 5S ini secara berurutan. Jika tahap pertama (seiri) tidak dapat dijalankan dengan baik, maka tahap-tahap berikutnya tidak akan dapat dijalankan secara maksimal.

Menarik, bukan? Ingin tahu apa lagi yang dipelajari di teknik industri? Ayo gabung di Teknik Industri ISTTS. Untuk dapat infonya, klik Info Teknik Industri ISTTS

Sumber:

https://tigortambunan.wordpress.com/2013/01/25/5s-seiri-seiton-seiso-seiketsu-shitsuke/

https://id.wikipedia.org/wiki/5s

Karya Kreatif 3D Printing ala Mahasiswa Teknik Industri STTS (Part 1)

IMG_20190514_115515.jpg

“Saatnya yang muda yang berperan dengan kreativitas yang tak gampang padam.” – Najwa Shihab.

Seperti kutipan kata mutiara di atas, di jaman ini, setiap insan di dunia dituntut untuk memiliki kreativitas yang tinggi. Karena dengan kita memiliki kreativitas, kita memiliki kesempatan besar untuk bisa unjuk gigi dalam persaingan global di masa depan.

Di kesempatan kali ini, Mahasiswa/i Teknik Industri STTS angkatan 2018 menunjukkan kreativitas mereka dengan membuat lokomotif kereta beserta gerbong-gerbongnya.

Ah, cuma buat kereta-keretaan aja semua juga bisa.

Eittsss… Mereka tidak membuatnya dari kayu loh. Tapi mereka membuatnya dengan alat yang ada di salah satu Laboratorium CAD/CAM, Sekolah Tinggi Teknik Surabaya, yaitu JGAURORA 3D Printer-A5S (untuk tahu lebih lengkapnya tentang 3D Printer ini, bisa cek pada postingan-postingan sebelumnya) dengan menggunakan filament sebagai bahan cetaknya.

Tapi kali ini mereka diberi tantangan, yaitu membuat lokomotif kereta dan gerbong ke dalam bentuk sebuah lego (mainan bongkar pasang). Wow! Gimana cara membuatnya?

Mereka membuat desain dan dimensi dengan menggunakan software AutoCAD, seperti pada gambar berikut ini :

Capture
Kiri atas : tampak atas , Kiri bawah : tampak depan , Kanan bawah : tampak samping , Kanan atas : sudut pandang isometrik

Setelah desainnya jadi, dibagi menjadi beberapa bagian yang akan dikerjakan masing-masing oleh kesembilan Mahasiswa/i angkatan 2018. Ada yang membuat bagian dasar kereta, roda gerbong, lokomotif, gerbong kereta 1, gerbong kereta 2, gerbong kereta 3, dan juga connector sebagai penghubung antar gerbong dan lokomotif.

Setelah masing-masing bagian jadi, dilakukan scaling (mengatur ulang skala benda) sehingga berukuran layaknya miniatur dengan panjang keseluruhan adalah + 60 cm dan lebar + 7 cm.

File kemudian di export dalam bentuk <nama file>.STL (contoh : kereta.STL). Kemudian dilakukan import ke dalam software JGCreate untuk mengubah format file dari .STL menjadi .gcode supaya file dapat terbaca oleh mesin 3D Printer.

Setelah format file menjadi .gcode , barulah bisa di cetak menggunakan 3D Printer. Tetapi tidak mungkin desain di atas dapat di cetak dalam sekali cetak saja, mengingat volume maksimal yang bisa dicetak menggunakan mesin ini adalah terbatas. Filament yang digunakan adalah jenis PLA (Polylactic Acid).

IMG_20190508_173331
Proses pencetakan menggunakan mesin JGAURORA 3D Printer-A5S

1
Mahasiswa/i Teknik Industri STTS beserta hasil karya mereka

Nah, apa sih kata mereka tentang kesulitan yang dialami selama proses pengerjaan?

Ferry : kesulitan waktu membuat proyek ini adalah melepas benda 3D printer dari bed, membersihkan suppport pada 3D objek, mengkoordinasi antar objek 3D sesama teman, membagi waktu.

Abdiel : kesulitan dalam membuat gerbong kereta adalah membuat connector dan lubangnya. Soalnya jika terlalu besar bisa tidak mau masuk. Jika kekecilan maka akan kelonggaran. Waktu membuat laporan harus menunggu hasil gerbong yang lain karena akan dimasukan di laporan hasilnya. Tetapi, gerbong yang lain masih tahap diprint jadi memasukan hasil 3D Printer di laporan hanya yang selesai dicetak.

