Siemens Hibahkan Software Senilai Rp599 Miliar ke Perguruan Tinggi Teknik di Indonesia

Ilustrasi Siemens

Siemens menghibahkan software Product Lifecycle Management (PLM) senilai USD45 juta atau sekitar Rp599 Miliar ke Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS).

Bantuan itu memungkinkan mahasiswa STTS mengadopsi teknologi yang digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia yang mencakup industri, termasuk otomotif, aerospace, permesinan, pembuatan kapal (shipbuilding), elektronik berteknologi tinggi dan lainnya.

https://siemensplm.i.lithium.com/t5/image/serverpage/image-id/1845iF97E2AC77415DC62?v=v2

“Kami sangat senang bekerja sama dengan Siemens PLM Software untuk menyediakan teknologi terkemuka dalam industri yang bermanfaat bagi STTS,” kata (Tigor Tambunan Ketua Program Studi Teknik Industri, STTS).

Hibah Siemens itu mencakup portofolio Tecnomatix milik Siemens, software terkemuka untuk sektor digital manufacturing dan NX, solusi unggulan dari Siemens yang digunakan untuk keperluan desain, manufaktur dan teknik dengan bantuan komputer (CAD/CAM/CAE).

Hibah itu diberikan melalui GO PLM Siemens, sebuah program akademik yang menyediakan software PLM untuk sekolah-sekolah di berbagai jenjang.

“Hibah ini sangat bermanfaat bagi kami untuk melatih mahasiswa guna menghadapi dunia kerja di masa mendatang dengan menggunakan salah satu solusi software dengan desain teknik terbaik yang pernah ada,” ujarnya.

Dora Smith (Global Director, Academic Partner Program, Siemens PLM Software) mengatakan Siemens bekerjasama dengan institusi-institusi akademik terkemuka seperti STTS untuk memberdayakan generasi digital di masa mendatang. Proyek itu akan membantu mahasiswa mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam terkait dengan penerapan ilmu sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM).

“Hibah ini, memungkinkan STTS memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dengan menggunakan software dan teknologi serupa yang digunakan oleh produsen-produsen manufakturterkemuka, dalam mempersiapkan mereka untuk berkarir di bidang STEM,” ucapnya.

Sumber 1 , Sumber 2

Kunjungan Pabrik – Jawa Pos

Jpeg

Pada hari Rabu, 30 Maret 2016 ini, sekitar 50 mahasiswa dan 2 dosen Teknik Industri STTS mengunjungi PT. Jawa Pos Group Multimedia-Surabaya. Dalam kesempatan itu, para mahasiswa dan dosen mempelajari berbagai hal mengenai proses editorial konten koran beserta manajemen penerbitannya.

Berita kunjungan lainnya, klik di sini.

AKSI ROKET-AIR TEKNIK INDUSTRI STTS 2014

Roket1

Dalam acara ARTIS 2014 ini, mahasiswa baru jurusan Teknik Industri STTS yang sedang mengikuti masa orientasi pengenalan jurusan, belajar bagaimana salah satu hukum dasar ilmu fisika -yaitu hukum Newton tentang aksi reaksi- diterapkan dalam pembuatan dan peluncuran roket air.

MahasRoket5iswa belajar membuat roket air, alat peluncur roket, dan parasut dari bahan-bahan sederhana yang relatif mudah diperoleh di manapun, seperti botol air minum dalam kemasan, pipa PVC, cable ties, kantongan plastik, dsb. Setiap kelompok yang terdiri dari dua orang, merakit roket sedemikian rupa sesuai konsep dasarnya, kemudian melapisinya dengan karton berwarna dan beberapa bahan lain sehingga menyerupai roket atau figur-figur futuristik yang menarik untuk dilihat ketika diluncurkan. Sesuai namanya, roket air tersebut kemudian diisi air, dan dipasang ke alat peluncur (launcher) yang dibuat sendiri oleh mahasiswa jurusan Teknik Industri STTS. Salah satu bagian launcher dihubungkan dengan selang pompa udara (pompa ban biasa). Salah satu mahasiswa memasukkan udara ke dalam roket berisi air tadi dengan cara menekan pompa beberapa kali. Setelah tekanan udara di dalam roket dirasa cukup, penjepit roket dilepas, dan roket pun meluncur ke Roket6atas dengan kecepatan tinggi, sambil menyemburkan air yang diberi pewarna. Momen semburan air ini selalu menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap aksi roket air yang diluncurkan. Tidak jarang mahasiswa jadi basah kuyup terkena semburan air. Gelak tawa dan sorak sorai selalu mewarnai acara peluncuran roket air. Sesampai di ketinggian tertentu, sebuah parasut yang dibuat dari lembaran plastik mengembang, memperlambat proses pendaratan roket di tanah.

Sekaligus memeriahkan HUT ke 69 Kemerdekaan Republik Indonesia, ARTIS 2014 ini juga dijadikan ajang lomba kreatifitas dan pemahaman konseptual antar mahasiswa baru jurusan Teknik Industri STTS. Kelompok yang berhasil merancang roket dengan bentuk paling unik danRoket4 berhasil mendaratkan paling lama roketnya, akan mendapat hadiah berbagai makanan ringan dari panitia penyelenggara.

Melalui acara Aksi Roket-air (Water Rocket) Teknik Industri STTS (ARTIS) 2014, persepsi masyarakat bahwa “ilmu teknik adalah ilmu yang susah dipelajari” nampaknya harus diubah menjadi “ilmu teknik adalah ilmu yang mudah dan menyenangkan untuk dipelajari”. Pembelajaran ilmu apapun bisa dinikmati oleh siapapun, asal dengan cara yang efektif.