Bangunan Bersejarah Karya Mahasiswa Teknik Industri iSTTS

Capture
Diliput oleh Jawa Pos. Sumber : pressreader.com

Pada hari Jumat (30/08/2019) minggu lalu, wartawan Jawa Pos datang ke Laboratorium CAD/CAM Teknik Industri Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya untuk melihat hasil karya yang dibuat oleh mahasiswa-mahasiswa Teknik Industri iSTTS. Karya-karya ini merupakan tugas dari mata kuliah Menggambar Teknik di semester 1 menggunakan 3D printing.

Bangunan-bangunan apa saja yang dibuat?

  1. Bangunan yang pertama adalah Bangunan Kota Tua Surabaya (sekarang menjadi Maybank) yang dibuat oleh Trinata Dian Junaidi.
  2. Yang kedua adalah Masjid Al-Akbar Surabaya yang dibuat oleh Ferry Rachman.
  3. Yang ketiga adalah Gedung Bank Mandiri KC Niaga Surabaya yang dibuat oleh Oktavia Lolita.

Ketiga mahasiswa tersebut menuturkan bahwa proses pembuatan untuk satu karya membutuhkan waktu 2 – 3 hari. Software yang digunakan untuk mendesain gedung-gedung ini adalah AutoCAD.

Langkah-langkah proses pembuatan :

  1. mencari gambar sebagai objek;
  2. mendesain ulang di AutoCAD dan menyesuaikan ukuran dari ukuran asli menjadi ukuran miniatur, lalu disimpan dalam format .STL
  3. mengubah format file di JGCreate menjadi .gcode
  4. proses pencetakan

Uniknya dari karya ini adalah karya ini dibuat bongkar pasang. Jadi, mahasiswa-mahasiswa mencetak beberapa bagian secara terpisah lalu disusun menjadi satu bangunan.

Capture2
Diliput oleh Pojok Pitu. Sumber : http://pojokpitu.com/baca.php?idurut=86718

Kunjungan Pabrik – Jawa Pos

Jpeg

Pada hari Rabu, 30 Maret 2016 ini, sekitar 50 mahasiswa dan 2 dosen Teknik Industri STTS mengunjungi PT. Jawa Pos Group Multimedia-Surabaya. Dalam kesempatan itu, para mahasiswa dan dosen mempelajari berbagai hal mengenai proses editorial konten koran beserta manajemen penerbitannya.

Berita kunjungan lainnya, klik di sini.

IOGS 2015 (Industrial Olympic Games 2015) – Push Your Limit!

sinlui“Pengintegrasian kreatifitas industrial, intuisi bisnis, serta kesiapan fisik dan mental!” Itulah yang diharapkan muncul pada pelaksanaan kegiatan Industrial Olympic Games tahun 2015 ini (IOGS 2015). Sama seperti IOGS 2012 dan IOGS 2013, kegiatan yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Industri STTS ini  selalu diikuti dengan antusiasme tinggi oleh para pesertanya, Kali ini peserta IOGS 2015 adalah siswa-siswa beberapa SMA (seperti SMA St.louis 1 surabaya, SMA TNH Mojokerto, SMA Untung Suropati Sidoarjo, SMA Carolus, dll).

Pesertmojokertoa IOGS 2015 ditantang untuk unjuk kemampuan secara berkelompok menghadapi kelompok lain dalam dua hari kegiatan (Selasa-Rabu, 22-23 September 2015) Ada tiga jenis lomba yang dikompetisikan, yaitu bolt dan screw frenzy, money dash, dan 3D tetris packaging.

TNHPada game Bolt and screw frenzy setiap kelompok peserta berperan sebagai sebagai sebuah perusahaan yang memproduksi sebuah produk rakitan (dengan komponen baku bur, baut dan ring) dan bersaing dengan kelompok lain dalam urusan pembelian bahan baku, kecepatan pembuatan produk, dan penjualan produk. Setiap kelompok harus menyusun strategi dan taktik pembelian, produksi, dan penjualan yang tepat agar berhasil mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

sinlui surabayaDalam game kedua, yaitu Money dash, setiap kelompok diuji selling skill­ dan intuisi bisnisnya saat menghadapi pasar yang terkesan sangat dinamis, bahkan terkesan spekulatif. Peserta akan melakukan proses penjualan produk yang sudah ditetapkan panitia (rangkaian lampu yang mewakili situasi industri elektronik), dilanjutkan dengan pemanfaatan uang tersebut dalam permainan ular tangga yang bernuansa spekulatif (mewakili situasi pasar yang sangat sukar ditebak dan dikendalikan). Peserta yang mencapai kotak paling jauh dalam ular tangga memiliki poin yang tertinggi.

