Kunjungan ke Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia

Kali ini mahasiswa-mahasiswi Teknik Industri STTS lagi berkunjung nih ke Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia, yang ada di kawasan Sidoarjo Jawa Timur.

Kalo foto-foto yang dibwah ini, kita lagi diajak berkeliling di hall tempat pembuatan sepatu mereka nih, banyak contoh model sepatu dan mesin-mesin untuk membuat sepatu

Setelah puas berkeliling di hall tempat pembuatan sepatu kini saatnya ke tempat berikutnya. Tempat berikutnya yaitu tempat pengujian kualitas sepatu-sepatu, untuk mengecek ketahanan sepatu, kualitas bahan baku, dll. Disini banyak mesin-mesin khusus untuk pengecekan kualitas.

Tempat berikutnya yang kami lihat yaitu Tempat para designer-designer dari BPIPI ini mendesain sepatu-sepatu yang unik.

Kunjungan ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dari pohak Teknik Industri STTS dan BPIPI

Advertisements

SOEMPAH PEMOEDA

 

Sabtu, 28 Oktober 2017 seluruh warga Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda merupakan merupakan hari dimana keputusan dari Kongres Pemuda 2. keputusan ini merupakan cita cita dari seluruh pemuda pemudi Indonesia yaitu “Tanah Air Indonesia”, “Bangsa Indonesia”, “Bahasa Indonesia”.

Acara Sumpah Pemuda ini pasti sering diadakan setiap tahunnya, Salah satunya adalah jurusan Teknik Industri STTS. Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda mahasiswa-mahasiswi Teknik Industri mengadakan lomba menghias pizza dengan toping makanan khas Indonesia dan Cooking Class membuat pizza yang dibantu oleh pihak Laziza. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2017

Acara ini diikuti oleh semua jurusan yang ada di STTS. Selain mahasiswa dan mahasiswi acara cooking class juga diikuti oleh para dosen STTS. Seluruh warga STTS sangat antusias mengikuti acara ini. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bu Pram. Lalu acara dilanjutkan dengan cooking class dan dimulainya acara lomba menghias pizza. Setelah para peserta lomba dan cooking class membuat pizza mereka mendaptkan pizza mereka sendiri dan juga mereka mendapatkan es krim yang dibagikan oleh pihak laziza. Acara dilanjutkan cooking para peserta lomba. Setelah cooking class para peserta lomba saatnya pembacaan juara lomba. Setelah pengumuman dilanjutkan dengan foto bersama dengan para pemenang, peserta, bapak ibu dosen dan juga para panitia. Acara ini berjalan dengan lancar dan baik

 

Hari Batik Nasional Ala STTS

Senin, 2 Oktober 2017 adalah Hari Batik Nasional. Seluruh Rakyat Indonesia ikut serta dalam merayakan Hari Batik Nasional, salah satunya seluruh warga STTS. Sebagai salah satu negara Indonesia kita harus mencintai budaya Indonesia salah satunya Batik. Batik merupakan aset Bangsa Indonesia yang sangat berharga. Batik ini sendiri sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan dari Indonesia.

Kita, Warga Teknik Industri ikut serta merayakan Hari Batik Nasional dengan cara memakai batik di hari Senin, 2 Oktober 2017 dan juga HIMATRIS STTS mengadakan event “Mahasiswa Teknik Industri Cinta Batik”. Acara dalam event tersebut adalah membatik bersama sesama mahasiswa Teknik Industri, selain membatik beberapa mahasiswa Teknik Industri menampilkan tarian khas Surabaya yaitu “Rek Ayo Rek”.

Pertama-tama Acara dimulai dengan sambutan dari Pak Tigor. Acara selanjutnya dilanjutkan dengan acara membatik bersama dengan Mahasiswa Teknik Industri dan pembagian jajanan-jajananan tradisional. Disela-sela acara para Mahasiswi Teknik Industri menampilkan tarian khas Jawa timur. Acara membatik ini diikuiti dengan antusias oleh seluruh mahasiswa-mahasiswi STTS dan juga para Dosen STTS

Acara ditutup dengan foto bersama seluruh oleh seluruh warga Teknik Industri STTS dan juga Dosen Teknik Industri STTS. Acara yang diadakan oleh HIMATRIS STTS berjalan dengan lancar tanpa ada musibah yang ada.  

