Kunjungan Pabrik – Terminal Petikemas Surabaya

Pada hari senin 21 November 2016, sekitar 55 mahasiswa dan 2 dosen Teknik Industri STTS mengunjungi Terminal Petikemas Surabaya._mg_3783

PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bergerak di bidang penyediaan fasilitas terminal petikemas untuk perdagangan domestik maupun internasional bagi pelaku usaha di wilayah Indonesia Timur. TPS juga menyediakan jasa transportasi pengiriman barang secara efisien dan tepat waktu.
Saat ini TPS telah mengantongi ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan), OHSAS 18001 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja), ISO 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi), SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja – PP No. 50 Tahun 2012) dan ISPS Code (Kode Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan).

_mg_3809

Terminal Petikemas Surabaya ini melayani: layanan bongkar petikemas, layanan pemuatan petikemas, layanan penerimaan petikemas, dll.

20161121_10152520161121_101447

 

 

 

KULIAH UMUM dan WORKSHOP “SNAKE BITES” 20 OKTOBER 2016

Hari Kamis 20 Oktober 2016, Teknik Industri STTS mengadakan kuliah umun dan workshop tentang pengelan dan penanganan gigitan ular dalam dunia industri dengan narasumber Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.Em. dengan 2 rekannya dari Hepertologi Himbio departemen Biologi UNAIR.

_mg_3337

Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.EM. merupakan satu satunya orang Indonesia yang meneliti tentang gigitan ular di Indonesia dan telah bekerja sama dengan WHO (World Health Organization) untuk mendata kasus tentang gigitan ular selama beberapa tahun terakhir ini.

img_3225

Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak Tigor Tambunan selaku Kepala Jurusan Teknik Industri STTS. diisi dengan pengenalan ular. mlakukan simulasi penolongan pertama terhadap pasien GUB (Gigitan Ular Berbisa).
Terdapat 2 jenis ular yaitu berbisa dan tidak berbisa. Dimana sebenarnya ciri ciri ular berbisa dapat dikenali dari fisiknya. Ular berbisa memiliki bentuk kepala yang membentuk segitiga, memiliki corak atau beberapa sisik didekat kelopak mata yang menunjukan jenis ular tersebut.

img_3187
Ular berbisa juga digolongkan menjadi 2 jenis berdasarkan jenis bisa yang dihasilkannya. Ada ular berbisa dengan bisa berjenis Hemotoksin dan Neurotoksin. Hemotoksin merupakan bisa yang cukup mematikan karena menyerang sistem sirkulasi darah dan sistem otot serta dapat menyebabkan kerusakan jaringanan dan kelumpuhan permanen kemampuan bergerak otot, sedangkan bisa jenis Neurotoksin lebih mematikan dari Hemotoksin karena toksin jenis ini akan menyerang sistem syaraf yang menyebabkan lumpuhnya sistem pernafasan yang berarti oksigen akan terus berkurang, jika didiamkan maka akan menyebabkan kematian akibat gagal jantung yang terjadi.

Berikut merupakan contoh ular yang tidak berbisa, ini adalah jenis dari ular piton

img_3117

berikut adalah simulasi penolongan pertama GUB (gigitan ular berbisa)

_mg_3380

Kuliah Umum dan Workshop Teknik Industri STTS “SNAKE BITES”

1476194307570

Hello engineer, DON’T MISS IT!!

Akan diadakan kuliah umum dan workshop Teknik Industri STTS dengan tema “SNAKE BITES” yang akan memberikan pengenalan, penanganan dan kasus-kasus dalam dunia Industri oleh :
Dr. dr. Tri Maharani, M.Si, Sp.Em.
Accident & Emergency Departement Dungus Hospital, Madiun

Kamis, 20 Oktober 2016
13.00-15.00 wib
Gedung E-501 STTS

FREE buat SEMUA MAHASISWA STTS, TEMPAT TERBATAS‼️
Yuk buruan daftar, Pendaftaran bisa di :
Id line : anggreaniirizka (kak anggi)
Id line : windy22orista (kak windy)
Id line : ruthdeanita (kak ruth)

Ditunggu kehadirannya yaa!

 

 

Sharing Seputar Kerja Praktek

Pada hari Selasa 11 Oktober 2016 dilakukan sharing tentang pengalaman Kerja Praktek Oleh Giovan Jayanata dan Anse Rasmawati dari angkatan 2013 di ruang U-101 dalam mata kuliah Pengendalian Kualitas. Di sini mereka bercerita tentang apa yang mereka alami selama kerja praktek di perusahaan plastik khususnya pada bagian Produksi dan Quality Control.

