Apa itu Kaizen: Muda, Muri, Mura?

Kaizen adalah salah satu strategi dalam menerapkan Lean Manufacturing pada sebuah perusahaan.  Istilah Kaizen berasal  dari bahasa Jepang yaitu kata KAI [改] dan ZEN [善]. Kata “KAI” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti “berubah” sedangkan “ZEN” yang artinya adalah “Baik”. Jadi jika diartikan secara langsung maka arti Kaizen adalah “Merubah menjadi lebih baik”. Di dalam Industri, Kaizen merupakan suatu strategi yang dipergunakan untuk melakukan peningkatan secara terus-menerus ke arah yang lebih baik terhadap proses produksi, kualitas produk, pengurangan biaya operasional, mengurangi pemborosan hingga peningkatan keamanan kerja.

Sumber: https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-kaizen-dalam-meningkatkan-kualitas-dan-produktivitas/

 

MuriMuraMuda_small_2
Salah satu filosofi Kaizen

Gambar di atas merupakan salah satu bagian dari filosofi Kaizen. Apa sih maksud dari Muda, Muri, dan juga Mura? Berikut merupakan penjelasannya.

  • Muda artinya pemborosan; sampah yang perlu dibuang. Fitur yang tidak perlu, waktu menunggu yang terlalu lama, gerakan yang tidak efisien adalah contoh pemborosan uang dan waktu yang perlu dihilangkan.
  • Muri artinya beban yang berlebih; beban yang tidak masuk akal. Sebagai contoh, pembagian tugas yang tidak merata antar karyawan akan menciptakan kondisi kerja yang tidak kondusif dan mengurangi produktifitas.
  • Mura artinya tidak teratur; tidak seimbang; tidak merata. Keterlambatan adalah salah satu indikasi adanya mura (ketidakteraturan) dalam hal waktu.

Lalu, kita bisa tanyakan pada diri sendiri:

  • Apa yang perlu ditingkatkan?
  • Apa yang perlu dikurangi/dihemat?
  • Apa yang perlu dihilangkan?
  • Apa yang perlu diadakan?

Empat pertanyaan evaluatif ini akan membuat kerja kita hari demi hari makin efisien.

Sumber: https://www.darmawanaji.com/kaizen-mura-muri-muda/

Knowledge Sharing Program : 3D Scanner

20190321_190509_0017.jpg

Teknologi adalah salah satu elemen terpenting dalam Revolusi Industri 4.0. Teknologi yang canggih sangat dibutuhkan oleh berbagai sektor industri di seluruh dunia. Maka dari itu, perlu adanya pengembangan tiap zamannya.

Sama seperti itu, kali ini giliran Sekolah Tinggi Teknik Surabaya yang diperkenalkan kepada alat-alat canggih yang bernama 3D Scanner, di mana alat ini merupakan alat ukur 3 dimensi yang digunakan untuk menangkap bentuk suatu obyek atau lingkungan sekitar.

Dan tahukah kalian, bahwa alat-alat yang dipercontohkan memiliki harga yang tidak main-main? Dua alat scan yang dibawa oleh narasumber kita memiliki harga Rp. 500 jt dan Rp. 1 Milyar. Tetapi alat ini sangat bermanfaat untuk industri manufaktur ke depannya.

20190321_190509_0020.jpg

Bapak Yudiansyah (Sales Manager PT. Global Digital Form) dan Bapak Andrias Tribono (Manager Engineering PT. Global Digital Formmenjadi narasumber pada KSP kali ini.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya dan beberapa dosen juga turut hadir dalam kegiatan ini.

20190321_190509_0022.jpg

20190321_190509_0010
Demo penggunaan alat 3D Scanner
20190321_190509_0006
Software yang digunakan untuk mengolah hasil scanning, yaitu VXelements
20190321_190509_0002
Beberapa Dosen STTS berfoto bersama dengan Bapak Yudiansyah dan Bapak Andrias
20190321_190509_0005
Sesi foto bersama Peserta, Dosen, dan Narasumber

Bagaimana? Ingin tahu lebih banyak tentang apa saja yang dipelajari di Teknik Industri? Atau mau langsung kuliah di jurusan Teknik Industri? Klik saja Info Pendaftaran Teknik Industri ISTTS (d/h STTS) ini.

Tugas Perencanaan dan Perancangan Produk 2017

Ini ada beberapa video hasil tugas dari mata kuliah “Perencanaan dan Perancangan Produk 2017”. Tema di tahun ini yaitu alat transportasi barang, mahasiswa diminta untuk merancang ulang alat-alat transportasi barang agar lebih efektif efisien, dengan menggunakan metode Value Engineering.