PETIS 2018 PESAWAT TEKNIK INDUSTRI 2018

Selasa, 7 Agustus 2018 Para Mahasiswa Baru Teknik Industri STTS 2018 melakukan kegiatan “Petis 2018”. Dalam acara kali ini para mahasiwa baru angkata 2018 diajak untuk membuat pesawat bertenaga karet. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengenalan Teknik Industri kepada Mahasiswa Baru Teknik Industri angkatan 2018.

Dengan dampingan para kakak tingkatnya mereka merakit pesawat dari bahan bahan yang telah disediakan. Cara kerja pesawat ini cukup mudah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat pesawat bisa terbang lama di udara, yaitu: Baling-Baling, Beban yang diberikan, Sayap, Arah angin. Melalui acara PETIS 2018 penyelenggara berharap persepsi bahwa “Ilmu teknik itu susah” berubah menjadi “Ilmu teknik itu sangatlah menyenangkan untuk dipelajari”. Diharapkan dengan diadakan acara ini para Mahasiswa Baru Teknik Industri 2018 dapat menikmati pembelajaran yang ada dengan cara yang menyenangkan dan juga efektif dan efisien

Advertisements

KUNJUNGAN KE PT. YAKULT INDONESIA

Senin, 6 Agustus 2018 Teknik Industri STTS mengadakan acara tahunan yaitu kunjungan study ke sebuah pabrik. Pada kesempatan kali ini Teknik Industri STTS berkesempatan mengunjungi salah satu pabrik minuman yang produknya cukup dikenal di Indonesia, yaitu ke PT. Yakult Indonesia. Pabrik ini terletak di Ngoro Industri Persada, Mojokerto, Jawa Timur

Peserta kunjungan adalah 40 orang. Peserta kunjungan ini diikuti oleh Mahasiswa Teknik Industri angkatan 2015 hingga Angkatan 2018. Kunjungan ini juga bermaksud mengenalkan kepada mahasiswa baru tentang kunjungan rutin yang diadakan di Teknik Industri STTS 1 Semester 2 kali

Mahasiswa STTS Buat Seni Akrilik, Desainnya Ikon Jembatan Sambut HUT Surabaya Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Mahasiswa STTS Buat Seni Akrilik, Desainnya Ikon Jembatan Sambut HUT Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA – Laboratorium teknik kerap identik dengan perkakas dan bengkel. Namun, sejumlah asisten laboratorium teknik dari Jurusan Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) mendekorasi laboratoriumnya dengan seni akrilik.

Mattew Lawrenta (21), asistan laboratorium mengungkapkan laborayorium bagi mahasiswa teknik bukan sekedar tempat praktek teori. Tapi banyak mahasiswa menghabiskan waktu luangnya di laboratorium.

Untuk itu, ia dan dua asisten laboratorium lain dan beberapa mahasiswa mendesain ulang laboratorium yang berada di lantai empat gedung L STTS.

“Untuk memberikan kesan modern dan seninya, kami memakai bahan akrilik yang diukir dan diberi cahaya LED,”ujarnya ketika ditemui, Kamis (26/4/2018).

Selain itu, pemilihan landscape yang diukir juga ditentukan. Mendekati ulang tahun Kota Surabaya mereka mengambil desain jembatan-jembatan ikonik kota Surabaya, seperti jembatan Suramadu hingga jembatan Jagir.

“Awalnya laboratorium belum terintegrasi dengan baik dan belum tertata rapi. Saat ini sudah ditata ulang. Sekaligus ikonik dan enak untuk belajar,”urainya.

Meskipun rapi, tetapi semua alat praktek juga tersimpan dalam laboratorium ini. Mulai dari alat CNC untuk memahat dan mengukir kayu, mesin laser cutting untuk buat acrilik dan 3D printing, ada juga mesin pres mug dan mesin bubut mini, serta mesin cutting stiker dan pres kaos.

“Ke depan kami akan memperbaiki laboratorium sebelah, agar alatnya bisa tertata dengan baik. Tetapi laboratorium satunya dikhususkan untuk pekerjaan berat,”lanjutnya.

