Pernak-Pernik Cantik ala Teknik Industri ISTTS

Hari Jumat (22/11/2019) mahasiswa/i semester 5 Teknik Industri ISTTS membuka stand yang menjual berbagai pernak-pernik unik buatan mereka sendiri loh.

Bukan hanya sekedar membuat saja loh, tetapi yang penting adalah bagaimana mereka memiliki konsep untuk membuat barang tersebut hingga terealisasikan bahkan sampai barang tersebut memiliki nilai jual.

Beberapa barang yang mereka buat antara lain:

  1. Gantungan kunci;
  2. Puzzle;
  3. Hoodie;
  4. T-Shirt;
  5. Case HP;
  6. Totebag;
  7. dan berbagai macam barang lainnya.

Di sini mereka juga belajar bagaimana cara menentukan harga pokok penjualan untuk tiap-tiap barangnya, karena tiap barang memiliki alur produksi berbeda dengan cost yang berbeda pula.

Bagaimana guys? Unik-unik bukan? Kepo dengan apa aja yang dipelajari di Teknik Industri? Ayo bergabung di Jurusan Teknik Industri ISTTS. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik link PMB Teknik Industri ISTTS ini.

Kuliah Umum dan Workshop Teknik Industri STTS “SNAKE BITES”

1476194307570

Hello engineer, DON’T MISS IT!!

Akan diadakan kuliah umum dan workshop Teknik Industri STTS dengan tema “SNAKE BITES” yang akan memberikan pengenalan, penanganan dan kasus-kasus dalam dunia Industri oleh :
Dr. dr. Tri Maharani, M.Si, Sp.Em.
Accident & Emergency Departement Dungus Hospital, Madiun

Kamis, 20 Oktober 2016
13.00-15.00 wib
Gedung E-501 STTS

FREE buat SEMUA MAHASISWA STTS, TEMPAT TERBATAS‼️
Yuk buruan daftar, Pendaftaran bisa di :
Id line : anggreaniirizka (kak anggi)
Id line : windy22orista (kak windy)
Id line : ruthdeanita (kak ruth)

Ditunggu kehadirannya yaa!

 

 

(Surya Online – Surabaya Tribunnews) Bagaimana Meningkatkan Nilai Jual Barang Lewat Kemasan? Ini Prinsip Dasarnya

kemasan

SURYA.co.id | SURABAYA – Kemasan saat ini tak hanya untuk melindungi produk, kemasan juga menjadi unsur terpenting dalam peningkatan nilai jual.

Selain keamanan produk, kreasi dalam kemasan menjadi tugas lain produsen untuk menghasilkan produk yang unik.

Dosen Teknik Industri Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (iSTTS), Kelvin, mengatakan, banyak produk baru dalam bisnis makanan dan minuman.

Namun, baik produk dan kemasannya mudah ditiru orang. Karena itu, kemasan harus unik sehingga berbeda dengan yang lain.

”Harus dipaksa kreatif, packaging unik, tapi fungsi utama untuk melindungi produk tetap ada,” jelasnya.

Kelvin mendorong kreatifitas para mahasiswa melalui mata kuliah workshop design packaging.

Menurut dia, mendesain kemasan harus sesuai dengan tema produk. Khususnya desain untk produk makanan dan minuman.

Karena produk ini merupakan kebutuhan, kadang konsumen cenderung menilai penampilan kemasan sebelum rasa.

”Kalau untuk anak, ya fokus desain untuk anak,” jelasnya.

Untuk hadiah Lebaran, misalnya, cookies bisa dikemas sederhana dengan kertas sampul buku dan mika.

”Hasilnya justru lebih elegan, nilai jualnya bertambah,” katanya.

Bisa juga mendesain kemasan dengan mengusung tokoh film kartun populer.

Kelvin menyebut, tantangan dalam mendesain kemasan adalah visual. Visual atau tampilan kemasan harus dibuat semenarik mungkin sehingga bisa menarik minat pembeli.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendesain kemasan. Yakni, tema produk, sasaran pasar, bentuk kemasan, serta survei pasar.

”Laris untuk siapa, modelnya yang bagus seperti apa,” katanya. Yang pasti, melalui mata kuliah workshop design packaging, pihaknya mengajak mahasiswa teknik industri untuk berpikir kreatif meningkatkan nilai jual produk menjadi lebih bernilai.

SIASATI KEMASAN – Beraneka jenis kreasi kemasan sebagai penunjang penjualan beraneka produk hasil workshop packaging Tknik Industri diperkenalka di kampus iSTTS Surabaya. Desain ini sebagai bentuk meningkatkan suatu produk untuk menigkatkan daya tarik.

Link berita.