SERTIJAB HIMATRIS TAHUN 2017/2018

Kamis, 28 September 2017 lalu, pukul 16.00 – 17.00 WIB telah dilaksanakannya acara “Serah Terima Jabatan HIMATRIS 2017/2018” di gedung U4 Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS)

Dengan selesainya acara ini maka kepengurusan HIMATRIS STTS tahun 2017/2018 sudah berakhir dan digantikan oleh pengurus HIMATRIS tahun 2017/2018. Acara ini sendiri dihadiri oleh Ibu Pram Eliyah Yuliana, S.T., M.T. selaku Pembina HIMATRIS dan juga Bapak S. Tigor B. Tambunan, S.T., M.M. Selaku Ketua Prodi Teknik Industri STTS.

Pertama-tama acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Tigor dilanjutkan dengan Bu Pram. Setelah sambutan dari kedua dosen di lanjutkan dengan sambutan dari Ketua HIMATRIS 2016/2017 dan Ketua HIMATRIS 2017/2018. Setelah Sambutan acara dilanjutkan dengan memberikan jabatan kepada pengurus HIMATRIS baru secara simbolis yang diwakilkan oleh Ketua Pengurus HIMATRIS 2016/2017 dan Ketua Pengurus HIMATRIS 2017/2018. Dengan demikian masa jabatan kepengurusan HIMATRIS 2016/2017 berakhir dan digantikan oleh pengurus HIMATRIS 2017/2018. Pengurus HIMATRIS 2016/2017 juga menayangkan dokumentasi-dokumentasi dari program kerjanya yang sudah terlaksana selama 1 periode.

Setelah penayangan video para pengurus HIMATRIS 2016/2017 dan pengurus HIMATRIS 2017/2018 berfoto bersama. Para dosen yang hadir juga sempat memberikan selamat kepada para pengurus HIMATRIS 2017/2018 sebagai tanda selamat atas terpilihnya mereka sebagai pengurus HIMATRIS 2017/2018

ARTIS 2017 AKSI ROKET-AIR TEKNIK INDUSTRI STTS 2017

IMG_9224Sabtu, 19 Agustus 2017 lalu, pukul 10.00-12.00 WIB di halaman depan Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS). Mahasiswa Baru 2017 Jurusan Teknik Industri STTS melakukan kegiatan dengan tema “Belajar Ilmu Teknik Itu Sangat Menyenangkan!”

Sekaligus memeriahkan HUT ke 72 Keerdekaan Republik Indonesia, kegiatan Aksi Roket Air Teknik Industri STTS yang disingkat ARTIS 2017 ini dijadikan ajang lomba kreatifitas dan pemahaman konseptual ilmu fisika antar mahasiswa baru jurusan Teknik Industri STTS. Dalam acara ARTIS 2017 ini, puluhan maba jurusan Teknik Industri STTS yang sedang mengikuti masa orientasi pengenalan jurusan, belajar bagaimana menerapkan salah satu hukum dasar ilmu fisika yaitu hukum Newton tentang aksi reaksi dalam pembuatan dan peluncuran roket air (water rocket).

 

Dengan didampingi kakak tingkatnya, mahasiswa baru jurusan Teknik Industri STTS belajar membuat roket air, alat peluncur roket (launcher), dari bahan-bahan sederhana yang relatif mudah diperoleh dimanapun, seperti botol bekas air minum dalam kemasan, pipa PVC, cable ties, kantong plastik, lem, dsb.

 

Setiap kelompok terdiri dari dua sampai tiga orang, merakit roket sedemikian rupa sesuai konsep dasarnya, kemudian melapisinya dengan cat air dan beberapa bahan lain sehingga menyerupai roket atau figur-figur futuristik yang menarik untuk dilihat ketika diluncurkan.

 

This slideshow requires JavaScript.

