IOGS 2015 (Industrial Olympic Games 2015) – Push Your Limit!

sinlui“Pengintegrasian kreatifitas industrial, intuisi bisnis, serta kesiapan fisik dan mental!” Itulah yang diharapkan muncul pada pelaksanaan kegiatan Industrial Olympic Games tahun 2015 ini (IOGS 2015). Sama seperti IOGS 2012 dan IOGS 2013, kegiatan yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Industri STTS ini  selalu diikuti dengan antusiasme tinggi oleh para pesertanya, Kali ini peserta IOGS 2015 adalah siswa-siswa beberapa SMA (seperti SMA St.louis 1 surabaya, SMA TNH Mojokerto, SMA Untung Suropati Sidoarjo, SMA Carolus, dll).

Pesertmojokertoa IOGS 2015 ditantang untuk unjuk kemampuan secara berkelompok menghadapi kelompok lain dalam dua hari kegiatan (Selasa-Rabu, 22-23 September 2015) Ada tiga jenis lomba yang dikompetisikan, yaitu bolt dan screw frenzy, money dash, dan 3D tetris packaging.

TNHPada game Bolt and screw frenzy setiap kelompok peserta berperan sebagai sebagai sebuah perusahaan yang memproduksi sebuah produk rakitan (dengan komponen baku bur, baut dan ring) dan bersaing dengan kelompok lain dalam urusan pembelian bahan baku, kecepatan pembuatan produk, dan penjualan produk. Setiap kelompok harus menyusun strategi dan taktik pembelian, produksi, dan penjualan yang tepat agar berhasil mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

sinlui surabayaDalam game kedua, yaitu Money dash, setiap kelompok diuji selling skill­ dan intuisi bisnisnya saat menghadapi pasar yang terkesan sangat dinamis, bahkan terkesan spekulatif. Peserta akan melakukan proses penjualan produk yang sudah ditetapkan panitia (rangkaian lampu yang mewakili situasi industri elektronik), dilanjutkan dengan pemanfaatan uang tersebut dalam permainan ular tangga yang bernuansa spekulatif (mewakili situasi pasar yang sangat sukar ditebak dan dikendalikan). Peserta yang mencapai kotak paling jauh dalam ular tangga memiliki poin yang tertinggi.

carolusDalam game 3D Tetris Packaging, setiap kelompok peserta  ditantang untuk menunjukkan kemampuannya dalam merancang berbagai bentuk benda 3D dengan menggunakan bahan karton merang. Peserta tidak bisa sembarangan membuat bentuk benda 3D, karena bentuk yang dibuat tadi harus dapat dimasukkan dan mengisi sebuah kemasan yang sudah ditentukan panitia. Kesesutetrisaian ukuran dan bentuk benda 3D, jumlah produk yang dapat dimasukkan kedalam kemasan, dan kerapian menjadi penilaian utama dalam game ini. Dari game terakhir ini, diharapkan peserta dapat mempelajari konsep dasar industrial design yang sangat berbeda dengan konsep art design.

IOGS STTS memang selalu penuh tantangan. Sampai jumpa di IOGS STTS berikutnya 🙂

Links:

  1. http://surabaya.tribunnews.com/2015/09/23/stts-gelar-lomba-tetris
  2. http://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20150924/282651801287713/TextView
  3. http://www.koran-sindo.com/news.php?r=5&n=1&date=2015-09-24

KEMASAN CERIA (KElas meMASak ANak CEpat RIngan dan Aman)

Seperti tahun-tahun sebelumnya -pada setiap musim liburan- Jurusan S1-Teknik Industri di tahun 2015 ini menyelenggarakan beberapa kegiatan Pengabdian Masyarakat. Salah satunya adalah kegiatan yang diberi nama KEMASAN CERIA (KElas meMASak ANak Cepat RIngan dan Aman).

teknik industriDalam kegiatan ini, beberapa puluh siswa SD dan SMP di Surabaya, dipandu oleh dosen dan mahasiswa jurusan Teknik Industri STTS mengikuti kelas memasak kreatif, yaitu membuat puding zebra dengan topping berbentuk binatang dan bola-bola coklat. Selama kurang lebih dua jam, para siswa belajar tentang beberapa jenis bahan makanan ringan yang mudah diperoleh (agar-agar, pewarna, buah-buahan, meses, dsb), cara mengolahnya (mencampur, memasak, mendinginkan) dan membentuknya, dalam suasana yang santai dan menyenangkan.

Jpeg
Jpeg

Selain karena puding dan coklat adalah jenis makanan yang digemari anak-anak, salah satu alasan lain pemilihan puding dan bola-bola coklat sebagai obyek pembelajaran adalah karena pelaksanaan KEMASAN CERIA ini bertepatan dengan Bulan Ramadhan. Kedua jenis makanan pembuka tersebut, bisa disiapkan dengan mudah oleh siswa sekitar 2-3 jam menjelang berbuka puasa.

suryaPelaksanaan KEMASAN CERIA ini sudah pasti memiliki tujuan. Selain agar siswa-siswa SD dan SMP lebih kreatif dan produktif dalam memanfaatkan waktu luang, para siswa dimotivasi untuk belajar berhemat dengan membuat sendiri makanan-makanan kecil, daripada jajan dengan resiko mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak sehat.