1476161748084

Tidak hanya sharing mengenai Kerja Praktek ini, sekaligus memberi edukasi lebih kepada  mahasiswa angkatan 2015, bagaimana mengaplikasikan mata kuliah yang kita pelajari di Teknik Industri STTS dengan sistem kerja di suatu pabrik.

 

SERAH TERIMA JABATAN HIMATRIS 2016/2017

Pada tanggal 5 Oktober 2016, telah diadakan Serah Terima Jabatan dari kepengurusan Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HIMATRIS) Tahun 2015/2016 kepada kepengurusan Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HIMATRIS) tahun 2016/2017.

Acara dibuka dengan kata sambutan oleh Giovan Jayanata selaku Ketua HIMATRIS 2015/2016.

gio

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Ibu Pram Eliyah Y., M.T. selaku pembina HIMATRIS.

dsc03835

Acara berikutnya adalah pembacaan program kerja oleh Yesaya Ardirianto selaku Ketua HIMATRIS 2016/2017.

dsc03840

Kegiatan ini ditutup dengan perkenalan anggota HIMATRIS 2016/2017 dan foto jabat tangan Ketua HIMATRIS 2015/2016 dan Ketua HIMATRIS 2016/2017 secara simbolis sebagai berakhirnya masa jabatan HIMATRIS 2015/2016 dan dimulainya masa jabatan HIMATRIS 2016/2017.

1475726329505

Terima kasih kepada para panitia acara serah terima jabatan ini yang sudah berkontribusi.

 

Kunjungan Pabrik Maba Teknik Industri ke Campina

Campina

Senin, 22 Agustus 2016 lalu, 50 orang mahasiswa Teknik Industri STTS melakukan kunjungan pabrik (Factory Plant) ke PT. Campina Ice Cream Industry di kawasan Rungkut Industri (PIER) Surabaya.

Tujuan utama kegiatan ini adalah mengenalkan industri manufaktur kepada mahasiswa baru. Mahasiswa baru?! Lho, berarti ini rangkaian Ospek?! Iya, benar sekali. Itulah bedanya Jurusan Teknik Industri STTS. Sudah sejak belasan tahun, jurusan Teknik Industri STTS melakukan orientasi studi dan pengenalan kampus dengan cara-cara yang kreatif dan bermanfaat seperti ini. Tidak ada ajang ploncoan sedikitpun. Menarik, bukan?!

Tidak sembarang orang lho bisa masuk ke dalam sebuah pabrik, apalagi pabrik sekeren Campina ini. Di dalam pabrik ini mahasiswa baru diberi kesempatan untuk melihat isi gudang dan pabrik Campina.  Jadi, mereka bisa mengetahui bagaimana alur proses pembuatan es krim, termasuk “mencicipi” gudang penyimpanan es krim yang dinginnya alamaaaaaak. Di penghujung kegiatan, mahasiswa baru disuguhi es krim Campina. Sedaaaaap!

Itu baru di tahap Ospek jurusan atau yang dikenal dengan nama PEMTI. Kegiatan-kegiatan lain selama masa perkuliahan? Jelas jauh lebih menarik dan bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswa yang kelak akan jadi insinyur Teknik Industri STTS ini.

Berminat? 🙂

 

 

(PEMTI 2016) Membuat Robot Sederhana

Robot Sederhana

Seperti yang sudah berjalan selama 16 tahun terakhir, di tahun 2016 ini Program Studi Teknik Industri Sekolah Tinggi Surabaya (STTS) tetap berkomitmen menyelenggarakan orientasi studi dan pengenalan kampus (OSPEK) yang berorientasikan pada pengembangan kreatifitas, bebas dari segala bentuk perploncoan. Kali ini yang menjadi obyek kegiatan adalah pembuatan robot dengan bahan-bahan sederhana untuk mengeksplorasi kreatifitas mahasiswa baru teknik industri dalam memanfaatkan prinsip-prinsip dasar mekatronika yang nantinya akan diperdalam di perkuliahan.  Mekatronika sendiri adalah IPTEK yang memadukan antara ilmu mekanika, elektronika, dan informatika. Belakangan, mekatronika makin banyak digunakan dalam sistem produksi di industri-industri manufaktur modern di Indonesia.