carolusDalam game 3D Tetris Packaging, setiap kelompok peserta  ditantang untuk menunjukkan kemampuannya dalam merancang berbagai bentuk benda 3D dengan menggunakan bahan karton merang. Peserta tidak bisa sembarangan membuat bentuk benda 3D, karena bentuk yang dibuat tadi harus dapat dimasukkan dan mengisi sebuah kemasan yang sudah ditentukan panitia. Kesesutetrisaian ukuran dan bentuk benda 3D, jumlah produk yang dapat dimasukkan kedalam kemasan, dan kerapian menjadi penilaian utama dalam game ini. Dari game terakhir ini, diharapkan peserta dapat mempelajari konsep dasar industrial design yang sangat berbeda dengan konsep art design.

IOGS STTS memang selalu penuh tantangan. Sampai jumpa di IOGS STTS berikutnya 🙂

Links:

  1. http://surabaya.tribunnews.com/2015/09/23/stts-gelar-lomba-tetris
  2. http://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20150924/282651801287713/TextView
  3. http://www.koran-sindo.com/news.php?r=5&n=1&date=2015-09-24

Mahasiswa Baru Teknik Industri Kreatif, Rek!!! (MBaTIK, Rek!!!)

jawa posSeperti yang sudah berjalan selama 15 tahun, di tahun 2015 ini jurusan Teknik Industri Sekolah Tinggi Surabaya (STTS) tetap berkomitmen menyelenggarakan orientasi studi dan pengenalan kampus (OSPEK) yang berorientasikan pada pengembangan kreatifitas, bebas dari segala bentuk perploncoan. Dan karena pelaksanaannya selalu berada di bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu bulan Agustus, jurusan Teknik Industri selalu berusaha mengangkat potensi-potensi lokal sebagai obyek pembelajaran dan peningkatan kreatifitas mahasimangroveswa barunya.

Tahun ini, yang menjadi obyek kegiatan adalah mengeksplorasi potensi usaha batik mangrove sebagai penambah kekuatan sektor industri manufaktur. Di bawah pembinaan Bapak Yadji, Ibu Lies Libertyaswulan, dan Ibu Hurin Ain dari Griya Karya Tiara Kusuma-Surabaya, sekitar 40 mahasiswa baru, pengurus himpunan mahasiswa, dan dosen jurusan Teknik Industri STTS mempelajari bcantingerbagai hal terkait bisnis batik mangrove, seperti: mangrove dan potensinya, berbagai pola batik mangrove, proses pembatikan dengan menggunakan canting elektrik, pewarna alami berbasis mangrove, prospek bisnis, dan isu-isu lingkungan khususnya yang berkaitan dengan proses pembatikan.

Canting elektrik (isu teknologi), pewarna alami dan pemanfaatan limbah (isu lingkungan), proses pembatikan (isu pengendalian kualitas, perancangan kerja & ergonomi), sirup mRRIangrove, tepung mangrove, permen mangrove (isu pengembangan produk)… Batik memang karya seni, tapi kalau melihat isu2 terdahulu… Sangat jelas perkembangan batik adalah 1000% urusan teknik industri

batikKarena kegiatan ini mengangkat isu lokal , maka suasana kegiatan inipun diatur sedemikian rupa supaya bernuansa tradisional. Seluruh peserta menggunakan pakaian batik, proses membatik yang dilakukan di atas tikar, dua jenis hidangan khas daerah, yaitu Semanggi Surabaya dan dawet ayu Banjarnegara disiapkan untuk peserta kegiatan. Alunan musik tradisional diputar selama kegiatan berlangsung untuk memperkuat suasana keindonesiaan.

Selain bertujuan meningkatkan wawasan dan pengetahuan berwirausaha bidang batik, jurusan Teknik Industri STTS berharap, kegiatan “Mbatik, rek!!!” ini dapat meningkatkan kecintaan mahasiswa terhadap produk-produk dalam negeri.