Anggreani (21), mahasiswa semester enam mengungkapkan pengubahan laboratorium ini menjadikan mahasiswa punya tempat nyaman buat kumpul antar angkatan. Dan dengan diatur rapi, semua alat bisa digunakan dengan mudah.

Koordinator Pelaksana , Tigor Tambunan mengungkapkan pengembangan laboratorium ini sebagai bentuk tindakan variasi agar tidak hanya melulu teknik.

“Tugas saat variasi saja, mulai semester 2 sudah penguasan teknologinya. Tapi seni tak bisa dijauhkan, mereka suka photoshop dan fotografi makanya diaalurkan dalam dekorasi laboratorium,”lanjutnya.

Selain itu, kegiatan yang dinamakan Teknik Industri STTS-ArTech 2018 bertema Surabaya-Glowing in Technology, diharapkan dapat  meningkatkan kompetensi mahasiswa Teknik Industri dalam menggunakan teknologi terkini dalam dunia manufaktur.

“Sekaligus meningkatkan kreatifitas mahasiswa lewat penggalian potensi-potensi lokal, dan sudah pasti meningkatkan kecintaan mahasiswa jurusan Teknik Industri STTS terhadap karya-karya monumental bersejarah di Indonesia, khususnya Surabaya,”urainya.

Seni ukiran dalam akrilik ini juga disebut lukisan “cahaya”. Beberapa lukisan “cahaya” yang dipamerkan di antaranya Jembatan Suramadu, Pintu Air Jagir, Gedung Grahadi, Kantor Gubernur, Gereja Katedral, Masjid Akbar, Pura Agung Jagad Karana.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Mahasiswa STTS Buat Seni Akrilik, Desainnya Ikon Jembatan Sambut HUT Surabaya, http://surabaya.tribunnews.com/2018/04/26/mahasiswa-stts-buat-seni-akrilik-desainnya-ikon-jembatan-sambut-hut-surabaya.
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin

PT. PETROKIMIA GRESIK

Selasa, 5 Maret 2018 Mahasiswa-Mahasiswi Teknik Industri STTS melakukan kunjungan study ke PT. Petrokimia Gresik, Jawa Timur. Kunjungan study ini merupakan salah satu program kerja Teknik Industri yang dilakukan setiap semester.

PT. Petrokimia adalah salah satu pabrik yang menghasilkan pupuk terbanyak di Indonesia, selain itu PT. Petrokimia ini merupakan salah satu lembaga BUMN. Perusahaan ini dibangun sejak zaman bapak presiden ke 2. PT. Petrokimia merupakan pabrik dengan peran penting dalam Negara Indonesia dalam masalah Pupuk.

Pupuk yang dihasilkan di Petrokimia ini bermacacam-macam. Selain itu PT. Petrokimia ini bekerja sama dengan beberapa perusahaan dan warga sekitar. Selain itu PT. Petrokimia sangat berperan aktif dalam koperasi di daerah mereka.

KULIAH UMUM TEKNIK INDUSTRI STTS

Rabu, 28 Maret 2018 mahasiswa STTS khususnya Teknik Industri kedatangan tamu spesial yang berasal dari Jerman. Pada kesempatan kali ini mahasiswa-mahasiswi Teknik Industri STTS akan mendapatkan ilmu secara langsung oleh pembicara kita yang berasal dari jerman yang bernama Fransiska Bernlochner – University of applied sciences Ingolstadt.

Pada kuliah umum kali ini selain dihadiri oleh seluruh mahasiswa Teknik Industri juga dihadiri oleh dosen dosen Teknik Industri. Pada kuliah umum kali ini kita membahas seputar dunia otomotif dan beberapa perbedaan Teknik Industri di Jerma dengan di Indonesia. Kuliah umum kali ini kita mendapatkan beberapa ilmu yang berharga kita lebih mengenal dunia otomotif yang ada di Jerman dan di Indonesia

KARAKTER MANUFAKTUR GLOBAL : Manufaktur Awan, Manufaktur Zaman Now

Tatanan industri manufaktur global benar-benar ‘kacau balau’ akibat perubahan teknologi yang sangat cepat dan tak terduga arahnya. Internet of Thing (IoT) dan Cyber-Physical Systems (CPS) sudah menyentuh seluruh sendi kegiatan industri manufaktur di banyak negara maju. Pemanfaatannya berkembang luar biasa. Yang awalnya untuk memonitor kondisi produksi di tempat jauh, saat ini benar-benar digunakan untuk mengendalikan jalannya produksi lintas batas geografi.

