SOEMPAH PEMOEDA

 

Sabtu, 28 Oktober 2017 seluruh warga Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda merupakan merupakan hari dimana keputusan dari Kongres Pemuda 2. keputusan ini merupakan cita cita dari seluruh pemuda pemudi Indonesia yaitu “Tanah Air Indonesia”, “Bangsa Indonesia”, “Bahasa Indonesia”.

Acara Sumpah Pemuda ini pasti sering diadakan setiap tahunnya, Salah satunya adalah jurusan Teknik Industri STTS. Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda mahasiswa-mahasiswi Teknik Industri mengadakan lomba menghias pizza dengan toping makanan khas Indonesia dan Cooking Class membuat pizza yang dibantu oleh pihak Laziza. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2017

Acara ini diikuti oleh semua jurusan yang ada di STTS. Selain mahasiswa dan mahasiswi acara cooking class juga diikuti oleh para dosen STTS. Seluruh warga STTS sangat antusias mengikuti acara ini. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bu Pram. Lalu acara dilanjutkan dengan cooking class dan dimulainya acara lomba menghias pizza. Setelah para peserta lomba dan cooking class membuat pizza mereka mendaptkan pizza mereka sendiri dan juga mereka mendapatkan es krim yang dibagikan oleh pihak laziza. Acara dilanjutkan cooking para peserta lomba. Setelah cooking class para peserta lomba saatnya pembacaan juara lomba. Setelah pengumuman dilanjutkan dengan foto bersama dengan para pemenang, peserta, bapak ibu dosen dan juga para panitia. Acara ini berjalan dengan lancar dan baik

 

Advertisements

Kunjungan Pabrik Maba Teknik Industri ke Campina

Campina

Senin, 22 Agustus 2016 lalu, 50 orang mahasiswa Teknik Industri STTS melakukan kunjungan pabrik (Factory Plant) ke PT. Campina Ice Cream Industry di kawasan Rungkut Industri (PIER) Surabaya.

Tujuan utama kegiatan ini adalah mengenalkan industri manufaktur kepada mahasiswa baru. Mahasiswa baru?! Lho, berarti ini rangkaian Ospek?! Iya, benar sekali. Itulah bedanya Jurusan Teknik Industri STTS. Sudah sejak belasan tahun, jurusan Teknik Industri STTS melakukan orientasi studi dan pengenalan kampus dengan cara-cara yang kreatif dan bermanfaat seperti ini. Tidak ada ajang ploncoan sedikitpun. Menarik, bukan?!

Tidak sembarang orang lho bisa masuk ke dalam sebuah pabrik, apalagi pabrik sekeren Campina ini. Di dalam pabrik ini mahasiswa baru diberi kesempatan untuk melihat isi gudang dan pabrik Campina.  Jadi, mereka bisa mengetahui bagaimana alur proses pembuatan es krim, termasuk “mencicipi” gudang penyimpanan es krim yang dinginnya alamaaaaaak. Di penghujung kegiatan, mahasiswa baru disuguhi es krim Campina. Sedaaaaap!

Itu baru di tahap Ospek jurusan atau yang dikenal dengan nama PEMTI. Kegiatan-kegiatan lain selama masa perkuliahan? Jelas jauh lebih menarik dan bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswa yang kelak akan jadi insinyur Teknik Industri STTS ini.

Berminat? 🙂

 

 

Buku Operasi Milling dalam Mastercam X6

mastercam

DETAIL BUKU
Judul:
Operasi Milling dalam Mastercam X6
Penulis: Tigor Tambunan (dosen Jurusan Teknik Industri STTS)
ISBN: 978-602-417-031-8
Kategori: CAD/ CAM (design, engineering/ teknik)
Ukuran: 17cm x 25cm
Hal: viii + 260 hal
Edisi/ cetakan: 1/1
Tahun penerbitan: 2016

SINOPSIS
Mastercam X6 adalah salah satu software CAD/ CAM paling populer dalam industri manufaktur di dunia.  Terkait fungsi CAD-nya, Mastercam  X6 menyediakan fasilitas pembuatan obyek  2D/ 3D yang cukup lengkap dan mudah dioperasikan,  terkait fungsi CAM-nya,  Mastercam X6 memilki fasilitas pembuatan toolpath, simulasi, dan generator G-code yang sangat lengkap dan canggih.