Links:

  1. http://www.suarasurabaya.net/print_news/Kelana%20Kota/2015/157650-Mahasiswa-Luar-Surabaya-Tak-Kenal-Batik-Mangrove
  2. http://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20150822/282772060315726/TextView
  3. http://rri.co.id/post/berita/192769/sorotan_kampus/hindari_perploncoan_ospek_stts_laksanakan_kegiatan_membatik.html

SIMULASI PEMADAMAN KEBAKARAN INDUSTRIAL BAGI MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI STTS

“Di tengah-tengah perkuliahan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi. Mahasiswa yang saat itu sedang belajar di lantai 3 pun sontak berlarian ke lantai dasar mencari lokasi yang aman sambil menelusuri jalur evakuasi. Meskipun sudah pernah melakukan beberapa simulasi, kekacauan tetap tidak bisa dihindari. Satu orang mFire5ahasiswa mengalami patah tulang karena jatuh, satu lagi pingsan karena menghirup gas beracun. Beberapa mahasiswa yang pernah berlatih dengan segera melakukan tindakan cepat, menolong korban dan mencari alat-alat pemadam kebakaran (APAR dan karung goni). Kebakaran akhirnya tidak sempat merambat ke mana-mana karena selain tindakan mahasiswa yanFire1g dengan sigap mematikan beberapa titik api yang belum sempat membesar, sebuah mobil pemadam kebakaran (milik PMK) juga sudah datang di lokasi kejadian. Korban yang patah tulang dan pingsan pun tertolong karena gerak cepat dan pengetahuan yang memadai dari petugas medis.” Kejadian di atas merupakan skenario yang diterapkan pada simulasi pemadaman kebakaran di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya.

Peristiwa kebakaran (termasuk kebakaran industrial) adalah salah satu jenis bencana yang sering terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Dari Januari-Agustus saja, di Surabaya, tercatat 313 peristiwa kebakaran. Kerugian finansial dan non-finansial yang diaFire2lami dapat dipastikan sangat besar. Sudah barang tentu upaya yang paling tepat untuk meminimumkan terjadinya kebakaran adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas tindakan-tindakan pencegahan kebakaran. Namun ketika kebakaran terjadi, maka upaya pemadaman kebakaran yang responsif, cepat, dan tepat, mau tidak mau menjadi tindakan pertama dan utama yang harus dilakukan oleh masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar kejadian. Menggantungkan sepenuhnya proses penanganan/ pemadaman kebakaran pada Dinas PMK Surabaya, jelas akan memperlambat proses pemadaman kebakaran. Partisipasi seluruh kelompok masyarakat mutlak dibutuhkan untuk menciptakan Surabaya menjadi Kota Tahan Api.Fire3

Berdasarkan pada kondisi inilah, jurusan Teknik Industri STTS melakukan latihan simulasi pemadaman kebakaran bagi sekitar 40 mahasiswa Jurusan Teknik Industri STTS. Latihan simulasi pemadaman kebakaran yang dilakukan oleh Jurusan Teknik Industri STTS ini merupakan bagian dari pengayaan materi mata kuliah Keselamatan Kerja dan Higiene Perusahaan. Melalui acara simulasi yang melibatkan Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Surabaya, mahasiswa jurusan Teknik IndFire6ustri akan memperoleh pengetahuan praktis tentang tata cara pemadaman kebakaran. Dalam simulasi ini, disusun serangkaian kegiatan yang semuanya dilakukan oleh mahasiswa. Mulai dari simulasi training tentang segitiga api dan penanganannya (di ruang kelas), simulasi evakuasi dan pertolongan pertama pada korban kebakaran, termasuk mengangkut korban yang berpura-pura pingsan (menggunakan tandu dan membawanya ke ambulance yang sudah disiapkan), simulasi pemadaman dan pengamanan kebakaran.

Untuk proses pemadaman, selain mempraktekkan langsung penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) berbahan dry chemical dan CO2, serta menggunakan karung goni basah untuk Fire4memadamkan api, mahasiswa akan mengoperasikan fasilitas pemadaman pada mobil pemadam kebakaran (pemasangan selang, pengaturan pompa, nozzle, dan pemadaman api). Pengalaman saat mengevakuasi dengan fasilitas ambulance dan mengoperasikan alat-alat pemadaman yang ada (khususnya yang berhubungan dengan fasilitas dalam mobil pemadaman kebakaran) diharapkan akan meningkatkan kapabilitas mahasiswa dalam menangani peristiwa-peristiwa kebakaran.