Para siswa juga akan dipandu mengenal serta mengikuti aturan pembuatan masakan (Standard Operating Procedures), memahami pentingnya faktor ketelitian dalam proses memasak, dan mengenal dasar-dasar proses produksi yang baik, bersih, sehat, dan aman (dalam ilmu teknik industri dikenal dengan istilah Good Manufacturing Practices/ GMP), dan tidak ketinggalan, dasar-dasar kewirausahaan (cara menentukan harga jual, cara menjual, dsb). Sudah barang tentu semua hal itu diberikan dalam bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Link:
1. http://duta.co/blog/stts-gelar-kemasan-ceria
2. http://kabargress.com/2015/06/23/kemasan-ceria-kelas-memasak-anak-cepat-ringan-dan-aman-2/
3. http://m.beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/241457/stts_ajak_anak_sd_dan_smp_sekitar_kampus_memasak_kue.html#.VgxgMn0cc7o
4. http://surabaya.tribunnews.com/2015/06/23/ketika-anak-sd-belajar-memasak-secara-cepat-ringan-dan-aman
5. http://harianbhirawa.co.id/2015/06/isi-liburan-dengan-kemasan-ceria-istts/

SIMULASI PEMADAMAN KEBAKARAN INDUSTRIAL BAGI MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI STTS

“Di tengah-tengah perkuliahan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi. Mahasiswa yang saat itu sedang belajar di lantai 3 pun sontak berlarian ke lantai dasar mencari lokasi yang aman sambil menelusuri jalur evakuasi. Meskipun sudah pernah melakukan beberapa simulasi, kekacauan tetap tidak bisa dihindari. Satu orang mFire5ahasiswa mengalami patah tulang karena jatuh, satu lagi pingsan karena menghirup gas beracun. Beberapa mahasiswa yang pernah berlatih dengan segera melakukan tindakan cepat, menolong korban dan mencari alat-alat pemadam kebakaran (APAR dan karung goni). Kebakaran akhirnya tidak sempat merambat ke mana-mana karena selain tindakan mahasiswa yanFire1g dengan sigap mematikan beberapa titik api yang belum sempat membesar, sebuah mobil pemadam kebakaran (milik PMK) juga sudah datang di lokasi kejadian. Korban yang patah tulang dan pingsan pun tertolong karena gerak cepat dan pengetahuan yang memadai dari petugas medis.” Kejadian di atas merupakan skenario yang diterapkan pada simulasi pemadaman kebakaran di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya.

Peristiwa kebakaran (termasuk kebakaran industrial) adalah salah satu jenis bencana yang sering terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Dari Januari-Agustus saja, di Surabaya, tercatat 313 peristiwa kebakaran. Kerugian finansial dan non-finansial yang diaFire2lami dapat dipastikan sangat besar. Sudah barang tentu upaya yang paling tepat untuk meminimumkan terjadinya kebakaran adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas tindakan-tindakan pencegahan kebakaran. Namun ketika kebakaran terjadi, maka upaya pemadaman kebakaran yang responsif, cepat, dan tepat, mau tidak mau menjadi tindakan pertama dan utama yang harus dilakukan oleh masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar kejadian. Menggantungkan sepenuhnya proses penanganan/ pemadaman kebakaran pada Dinas PMK Surabaya, jelas akan memperlambat proses pemadaman kebakaran. Partisipasi seluruh kelompok masyarakat mutlak dibutuhkan untuk menciptakan Surabaya menjadi Kota Tahan Api.Fire3

Berdasarkan pada kondisi inilah, jurusan Teknik Industri STTS melakukan latihan simulasi pemadaman kebakaran bagi sekitar 40 mahasiswa Jurusan Teknik Industri STTS. Latihan simulasi pemadaman kebakaran yang dilakukan oleh Jurusan Teknik Industri STTS ini merupakan bagian dari pengayaan materi mata kuliah Keselamatan Kerja dan Higiene Perusahaan. Melalui acara simulasi yang melibatkan Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Surabaya, mahasiswa jurusan Teknik IndFire6ustri akan memperoleh pengetahuan praktis tentang tata cara pemadaman kebakaran. Dalam simulasi ini, disusun serangkaian kegiatan yang semuanya dilakukan oleh mahasiswa. Mulai dari simulasi training tentang segitiga api dan penanganannya (di ruang kelas), simulasi evakuasi dan pertolongan pertama pada korban kebakaran, termasuk mengangkut korban yang berpura-pura pingsan (menggunakan tandu dan membawanya ke ambulance yang sudah disiapkan), simulasi pemadaman dan pengamanan kebakaran.

Untuk proses pemadaman, selain mempraktekkan langsung penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) berbahan dry chemical dan CO2, serta menggunakan karung goni basah untuk Fire4memadamkan api, mahasiswa akan mengoperasikan fasilitas pemadaman pada mobil pemadam kebakaran (pemasangan selang, pengaturan pompa, nozzle, dan pemadaman api). Pengalaman saat mengevakuasi dengan fasilitas ambulance dan mengoperasikan alat-alat pemadaman yang ada (khususnya yang berhubungan dengan fasilitas dalam mobil pemadaman kebakaran) diharapkan akan meningkatkan kapabilitas mahasiswa dalam menangani peristiwa-peristiwa kebakaran.