Buku  Menguasai Operasi Milling dalam Mastercam X6 ini membahas sebagian fasilitas CAD/ CAM (operasi milling) dalam Mastercam X6 .

Fasilitas yang dimaksud antara lain:

  • Contour toolpath
  • Pocket toolpath
  • Surface rough toolpath
  • Surface finish toolpath
  • Dynamic planes
  • Net Surface

Untuk pemesanan buku, klik di sini.

 

Hukum Pascal, Linkage, dan Material Handling

Berikut ini adalah salah satu tugas mata kuliah Fisika Industri (semester 1) di Jurusan S1-Teknik Industri STTS. Dalam tugas ini, mahasiswa (2 orang/ kelompok) merancang sebuah alat untuk material handling dengan memanfaatkan hukum Pascal, bejana berhubungan, konsep linkage, dsb.

Proses perancangan dan pembuatan part melibatkan mahasiswa semester V (tugas kolaboratif) dengan memanfaatkan fasilitas CAD/ CAM yang dimiliki jurusan Teknik Industri STTS.

Berita media massa seputar kegiatan ini

STTS Industrial Engineers back to campus!

Setelah sekian lama tdk bersua, Sabtu, 5 Desember 2015 lalu, alumni Teknik Industri STTS berbagai angkatan dan mahasiswa aktif, berkumpul di Auditorium STTS sejak pukul 09.00-17.00. Kehangatan suasana sangat terasa dalam pertemuan ini. Beberapa alumni dari Balikpapan dan Banjarmasin menyempatkan diri untuk datang. Sangat membahagiakan 🙂

BTC6Saking banyaknya yang diobrolkan, foto-foto, dan keliling-keliling lingkungan kampus, acara yang semula direncanakan dibuka mulai pukul 09.00, akhirnya dibuka sekitar pukul 10.30. 🙂

Acara secara resmi dibuka, setelah sebelumnya diawali kata sambutan dari Ketua Panitia (Benny Ngo-Industri, ST-Ind’97) dan Ketua Jurusan Teknik Industri (Bp Ir. Judi Prajetno, MM).

BTC1

BTC3 Selanjutnya para alumni mengunjungi bbrp laboratorium jurusan Teknik Industri di Gedung L (lantai 3 dan lantai 4).    Kunjungan juga dilakukan di beberapa fasilitas dan gedung baru yang ada di STTS.

BTC7Acara dilanjutkan dengan foto di booth/ angkatan  dan sharing session dari beberapa alumni.

BTC5Banyak pengalaman menarik yang disampaikan dalam sharing session. Mulai dari latar belakang keluarga, perjalanan studi di STTS, dan perjalanan karir. Bidang kerja para alumni ternyata sangat beragam. Ada yang bekerja di sektor pengolahan gas alam, power plant, underwater work, metal forming, dsb.

BTC8Kumpul2 tanpa makan2 kurang lengkap rasanya. Krn itu makan siang dan bbrp “jajanan mahasiswa di masa lalu” disiapkan panitia dgn dana swadaya alumni di acara ini, Kehadiran batagor, bakso, dan es dawet, menambah kesemarakan acara.

BTC2Terima kasih kepada Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) yang telah mendukung dan menyediakan tempat bagi acara ini. Demikian pula bagi PT. AAM (Hendy Kusworo, ST) yang telah menjadi sponsor utama kegiatan ini.