Sesuai namanya, roket air tersebut diisi air, kemudian dipasang ke alat peluncur (launcher) yang dibuat sendiri oleh mahasiswa jurusan Teknik Industri STTS. Salah satu bagian dari launcher dihubungkan dengan selang pompa udara. Udara dipompakan ke dalam roket berisi air. Setelah tekanan udara didalam roket dirasa cukup besar, penjepit roket dilepas, dan roket pun meluncur ke atas dengan kecepatan tinggi, sambil menyemburkan air yang diberi pewarna.

 

Momen semburan air ini selalu menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap aksi roket air yang diluncurkan. Tidak jarang mahasiswa jadi basah kuyup terkena semburan air. Gelak tawa dan sorak sorai selalu mewarnai acara peluncuran roket air.

 

This slideshow requires JavaScript.

Kelompok yang berhasil merancang roket dengan bentuk paling unik dan berhasil mendarat paling lama roketnya, akan mendapat hadiah berbagai makanan ringan dari panitia penyelenggara.

IMG_9227.JPGMelalui acara Aksi Roket-air Teknik Industri STTS 2017, pelaksana kegiatan berharap persepsi masyarakat bahwa “ilmu teknik adalah ilmu yang susah dipelajar” berubah menjadi “ilmu teknik adalah ilmu yang menyenangkan untuk dipelajari”. Persepsi dan mindset seperti ini harus terus dibentuk karena Indonesia sangat membutuhkan banyak ahli-ahli teknik / insinyur teknik industri untuk memajukan perindustrian Indonesia. Pembelajaran ilmu teknik industri bisa dinikmati oleh siapapun, asal dengan cara yang efektif dan menyenangkan!

Kunjungan PT. Amerta Indah Otsuka (Pocari Sweat) 2017

Jumat 18 Agustus 2017 lalu, sebanyak 50 mahasiswa Teknik Industri STTS melakukan kunjungan pabrik ke PT. Amerta Indah Otsuka/ Pocari Sweat.

Sudah menjadi sebuah tradisi di Teknik Industri STTS untuk mengenalkan sejak dini industri manufaktur pada mahasiswa baru.  Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu rentetan acara Pembinaan Mahasiswa Baru Teknik Industri (PEMTI 2017).

International Workshop “Production System Simulation” bersama Dr. Benny Tjahjono, M.Sc. ( Crandfield University UK )

Dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional 2017,  Jumat 5 Mei 2017, jurusan Teknik  Industri  STTS,  menyelenggarakan  acara  bertajuk  “Pembelajaran  Kreatif  dan  Simulasi  Lean  Production System”. Tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini adalah meningkatkan kapabilitas  mahasiswa Jurusan Teknik Industri STTS dalam mengelola sistem produksi di industri manufaktur  modern.

Dalam acara yang dipandu oleh Dr. Benny Tjahjono, M.Sc, dosen dan peneliti senior dari Cranfield  University‐UK, mahasiswa jurusan Teknik Industri STTS akan dibekali pengetahuan dan keahlian  tentang Lean Production System yang akan sangat mereka butuhkan saat masuk ke dunia kerja,  khususnya  ketika  berhadapan  dengan  insinyur‐insinyur  dari  negara  lain  di  era  pasar  bebas,  termasuk MEA.

Sesuai skenario pembelajaran kreatif yang dirancang Benny Tjahjono –yang juga alumni STTS‐  tujuh belas mahasiswa jurusan Teknik Industri STTS dari berbagai semester membentuk  sebuah kelompok yang telah diatur sedemikian rupa secara melingkar agar dapat menjalankan  sebuah sistem produksi dalam industri manufaktur yang lean (ramping). Kegiatan ini menjadi  semakin menarik karena obyek yang digunakan justru mainan bongkar pasang (Lego) yang biasa  digunakan oleh anak‐anak. Metode pembelajaran yang “fun” ini, ternyata telah diterapkan di  banyak negara maju, tidak hanya di perguruan tinggi tapi juga di industri manufaktur besar. Lewat  proses  merakit  lego,  mahasiswa  akan  melihat  bagaimana  transportasi  material  di  pabrik,  keberadaan  stok  (inventory),  gerakan  (motion),  menunggu  (waiting),  over  processing,  over  production,  dan  cacat  pada  produk  (defect)  mempengaruhi  efektifitas  dan  efisiensi  sistem  produksi.