Stanley Black and Decker, perusahaan manufaktur pembuat alat pertukangan terbaik di dunia versi The Hartford Couran, menerapkan IoT untuk mengawasi salah satu kegiatan produksinya di Meksiko, langsung dari kantornya di AS. Teknologi blockchain –awalnya digunakan industri keuangan–dipadukan dengan IoT berhasil mengurangi berbagai pemborosan operasional dan kegiatan perawatan pesawat di industri penerbangan. Boeing salah satu penggunanya.

Sampai 2010-an, robotika dengan kemampuan operasional serba otomatis masih jadi bayangan sistem manufaktur masa depan. Ide awalnya, robotika disiapkan sebagai pengganti peran manusia dalam sistem produksi skala besar, fokus pada replikasi dan pemenuhan standarisasi. Realita tampaknya akan sangat berbeda sejak kehadiran Cobotic (colaborrative robotic).

Cobot dihadirkan manusia sebagai ‘teman mekanik’ yang siap membantu dirinya dengan cepat, akurat, dan pintar. Belum usai decak kagum terhadap aplikasi teknologi 3D printing yang makin luas, peneliti MIT menghadirkan teknologi yang lebih dahsyat yaitu 4D printing (shape-morphing system). Teknologi ini memampukan sebuah produk membentuk atau merakit dirinya sendiri secara otomatis (self-assembled) saat bereaksi dengan material atau karakteristik lingkungan tertentu.

Siapa yang tidak kenal Just in Time atau The Toyota Way? Beberapa tahun lalu, konsep manajemen manufaktur yang ‘memaksa’ sebuah pabrik memiliki zero inventory ini kerap menimbulkan perasaan was-was bagi para pemasoknya. Sekarang? Just in Time menjadi filosofi yang sangat normatif dalam bisnis manufaktur di era milenial, bahkan bagi perusahaan skala kecil dan menengah.

Setiap produk dapat diproduksi berapa saja dan kapan saja (manufacturing on demand). Ibarat hantaman gelombang laut yang bernafsu mengubah wajah pantai, perkembangan teknologi yang sangat cepat dan signifikan sejak jauh hari sudah diprediksi akan mengubah wajah model sistem manufaktur dunia.

Tapi ternyata ada fenomena lain yang tidak kalah menarik, yaitu bagaimana cara warga penghuni ‘pantai’ manufaktur menyikapinya. Ogah terus menerus didikte perubahan teknologi, para pelaku manufaktur berinisiatif memodifikasi wajah pantai (baca: sistem manufaktur) untuk menghantam balik tsunami teknologi. Pengetahuan, konektivitas, dan berbagi sumber daya yang diadopsi dari cloud computing jadi senjata utama mereka.

Bo Hu Li dan Lin Zhang (2010) menyebut konsep ini Cloud Manufacturing (CMfg) atau manufaktur awan. Tidak berhenti pada ‘berbagi’ soft resource, konsep ini berlanjut pada sistem berbagi hard resource. Serupa dengan yang dilakukan AirBnB di sektor industri hospitality atau Uber di sektor transportasi, siapa saja orang yang memiliki sumber daya relevan, asal terhubung dalam jaringan manufatur (networked manufacturing), dapat menjadi pengusaha manufaktur tanpa harus memiliki pabrik secara utuh!

Seperti struktur breakwater di lepas pantai, langkah strategis ini sepertinya bakal ampuh ‘memecah’ gelombang teknologi dan memaksa produsen teknologi ikut beradaptasi. Mau tidak mau, para pengembang teknologi mesti berlomba mengembangkan 3D printing, cobots, mesin CNC, RFID, ERP, dan lainnya untuk kepentingan ‘usaha’ manufaktur berskala kecil dan menengah! Kalau sudah begini, siapa ‘mengacaukan’ siapa?