Semoga acara semacam ini meningkatkan jalinan persaudaraan di keluarga besar Jurusan Teknik Industri STTS

BTC4Sampai bertemu di Reuni Akbar Jurusan Teknik Industri STTS Tahun 2017! 🙂

Mahasiswa Baru Teknik Industri Kreatif, Rek!!! (MBaTIK, Rek!!!)

jawa posSeperti yang sudah berjalan selama 15 tahun, di tahun 2015 ini jurusan Teknik Industri Sekolah Tinggi Surabaya (STTS) tetap berkomitmen menyelenggarakan orientasi studi dan pengenalan kampus (OSPEK) yang berorientasikan pada pengembangan kreatifitas, bebas dari segala bentuk perploncoan. Dan karena pelaksanaannya selalu berada di bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu bulan Agustus, jurusan Teknik Industri selalu berusaha mengangkat potensi-potensi lokal sebagai obyek pembelajaran dan peningkatan kreatifitas mahasimangroveswa barunya.

Tahun ini, yang menjadi obyek kegiatan adalah mengeksplorasi potensi usaha batik mangrove sebagai penambah kekuatan sektor industri manufaktur. Di bawah pembinaan Bapak Yadji, Ibu Lies Libertyaswulan, dan Ibu Hurin Ain dari Griya Karya Tiara Kusuma-Surabaya, sekitar 40 mahasiswa baru, pengurus himpunan mahasiswa, dan dosen jurusan Teknik Industri STTS mempelajari bcantingerbagai hal terkait bisnis batik mangrove, seperti: mangrove dan potensinya, berbagai pola batik mangrove, proses pembatikan dengan menggunakan canting elektrik, pewarna alami berbasis mangrove, prospek bisnis, dan isu-isu lingkungan khususnya yang berkaitan dengan proses pembatikan.

Canting elektrik (isu teknologi), pewarna alami dan pemanfaatan limbah (isu lingkungan), proses pembatikan (isu pengendalian kualitas, perancangan kerja & ergonomi), sirup mRRIangrove, tepung mangrove, permen mangrove (isu pengembangan produk)… Batik memang karya seni, tapi kalau melihat isu2 terdahulu… Sangat jelas perkembangan batik adalah 1000% urusan teknik industri

batikKarena kegiatan ini mengangkat isu lokal , maka suasana kegiatan inipun diatur sedemikian rupa supaya bernuansa tradisional. Seluruh peserta menggunakan pakaian batik, proses membatik yang dilakukan di atas tikar, dua jenis hidangan khas daerah, yaitu Semanggi Surabaya dan dawet ayu Banjarnegara disiapkan untuk peserta kegiatan. Alunan musik tradisional diputar selama kegiatan berlangsung untuk memperkuat suasana keindonesiaan.

Selain bertujuan meningkatkan wawasan dan pengetahuan berwirausaha bidang batik, jurusan Teknik Industri STTS berharap, kegiatan “Mbatik, rek!!!” ini dapat meningkatkan kecintaan mahasiswa terhadap produk-produk dalam negeri.

Links:

  1. http://www.suarasurabaya.net/print_news/Kelana%20Kota/2015/157650-Mahasiswa-Luar-Surabaya-Tak-Kenal-Batik-Mangrove
  2. http://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20150822/282772060315726/TextView
  3. http://rri.co.id/post/berita/192769/sorotan_kampus/hindari_perploncoan_ospek_stts_laksanakan_kegiatan_membatik.html

Tugas Mata Kuliah Proses Produksi-Teknik Industri STTS

Berikut ini adalah salah satu tugas mata kuliah Proses Produksi (semester 2) di Jurusan S1-Teknik Industri STTS. Dalam tugas ini, mahasiswa (2 orang/ kelompok) merancang sebuah alat transportasi, membuat Bill of Materialnya, merancang dan membuat modul (dan partnya).

Proses perancangan dan pembuatan part memanfaatkan fasilitas CAD/ CAM yang dimiliki jurusan Teknik Industri STTS.