Kegiatan simulasi sistem produksi hasil kerjasama Jurusan Teknik Industri STTS, Kantor Urusan Internasional  STTS, dan Cranfield University‐UK ini ditonton langsung oleh puluhan mahasiswa dan dosen di sekitar area
kegiatan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang  bersifat observasional.

Acara dibuka dengan sambutan oleh bapak Tigor selaku Ketua Prodi Teknik Industri STTS

Setelah setiap mahasiswa Teknik Industri STTS telah mendapatkan perannya masing-masing barulah Mr. Benny (sapaan akrab) menjelaskan bagaimana permainan tersebut akan berjalan. Pertama-tama Mr. Benny menjelaskan peran dari Master Scheduler  yang berperan untuk memeritahukan jadwal perencaan produksi kepada bagian Machining. Machining memiliki peran untuk memproduksi barang setengah jadi yang nantinya akan didistribusikan kepada bagian Assembly untuk dirakit. Assembly berperan aktif dalam proses perakitan suatu produk yang dalam perakitannya harus sesuai dengan urutan perakitan yang benar. Setelah proses perakitan selesai (Assembly) proses selanjutnya adalah Heat Treatment yang merupakan proses terlama dalam kegiatan ini, Heat Treatment merupakan sebuah proses peng-ovenan suatu produk yang membutuhkan waktu sebanyak 80 detik. Proses Heat Treatment selesai, barulah produk tersebut dikirimkan ke bagian Quality Control (QC) yang memiliki tugas untuk meng-inspeksi suatu produk dengan standart yang telah ditetapkan dengan tujuan mencapai kualitas yang diharapkan. Setelah produk diseleksi oleh pihak Quality Contol dan produk tersebut telah masuk lolos, maka tahap selanjutnya adalah produk tersebut dikirimkan ke bagian Warehouse untuk nantinya dikirimkan ke Customer. Namun jika produk gagal lolos pada proses pengecekan kualitas, maka produk tersebut nantinya akan di kembalikan ke bagian Assembly untuk diproses kembali.

Ada juga peran yang lain diantaranya, Store yang bertugas sebagai supplier bahan baku yang menyediakan keperluan bahan baku kepada perusahaan. Ada juga Material Handling yang berperan sebagai penyalur material kepada beberapa divisi diantaranya Machining, Assembly, Heat Treatment, Warehouse, Store. Pada saat permainan dimulai, Factory Director berperan untuk mengecek dan mengatur jalannya produksi dari awal sampai akhir. Dan pada setiap akhir permainan, Accountant bertugas untuk menghitung berapa banyak data yang diperoleh antara lain: On Time, Late, Not Met, Work in Progress, Finish Good Inventory, Lead Time, dan juga Reject.

Permainan tersebut memiliki 4 babak, Pada babak pertama seluruh pemain bermain pada porsinya masing-masing dan ternyata hasil yang dicapai sangatlah jauh dari kata baik. Hal itu dikarenakan Standart Operating Procedure (SOP) yang kurang baik membuat pekerja kesulitan dalam mengerjakan pekerjaannya. Dan hal yang kedua adalah dari Batch Size yang terlalu besar menyebabkan persediaan gudang dengan permintaan customer mengalami collapse.

Pada Babak kedua dimulai dengan penggantian SOP yang lebih baik dan mengecilkan ukuran Batch, Hasil dari babak kedua mendapatkan hasil yang lumayan baik daripada pada babak pertama, Namun hal itu belum cukup, masih ada yang harus diperbaiki karena pada saat babak kedua berjalan banyak produk yang gagal lolos dalam tahap penyeleksian oleh QC.