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 30 mahasiswa baru, setelah mendapat penjelasan dari panitia pelaksana yang diketuai Byan Rega Zuhdi (mahasiswa Teknik Industri STTS angkatan 2014), mahasiswa baru merancang dan merakit robot sederhana menggunakan bahan-bahan sederhana seperti styrofoam, kayu, bambu, triplek, yang digerakkan dengan sistem mekatronika sederhana bertenaga batere atau adaptor (DC). Robot-robot ini kemudian akan dilombakan antar peserta dengan beberapa kriteria penilaian, seperti keunikan rancangan, kompleksitas mekanisme, dan kecepatan gerakan.

Kegiatan kreatif bidang teknik ini diharapkan dapat menjadi kegiatan “ice breaking” bagi setiap mahasiswa baru Teknik Industri STTS sehingga mereka dapat memasuki masa awal perkuliahan dengan semangat belajar yang tinggi dan gembira.

Link media massa:

http://surabaya.tribunnews.com/2016/08/23/mahasiswa-baru-sekolah-tinggi-teknik-surabaya-belajar-buat-robot-sederhana

http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2016/176069-Lomba-Robot-Mekatronika-Gantikan-Ploncoan-di-STTS

http://news.babe.co.id/8058774

http://www.enciety.co/ospek-stts-garap-robot-dengan-bahan-sederhana/

Tugas Proses Produksi

Video-video berikut ini adalah hasil karya mahasiswa Teknik Industri STTS (semester 2) yang telah mengikuti mata kuliah proses produksi (proses manufaktur).

Dalam mata kuliah ini, 1 atau 2 mahasiswa, merancang ulang sebuah alat transportasi darat (manual dan dengan bantuan komputer (CAD)), membuat partnya (dengan menggunakan mesin laser CNC), dan merangkainya (assembly) dengan menggunakan ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan selama perkuliahan berlangsung.

Proses pembuatan model Sepeda motor matic Honda Vario oleh Elga dan Faisal.

Proses pembuatan model Sepeda motor matic Honda CBR 150 R oleh Andre dan Ruddin

Proses pembuatan model mobil Toyota Avanza oleh Bayu dan Ivan

Proses pembuatan model Sepeda motor Kawasaki Z800 oleh Mattew dan Ellen

Proses pembuatan model Sepeda motor Vario Techno 125 oleh Narulita

(Surya Online – Surabaya Tribunnews) Bagaimana Meningkatkan Nilai Jual Barang Lewat Kemasan? Ini Prinsip Dasarnya

kemasan

SURYA.co.id | SURABAYA – Kemasan saat ini tak hanya untuk melindungi produk, kemasan juga menjadi unsur terpenting dalam peningkatan nilai jual.

Selain keamanan produk, kreasi dalam kemasan menjadi tugas lain produsen untuk menghasilkan produk yang unik.

Dosen Teknik Industri Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (iSTTS), Kelvin, mengatakan, banyak produk baru dalam bisnis makanan dan minuman.

Namun, baik produk dan kemasannya mudah ditiru orang. Karena itu, kemasan harus unik sehingga berbeda dengan yang lain.

”Harus dipaksa kreatif, packaging unik, tapi fungsi utama untuk melindungi produk tetap ada,” jelasnya.

Kelvin mendorong kreatifitas para mahasiswa melalui mata kuliah workshop design packaging.

Menurut dia, mendesain kemasan harus sesuai dengan tema produk. Khususnya desain untk produk makanan dan minuman.

Karena produk ini merupakan kebutuhan, kadang konsumen cenderung menilai penampilan kemasan sebelum rasa.

”Kalau untuk anak, ya fokus desain untuk anak,” jelasnya.

Untuk hadiah Lebaran, misalnya, cookies bisa dikemas sederhana dengan kertas sampul buku dan mika.

”Hasilnya justru lebih elegan, nilai jualnya bertambah,” katanya.

Bisa juga mendesain kemasan dengan mengusung tokoh film kartun populer.

Kelvin menyebut, tantangan dalam mendesain kemasan adalah visual. Visual atau tampilan kemasan harus dibuat semenarik mungkin sehingga bisa menarik minat pembeli.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendesain kemasan. Yakni, tema produk, sasaran pasar, bentuk kemasan, serta survei pasar.

”Laris untuk siapa, modelnya yang bagus seperti apa,” katanya. Yang pasti, melalui mata kuliah workshop design packaging, pihaknya mengajak mahasiswa teknik industri untuk berpikir kreatif meningkatkan nilai jual produk menjadi lebih bernilai.

SIASATI KEMASAN – Beraneka jenis kreasi kemasan sebagai penunjang penjualan beraneka produk hasil workshop packaging Tknik Industri diperkenalka di kampus iSTTS Surabaya. Desain ini sebagai bentuk meningkatkan suatu produk untuk menigkatkan daya tarik.

Link berita.