Technopreneurship Teknik Industri STTS – InCoffe 2014

Incoffee2014

Umur industri perkopian di dunia relatif masih sangat muda dan terus bertumbuh. Kondisi perkopian di Indonesia sangat berbeda dengan negara lain. Italia misalnya. Meski terkenal sebagai negara segudang resep kopi, Italia tidak memiliki perkebunan kopi. Beda lagi dengan Guatemala dan El Salvador, meski mereka pengekspor kopi yang sangat besar, kenyataannya masyarakat Guatemala dan El Salvador adalah penggemar kopi instan. Indonesia? Sangat berbeda. Kopi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak dulu. Selain sebagai salah satu produsen biji kopi terbesar di dunia -no 3 setelah Brazil dan Vietnam (67% diekspor, sisanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri)- dan pengolah kopi (coffee manufacturer), masyarakat Indonesia dikenal sebagai penggemar minuman kopi. Beberapa kebiasaan minum kopi masyarakat di berbagai belahan dunia ikut mempengaruhi perkembangan perkopian di Indonesia, mulai dari sistem perkebunan kopi, tBaristaeknologi pengolahan biji kopi, teknologi dan industri pembuatan minuman kopi, hingga teknik dan seni penyajian kopi. Produk, toko, dan café kopi bermunculan dengan menawarkan keunikan masing-masing.

Pertumbuhan industri perkopian memunculkan satu profesi yang cukup prestisius, yaitu Barista. Barista adalah gelar yang diberikan pada seseorang yang ahli dalam meracik kopi. Lima tahun belakangan, profesi Barista makin banyak digemari anak-anak muda di Indonesia. Profesi barista tidak hanyak dibutuhkan oleh toko, rumah makan, atau café yang menjual kopi, profesi ini juga dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan (pabrik) kopi. Keahlian seorang barista sangat dibutuhkan untuk mengembangkan produk-produk kopi dengan cita rasa baru dan teknik penyajian yang inovatif.

teknik industriFenomena menarik lain yang mengiringi pertumbuhan industri kopi adalah seni menghias kopi, yaitu Latte Art. Awalnya latte art adalah salah satu keahlian yang dimiliki oleh seorang barista. Sekarang, seorang latte artist sudah menjadi sebuah profesi baru di dunia perkopian. Setiap latte artist dituntut memiliki pengetahuan tentang teknik pencampuran kopi dan bahan-bahan pelengkapnya dan kepiawaian dalam membentuk pola-pola gambar yang menarik di bagian atas minuman kopi.

Dalam In coffee 2014 yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Industri STTS ini, puluhan siswa dari beberapa SMA di Surabaya dan mahasiswa jurusan Teknik Industri STTS, dipandu oleh Petrus Taufan Asmara, salah salah satu professional bidang perkopian di Surabaya, mempelajari situasi dan kondisi industri perkopian secara umukopim di Indonesia, mengenal berbagai jenis kopi (khususnya kopi Indonesia), mengenal mesin-mesin pembuat minuman kopi modern, belajar mengolah biji kopi secara manual maupun menggunakan mesin, membuat cappucino dengan menggunakan coffe maker, milk frother, termasuk mempelajari dasar-dasar latte Art.

coffe makerDengan mengikuti In Coffee 2014, diharapkan setiap peserta memiliki pengetahuan yang benar tentang teknologi dan standarisasi dalam industri kopi, mulai dari bahan baku sampai dalam bentuk minuman. Dan yang tidak kalah penting, dengan mengikuti In Coffee 2014 wawasan Technopreneurship peserta pelatihan diharapkan menjadi makin terbuka.