Oktavia : kesulitannya saat membuat roda gerbong, kesulitan menentukan tentacle.

Davin : kesusahannya saat membuat desain yang hilang dan saya harus buat desain kembali di h-1, dan ada bagian yang salah print.

Ani : kesulitannya saat harus menyamakan ukuran connector antar gerbong, support yang cukup padat sehingga kesulitan saat melepas dan akhirnya beberapa part kecil lepas, kesulitan saat memasang antar lego karena dinding yang tipis dan rapat.

Trinata : kesulitan adalah dalam membuat .gcode semua desain itu dan harus bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat.

 

Terlepas dari semua itu, mereka akhirnya berhasil menyelesaikan hasil karya mereka dengan baik dan bagus. Bagaimana hasil akhirnya nanti? Loh, masih ada tahap selanjutnya? Ada dong!

Tunggu di postingan selanjutnya…

Knowledge Sharing Program : 3D Scanner

20190321_190509_0017.jpg

Teknologi adalah salah satu elemen terpenting dalam Revolusi Industri 4.0. Teknologi yang canggih sangat dibutuhkan oleh berbagai sektor industri di seluruh dunia. Maka dari itu, perlu adanya pengembangan tiap zamannya.

Sama seperti itu, kali ini giliran Sekolah Tinggi Teknik Surabaya yang diperkenalkan kepada alat-alat canggih yang bernama 3D Scanner, di mana alat ini merupakan alat ukur 3 dimensi yang digunakan untuk menangkap bentuk suatu obyek atau lingkungan sekitar.

Dan tahukah kalian, bahwa alat-alat yang dipercontohkan memiliki harga yang tidak main-main? Dua alat scan yang dibawa oleh narasumber kita memiliki harga Rp. 500 jt dan Rp. 1 Milyar. Tetapi alat ini sangat bermanfaat untuk industri manufaktur ke depannya.

20190321_190509_0020.jpg

Bapak Yudiansyah (Sales Manager PT. Global Digital Form) dan Bapak Andrias Tribono (Manager Engineering PT. Global Digital Formmenjadi narasumber pada KSP kali ini.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya dan beberapa dosen juga turut hadir dalam kegiatan ini.

20190321_190509_0022.jpg

20190321_190509_0010
Demo penggunaan alat 3D Scanner

20190321_190509_0006
Software yang digunakan untuk mengolah hasil scanning, yaitu VXelements

20190321_190509_0002
Beberapa Dosen STTS berfoto bersama dengan Bapak Yudiansyah dan Bapak Andrias

20190321_190509_0005
Sesi foto bersama Peserta, Dosen, dan Narasumber

Bagaimana? Ingin tahu lebih banyak tentang apa saja yang dipelajari di Teknik Industri? Atau mau langsung kuliah di jurusan Teknik Industri? Klik saja Info Pendaftaran Teknik Industri ISTTS (d/h STTS) ini.

JGAURORA 3D PRINTER-A5S

JGAURA 3D Printer-A5S merupakan salah satu mesin 3D printer yang dimiliki Teknik Industri STTS. Mesin ini berguna untuk mencetak sebuah design yang berbentuk 3D dengan menggunakan filament sebagai bahan untuk print tersebut. Mesin 3D Printer ini sendiri adalah bagian dari Revolusi Industri 4.0 yang sangat bermanfaat dalam Rapid Prototyping.

Mesin ini dapat mencetak segala bentuk design 3D dengan volume maksimal 305x30x320mm. Kecepatan mencetak mesin 3D tersebut adalah 10-150 mm/s. Tingkat Ketelitian mesin ini adalah 0.1mm. Selain itu mesin ini sudah didukung dengan fitur touch screen. File yang bisa dibaca oleh 3D print tersebut adalah jenis file STL,OBJ,G-Code. 3D print ini juga dilengkapi dengan metode koneksi melalui SD card dan juga U-Disk.

Mesin ini sangat membantu Mahasiswa Teknik Industri STTS untuk membuat sebuah produk untuk menunjang tugas kuliah ataupun untuk membuat suatu prototype. Hasil dari prototype tersebut dapat ditaruh di lab sebagai hasil produk. Berikut adalah prototype mobil F1 (Formula 1) yang didesign oleh salah satu Mahasiswa Teknik Industri STTS yang dimodifikasi sedemikan rupa dengan skala 1:10.