Babak ketiga dimulai dengan menghapus peran QC dan diganti dengan istilah QA (Quality Assurance) dimana QA dapat menyeleksi sendiri produk tersebut baik atau layak lolos untuk proses selanjutnya. Dan hasil dari babak ketiga ini memang cukup signifikan namun ternyata masalah kembali muncul, yaitu pada bagian Heat Treatment, Kenapa? karena pada bagian Heat Treatment , oven yang digunakan hanya dapat berjalan ketika produk yang akan dioven berjumlah 8 dan juga waktu yang dibutukan sangat lama yaitu 80 detik.

Babak keempat dimulai dengan banyak penyesuaian, yang pertama adalah perubahan layout yang lebih baik guna mendekatnya proses satu ke proses yang lainnya. Lalu pemberian batas maximum sebuah proses untuk membatasi produksi suatu barang yang dapat mengakibatkan over stock atau over process. Dan juga penggantian mesin oven yang baru dimana oven dapat digunakan jika sudah ada dua produk yang akan dioven dan dengan waktu peng-ovenan sebesar 20 detik. Dan hasil dari babak keempat sangat baik, karena tidak ada barang yang tidak tepat waktu dan meminimalkan Work in Progress serta produk yang di reject.

  

Pada permainan ini menerapkan sistem produksi Just In Time dimana sistem tersebut telah diterapkan banyak perusaahan besar Jepang. Keunggulan dari sistem Just In Time adalah mengurangi kerugian akibat menimbun barang, mempermudah proses pengendalian produksi, memperkecil scrap yang terjadi dalam setiap proses. Sedangkan kelemahan dari sistem Just In Time adalah proses ini tidak efektif digunakan untuk memprouksi produk dengan varian yang begitu banyak karena nantinya akan merubah susunan layout yang telah dibuat, pada saat perusahaan menerima banyak permintaan akan sangat sulit untuk memenuhi permintaan tersebut.

Acara ditutup dengan foto bersama Mr. Benny, Bapak dan Ibu dosen Teknik Industri, dan Mahasiswa Teknik Indutsri STTS.

Selangkah Lagi Menuju Sarjana Teknik Industri

Tugas Akhir, kira-kira apa yang ada dipikiran anda kalo mendengar kata Tugas Akhir? sulit? revisi? atau yang lain? sebagai mahasiswa pasti tau

Tugas Akhir adalah karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa setiap program studi berdasarkan hasil penelitian suatu masalah yang dilakukan secara seksama dengan bimbingan dosen pembimbing. Tugas akhir merupakan salah satu persyaratan kelulusan mahasiswa. Tugas Akhir (TA) adalah salah satu mata kuliah (MK) wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana (S1) di Program Studi Teknik Industri STTS. TA bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam merancang, memperbaiki dan menginstalasi sistem integral dengan mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman mengenai disiplin ilmu Teknik Industri. berikut adalah cerita dari mahasiswa Teknik Industri STTS yang baru saja menyelesaikan Tugas Akhir

Annisaa Pristianti Waharni Putri dengan Dosen pembimbing Bapak S.Tigor B. Tambunan, S.T., M.M

“APPLICATION OF HIRARC METHOD ON THE PRODUCTION PROCESS OF ROCKY ROOFTILE AT PT. KAA MOJOKERTO” dengan tema K3

Mengapa mengambil tema K3? “karena K3 merupakan aspek terpenting pada suatu organisasi/perusahaan, dimana sistemnya harus menjadikan lingkungan dan kondisi kerja harus dibuat seaman dan senyaman mungkin demi kelangsungan hidup pekerja di tempat kerja”.

mengapa di PT. KKA? “karena PT. KKA merupakan perusahaan tempat saya melakukan Kerja Praktek selama bulan februari 2016. kala itu saya di utus perusahaan untuk melakukan analisa K3 di bagian produksi yang paling berbahaya yaitu proses produksi Genteng R yang di proses di Gudang 9. analisa saya lakukan secara singkat, yang mana analisa tersebut akan digunakan perusahaan sebagai wacana dalam memperbaiki kualitas kondisi kerja”.