Berbagi dan Konektivitas

Karakteristik sistem manufaktur awan sangat berbeda. Sumber daya besar dipecah dan disebar, sementara sumber daya kecil diintegrasikan. Tergantung situasi dan kondisi pasar. Internet menjadi salah satu teknologi ‘ajaib’ yang mampu mengkomunikasikan dua strategi manajemen sumber daya berlawanan ini secara bersamaan.

Biaya tetap (fixed cost) pengelolaan sumber daya diminimalkan, waktu proses dipersingkat. Skalabilitas dan ketersediaan sumber daya menjadi kriteria seleksi input produksi yang sangat penting. Secara fisik, material-material di era Revolusi Industri 4.0 ini makin ringan dan mudah dibentuk. Namun kekuatan mekaniknya makin besar.

Perkembangan teknologi dan ilmu bahan sangat memungkinkan hal tersebut. Graphene salah satunya. Dimensi fisik fasilitas produksi dan piranti industrial material handling makin kecil tapi kapabilitasnya makin besar dengan fleksibilitas gerakan multi-axis meningkat drastis.

Bagaimana dengan sumber daya manusia? Sampai 2015-an lalu, (mungkin) banyak perusahaan masih ‘menyombongkan diri’ sebagai perusahaan yang dicari setiap calon pekerja. Sekarang? perusahaan mulai bingung mencari pekerja berkeahlian yang notabene generasi Z angkatan pertama. Kompetensi pekerja dari generasi ini makin banyak yang bersifat tacit alias tersembunyi, sukar dipelajari secara formal.

Secara organisasional, ukuran perusahaan manufaktur makin kecil. Struktur makin datar, rentangnya kendalinya makin sempit. Lebih dari sekadar eksternalisasi atau outsourcing yang penuh potensi konflik industrial, fungsi-fungsi primer seperti inbound logistic, produksi, outbound logistic, pemasaran, dan pelayanan konsumen di zaman manufaktur awan benar-benar tercerai berai dari struktur fungsional perusahaan manufaktur konvensional.

Sistem persediaan bahan baku dan barang mulai hilang, diganti fungsi logistik multi kapasitas-tepat waktu yang bisa disediakan siapa saja di luar organisasi. Forecasting dan penjadualan produksi lagi-lagi akan ditangani kolaborator yang sangat pintar yaitu Internet.

Siapa pun dengan keahlian desain, manajemen, dan segudang soft-skill lainnya dapat berperan sebagai operator atau kontributor mata rantai pendukung dalam jejaring manufaktur awan dengan tingkat keamanan digital yang sangat tinggi.

Siapa pun dapat ‘meminjamkan’ sumber daya yang dimilikinya untuk kepentingan manufaktur. Semakin kreatif mengatur kapasitas sumber daya, makin tinggi kemampuan pemilik sumber daya meningkatkan nilai tambah ekonomi di setiap aktifitasnya.

Manufaktur awan adalah wajah baru sistem manufaktur global. Pengetahuan adalah energi dasarnya, berbagi sumber daya (resource sharing) dan konektivitas cerdas jadi mekanisme utamanya. Tingkat efisiensi dan efektifitas bukan lagi dua parameter kinerja produksi yang bertentangan. Dalam manufaktur awan, keduanya menjadi mungkin untuk disandingkan.

Paradigma model manufaktur awan adalah jasa, bukan lagi produksi. Value chain telah terdekonstruksi. Bertransformasi menjadi Cloud Based Value Chain yang sangat fleksibel dan adaptif. Lupakan strategi penciptaan tembok-tembok regulasi yang sangat resistif, apalagi represif karena hanya membuat produk manufaktur kita jadi tidak kompetitif.

Mau tidak mau, siap tidak siap, manufaktur awan adalah manufaktur zaman now.