SIMULASI PEMADAMAN KEBAKARAN INDUSTRIAL BAGI MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI STTS

“Di tengah-tengah perkuliahan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi. Mahasiswa yang saat itu sedang belajar di lantai 3 pun sontak berlarian ke lantai dasar mencari lokasi yang aman sambil menelusuri jalur evakuasi. Meskipun sudah pernah melakukan beberapa simulasi, kekacauan tetap tidak bisa dihindari. Satu orang mFire5ahasiswa mengalami patah tulang karena jatuh, satu lagi pingsan karena menghirup gas beracun. Beberapa mahasiswa yang pernah berlatih dengan segera melakukan tindakan cepat, menolong korban dan mencari alat-alat pemadam kebakaran (APAR dan karung goni). Kebakaran akhirnya tidak sempat merambat ke mana-mana karena selain tindakan mahasiswa yanFire1g dengan sigap mematikan beberapa titik api yang belum sempat membesar, sebuah mobil pemadam kebakaran (milik PMK) juga sudah datang di lokasi kejadian. Korban yang patah tulang dan pingsan pun tertolong karena gerak cepat dan pengetahuan yang memadai dari petugas medis.” Kejadian di atas merupakan skenario yang diterapkan pada simulasi pemadaman kebakaran di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya.

Peristiwa kebakaran (termasuk kebakaran industrial) adalah salah satu jenis bencana yang sering terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Dari Januari-Agustus saja, di Surabaya, tercatat 313 peristiwa kebakaran. Kerugian finansial dan non-finansial yang diaFire2lami dapat dipastikan sangat besar. Sudah barang tentu upaya yang paling tepat untuk meminimumkan terjadinya kebakaran adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas tindakan-tindakan pencegahan kebakaran. Namun ketika kebakaran terjadi, maka upaya pemadaman kebakaran yang responsif, cepat, dan tepat, mau tidak mau menjadi tindakan pertama dan utama yang harus dilakukan oleh masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar kejadian. Menggantungkan sepenuhnya proses penanganan/ pemadaman kebakaran pada Dinas PMK Surabaya, jelas akan memperlambat proses pemadaman kebakaran. Partisipasi seluruh kelompok masyarakat mutlak dibutuhkan untuk menciptakan Surabaya menjadi Kota Tahan Api.Fire3

Berdasarkan pada kondisi inilah, jurusan Teknik Industri STTS melakukan latihan simulasi pemadaman kebakaran bagi sekitar 40 mahasiswa Jurusan Teknik Industri STTS. Latihan simulasi pemadaman kebakaran yang dilakukan oleh Jurusan Teknik Industri STTS ini merupakan bagian dari pengayaan materi mata kuliah Keselamatan Kerja dan Higiene Perusahaan. Melalui acara simulasi yang melibatkan Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Surabaya, mahasiswa jurusan Teknik IndFire6ustri akan memperoleh pengetahuan praktis tentang tata cara pemadaman kebakaran. Dalam simulasi ini, disusun serangkaian kegiatan yang semuanya dilakukan oleh mahasiswa. Mulai dari simulasi training tentang segitiga api dan penanganannya (di ruang kelas), simulasi evakuasi dan pertolongan pertama pada korban kebakaran, termasuk mengangkut korban yang berpura-pura pingsan (menggunakan tandu dan membawanya ke ambulance yang sudah disiapkan), simulasi pemadaman dan pengamanan kebakaran.

Untuk proses pemadaman, selain mempraktekkan langsung penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) berbahan dry chemical dan CO2, serta menggunakan karung goni basah untuk Fire4memadamkan api, mahasiswa akan mengoperasikan fasilitas pemadaman pada mobil pemadam kebakaran (pemasangan selang, pengaturan pompa, nozzle, dan pemadaman api). Pengalaman saat mengevakuasi dengan fasilitas ambulance dan mengoperasikan alat-alat pemadaman yang ada (khususnya yang berhubungan dengan fasilitas dalam mobil pemadaman kebakaran) diharapkan akan meningkatkan kapabilitas mahasiswa dalam menangani peristiwa-peristiwa kebakaran.