Apa yang menyebabkan proses produksi Genteng R dikatakan paling berbahaya? “pada keseluruhan proses produksi (pembuatan hollow, atap, deck, truss, dll), Genteng R merupakan proses produksi genteng yang berkecimpung dengan bahan kimia diantaranya lem dan cat. Kondisi Gudang 9 yang penuh debu dan ventilasi yang kurang juga menambah ketidaknyamanan pekerja dalam melakukan pekerjaannya. Kemudian seluruh aktivitas kerja dilakukan secara menual dan pekerja tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) sesuai standar”.

Apa kesulitan membuat TA ? “kalau konsen sama rajin ngerjainnya ya 2-3 bulan selesai, Masalahnya penyakit mahasiswa semester tua yang bikin lama, sulitnya pas waktu disuruh desain autocad gudang 9, soalya lupa sama autocad”. kata kak annisaa

Giovan Jayanata dengan Dosen pembimbing Ibu Sri Rahayu, S.T., M.T.

“THE EFFECT OF IMPROVEMENT OF MATERIAL HANDLING FACILITY TO THE NUMBER OF WORKERS IN CV.AP SURABAYA”

Latar belakang : CV. AP, diduga mendapat permasalahan pada jumlah tenaga kerja yang kurang tepat pada divisi karyawan produksi. Dan juga adanya masalah tentang material handling produk jadi, dari mesin ke gudang penyimpanan. maka dari itu Metode analisis beban kerja akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pencatatan waktu (time study) serta penambahan Belt Conveyor System (Bulk Material Handling System) akan dilakukan guna memperbaiki masalah tersebut

kesimpulan : dari hasil yang didapat setelah melakukan analisa beban kerja, jumlah peerja optimal yang didapat :

Operator Produksi Lapangan : tetap 5 orang, operator  finishing : semula 15 orang, menjadi 24 orang. operator packaging : semula 9 orang, menjadi 6 orang.

sehingga total pekerja optimal dengan conveyor system layout kedua berjumlah 35 orang

apa kesulitan membuat TA? “tidak sulit kalo rajin” kata kak Giovan

Anse Rasmawati dengan Dosen pembimbing Ibu Sri Rahayu, S.T., M.T.

“EVALUATION AND IMPROVEMENT OF THE QUALITY PRODUCTION PROCESS 5 LITER JERRYCAN WITH THE APPROACH OF SIX SIGMA AND VALUE STREAM MANAGEMENT”

Mengapa memilih judul ini? “Berawal dari magang melihat banyaknya cacat produk pada gerigen 5 liter yang melebihi standar dari perusahaan yaitu 3%”.

kesimpulan : Critical to quality penyebab terjadinya defect pada jerigen 5 liter yaitu parting line kasar, body kotor, mulut tidak rata, tebal tipis, jerigen tidak jadi, dan tepos. Waste yang muncul yaitu Motion waste, inventory waste, waiting waste, overproduction waste dan defect waste. usulan perbaikan yang dapat mengurangi defect yaitu selalu melakukan inspeksi material afalan sebelumnya afalan dituang ke dalam wadah, operator teknik juga harus rutin dalam membersihkan mold, mengganti cutter yang digunakan selektor. Usulan perbaikan yang dapat mengurangi non value added activity yaitu membuat tabel untuk tiap jenis material agar dapat ditempel pada dinding menambahkan beberapa finishing otomatis pada mesin blowing yang sering ovrload.

susah gk ngerjain TA? “sebenernya tidak susah cuman harus rajin” kata kak Anse

 

itu tadi adalah penjelasan tentang Tugas Akhir dari Sarjana Teknik Industri STTS, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan dan ingat harus rajin dalam segala sesuatu, Sukses terus untuk mahasiswa Teknik Industri STTS yang sudah selesai menjalankan seminar Tugas Akhir.