Sumber

 

DRAGON GOES TO CAMPUS 2018

DRAGON GOES TO CAMPUS 2018 (DGC2018)
Dalam menyambut dan memeriahkan datangnya “Lunar New Year 2569”, Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (iSTTS) meluncurkan suatu program ekslusif , “Dragon Goes to Campus 2018” (DGC 2018). Berlaku untuk siswa SMA dengan shio Naga yang ingin mendaftar di iSTTS dengan rentang waktu kelahiran 23 Januari 2000 hingga 5 Februari 2001. Fasilitas istimewa yang didapatkan adalah potongan biaya USP sebesar 40% dan Free Biaya Pendaftaran sebesar Rp.300.000,00. Dan sebagai tambahan akan mendapatkan sebuah Flash disk Shio edisi khusus bagi yang telah melakukan daftar ulang. Program studi yang bisa diikuti adalah S1-Teknik Elektro, S1-Teknik Informatika, S1-Teknik Industri, S1-Sistem Informasi Bisnis, S1-Desain Komunikasi Visual, S1-Desain Produk dan D3-Manajemen Informatika. Tawaran istimewa ini berlaku dari tanggal 1 – 28 Februari 2018. Jangan lewatkan kesempatan baik ini #istts #halostts #stts #sekolahtinggitekniksurabaya #surabaya #jawatimur #jatim #kampus #kampus Surabaya #pendaftaran #kampusswasta #pts #ptssurabaya #kehidupanmahasiswa #mahasiswa #mahasiswasurabaya #dragongoestocampus #imlek #imlek2018 #sincia #sincia2018 #promotion #promosi #februari #february #giveaway #giveaways #promofeb #promofebruari #promofebruary #eventsurabaya

Tugas Perencanaan dan Perancangan Produk 2017

Ini ada beberapa video hasil tugas dari mata kuliah “Perencanaan dan Perancangan Produk 2017”. Tema di tahun ini yaitu alat transportasi barang, mahasiswa diminta untuk merancang ulang alat-alat transportasi barang agar lebih efektif efisien, dengan menggunakan metode Value Engineering.

Kunjungan ke Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia

Kali ini mahasiswa-mahasiswi Teknik Industri STTS lagi berkunjung nih ke Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia, yang ada di kawasan Sidoarjo Jawa Timur.

Kalo foto-foto yang dibwah ini, kita lagi diajak berkeliling di hall tempat pembuatan sepatu mereka nih, banyak contoh model sepatu dan mesin-mesin untuk membuat sepatu

Setelah puas berkeliling di hall tempat pembuatan sepatu kini saatnya ke tempat berikutnya. Tempat berikutnya yaitu tempat pengujian kualitas sepatu-sepatu, untuk mengecek ketahanan sepatu, kualitas bahan baku, dll. Disini banyak mesin-mesin khusus untuk pengecekan kualitas.

Tempat berikutnya yang kami lihat yaitu Tempat para designer-designer dari BPIPI ini mendesain sepatu-sepatu yang unik.

Kunjungan ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dari pohak Teknik Industri STTS dan BPIPI

SOEMPAH PEMOEDA

 

Sabtu, 28 Oktober 2017 seluruh warga Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda merupakan merupakan hari dimana keputusan dari Kongres Pemuda 2. keputusan ini merupakan cita cita dari seluruh pemuda pemudi Indonesia yaitu “Tanah Air Indonesia”, “Bangsa Indonesia”, “Bahasa Indonesia”.

Acara Sumpah Pemuda ini pasti sering diadakan setiap tahunnya, Salah satunya adalah jurusan Teknik Industri STTS. Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda mahasiswa-mahasiswi Teknik Industri mengadakan lomba menghias pizza dengan toping makanan khas Indonesia dan Cooking Class membuat pizza yang dibantu oleh pihak Laziza. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2017

Acara ini diikuti oleh semua jurusan yang ada di STTS. Selain mahasiswa dan mahasiswi acara cooking class juga diikuti oleh para dosen STTS. Seluruh warga STTS sangat antusias mengikuti acara ini. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bu Pram. Lalu acara dilanjutkan dengan cooking class dan dimulainya acara lomba menghias pizza. Setelah para peserta lomba dan cooking class membuat pizza mereka mendaptkan pizza mereka sendiri dan juga mereka mendapatkan es krim yang dibagikan oleh pihak laziza. Acara dilanjutkan cooking para peserta lomba. Setelah cooking class para peserta lomba saatnya pembacaan juara lomba. Setelah pengumuman dilanjutkan dengan foto bersama dengan para pemenang, peserta, bapak ibu dosen dan juga para panitia. Acara ini berjalan dengan lancar dan baik