 

Kunjungan ke PT. Yakult Indonesia

pada hari selasa 20 maret 2017 Mahasiswa Teknik Industri STTS kunjungan industri ke PT. Yakult Indonesia di Mojokerto

PT. Yakult Indonesia Persada berdiri sejak tahun 1990 di Indonesia, pada tahun 2013 PT. Yakult Indonesia mendirikan pabrik kedua di ngoro, Mojokerto

Bahan-bahan untuk membuat Yakult :

  1. BaktericaseiShirota Strain;
  2. Susububuk skim, yaitu susu sapi yang telah dihilangkan lemaknya (non fat milk). Digunakan sebagai media untuk pertumbuhan bakteri;
  3. Glukosa / gula yang terbuat dari sari pati singkong. Digunakan sebagai makanan untuk bakteri caseiShirota Strain;
  4. Sukrosa/ gula yang terbuat dari tebu (biasa disebut gula pasir). Digunakan sebagai pemanis.

berikut Mahasiswa Teknik Industri STTS diberi sambutan oleh PT. Yakult Indonesia

Proses pembuatan Yakult :

  1. Ruang Pembibitan (tempat perkembangbiakkan bakteri caseiShirota Strain)

Melarutkan campuran susu bubuk skim, glukosa, dan sukrosadengan air, laludiberibakteriL. casei dan bakteri akan berkembang biak pada suhu 37⁰C atau setara dengan suhu tubuh manusia.

  1. Ruang Kultur (Culture Room)

Campuran susu bubuk skim dan glukosa dari ruang pembibitan masuk kedalam ruang kultur untuk selanjutnya di fermentasi dalam tangki CT (Culture Tank) padasuhu 37⁰C dengan kapasitas tangki sebesar 18000 liter. Sedangkan untuk sukrosa yang telah menjadi sirup sebagai pemanis akan masuk kedalam tangki ST yang berkapasitas 32000 liter.

  1. Ruang Pembuatan Botol

Yakult memproduksi sendiri botol-botolnya sehingga botol-botol yang digunakan selalu baru, bersih, aman, dan bukan dari proses daur ulang. Botol Yakult terbuat dari Polystyrene Resin. Mesin yang digunakan untuk membuat botol Yakult bias memproduksi sekitar 11000 botol per jamnya.

  1. Tangki Penampung Botol

Setelah diproduksi, botol-botol Yakult akan masuk kedalam ruang penampung botol yang selanjutnya akan masuk kedalam proses pengisian. Tangki penampung ini kapasitasnya bias menampung hingga 555000 botol Yakult.

  1. Ruang Pengisian Yakult

Botol-botol yang sudah dibuat dan ditampung dalam tangki penampung akan memasuki ruang pengisian untuk diisi oleh minuman Yakult. Pertama-tama, botol akan diatur dengan mesin pengatur botol, lalu diberi label serta tanggal kadaluarsa, selanjutnya diisi dengan minuman Yakult yang telah terfermentasi. Setelah diisi, botol-botol Yakult akan langsung ditutup dengan menggunakan aluminium foil.Sebelum masuk kedalam ruang packaging, botol-botol Yakult akan dicek untuk memastikan bahwa kemasan tidak bocor dan tertutup dengan rapat. Pengecekan ini dilakukan secara manual.

  1. Ruang Packaging

Produk Yakult yang telah melewati proses pengisian dan pengecekan dibawa masuk kedalam ruang packaging. Satu kemasan malti berisikan 5 botol Yakult. Kemasan ini biasa dijumpai di toko-tokodan supermarket. Ada juga kemasan repack, dimana satu kemasan repack berikan 10 pack kemasan malti atau 50 botol Yakult.

  1. Cool Storage Room(RuangPendingin)

Botol-botol Yakult yang telah dikemas, dibawa masukkedalam ruang pendingin dimana suhunya mencapai 5⁰C.Suhu terbaik untuk menyimpan Yakult adalah 0⁰C – 10⁰C. Jika ditaruh di ruang terbuka, maka itu akan mengubah rasa khasdari Yakult.

Pendistribusian Yakult

Setelah dikemas dan dimasukkan kedalam ruang pendingin, produk Yakult akan segera dimasukkan kedalam mobil-mobil box untuk didistribusikan. Mobil box ini dilengkapi dengan pendingin untuk menjaga suhu dan cita rasa Yakult serta berkapasitas menampung 150.000 botol Yakult.

souvenir dari Teknik Industri STTS untuk PT. Yakult Indonesia yang diwakili ibu Pram Eliyah