Karya Kreatif 3D Printing ala Mahasiswa Teknik Industri STTS (Part 1)

IMG_20190514_115515.jpg

“Saatnya yang muda yang berperan dengan kreativitas yang tak gampang padam.” – Najwa Shihab.

Seperti kutipan kata mutiara di atas, di jaman ini, setiap insan di dunia dituntut untuk memiliki kreativitas yang tinggi. Karena dengan kita memiliki kreativitas, kita memiliki kesempatan besar untuk bisa unjuk gigi dalam persaingan global di masa depan.

Di kesempatan kali ini, Mahasiswa/i Teknik Industri STTS angkatan 2018 menunjukkan kreativitas mereka dengan membuat lokomotif kereta beserta gerbong-gerbongnya.

Ah, cuma buat kereta-keretaan aja semua juga bisa.

Eittsss… Mereka tidak membuatnya dari kayu loh. Tapi mereka membuatnya dengan alat yang ada di salah satu Laboratorium CAD/CAM, Sekolah Tinggi Teknik Surabaya, yaitu JGAURORA 3D Printer-A5S (untuk tahu lebih lengkapnya tentang 3D Printer ini, bisa cek pada postingan-postingan sebelumnya) dengan menggunakan filament sebagai bahan cetaknya.

Tapi kali ini mereka diberi tantangan, yaitu membuat lokomotif kereta dan gerbong ke dalam bentuk sebuah lego (mainan bongkar pasang). Wow! Gimana cara membuatnya?

Mereka membuat desain dan dimensi dengan menggunakan software AutoCAD, seperti pada gambar berikut ini :

Capture
Kiri atas : tampak atas , Kiri bawah : tampak depan , Kanan bawah : tampak samping , Kanan atas : sudut pandang isometrik

Setelah desainnya jadi, dibagi menjadi beberapa bagian yang akan dikerjakan masing-masing oleh kesembilan Mahasiswa/i angkatan 2018. Ada yang membuat bagian dasar kereta, roda gerbong, lokomotif, gerbong kereta 1, gerbong kereta 2, gerbong kereta 3, dan juga connector sebagai penghubung antar gerbong dan lokomotif.

Setelah masing-masing bagian jadi, dilakukan scaling (mengatur ulang skala benda) sehingga berukuran layaknya miniatur dengan panjang keseluruhan adalah + 60 cm dan lebar + 7 cm.

File kemudian di export dalam bentuk <nama file>.STL (contoh : kereta.STL). Kemudian dilakukan import ke dalam software JGCreate untuk mengubah format file dari .STL menjadi .gcode supaya file dapat terbaca oleh mesin 3D Printer.

Setelah format file menjadi .gcode , barulah bisa di cetak menggunakan 3D Printer. Tetapi tidak mungkin desain di atas dapat di cetak dalam sekali cetak saja, mengingat volume maksimal yang bisa dicetak menggunakan mesin ini adalah terbatas. Filament yang digunakan adalah jenis PLA (Polylactic Acid).

IMG_20190508_173331
Proses pencetakan menggunakan mesin JGAURORA 3D Printer-A5S
1
Mahasiswa/i Teknik Industri STTS beserta hasil karya mereka

Nah, apa sih kata mereka tentang kesulitan yang dialami selama proses pengerjaan?

Ferry : kesulitan waktu membuat proyek ini adalah melepas benda 3D printer dari bed, membersihkan suppport pada 3D objek, mengkoordinasi antar objek 3D sesama teman, membagi waktu.

Abdiel : kesulitan dalam membuat gerbong kereta adalah membuat connector dan lubangnya. Soalnya jika terlalu besar bisa tidak mau masuk. Jika kekecilan maka akan kelonggaran. Waktu membuat laporan harus menunggu hasil gerbong yang lain karena akan dimasukan di laporan hasilnya. Tetapi, gerbong yang lain masih tahap diprint jadi memasukan hasil 3D Printer di laporan hanya yang selesai dicetak.

Oktavia : kesulitannya saat membuat roda gerbong, kesulitan menentukan tentacle.

Davin : kesusahannya saat membuat desain yang hilang dan saya harus buat desain kembali di h-1, dan ada bagian yang salah print.

Ani : kesulitannya saat harus menyamakan ukuran connector antar gerbong, support yang cukup padat sehingga kesulitan saat melepas dan akhirnya beberapa part kecil lepas, kesulitan saat memasang antar lego karena dinding yang tipis dan rapat.

Trinata : kesulitan adalah dalam membuat .gcode semua desain itu dan harus bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat.

 

Terlepas dari semua itu, mereka akhirnya berhasil menyelesaikan hasil karya mereka dengan baik dan bagus. Bagaimana hasil akhirnya nanti? Loh, masih ada tahap selanjutnya? Ada dong!

Tunggu di postingan selanjutnya…

Miss Campus STTS 2019 : HIMATRIS Become The Best HIMA of STTS for 2 years

IMG_20190509_130610
https://www.instagram.com/p/Bva7rr4A4w-/?utm_source=ig_web_copy_link

Dalam memperingati Hari Kartini, Sekolah Tinggi Teknik Surabaya menggelar acara rutin tiap tahun yaitu Miss Campus STTS.

Dan dalam ajang Miss Campus STTS 2019 kali ini, Teknik Industri STTS memilih Miss Ani dan Miss Oktavia untuk menjadi perwakilan dari Miss Industri.

IMG_20190509_125611
https://www.instagram.com/p/Bva7m7kgEec/?utm_source=ig_web_copy_link
IMG_20190509_125551
https://www.instagram.com/p/Bva7iDVA0QW/?utm_source=ig_web_copy_link

Tidak hanya memilih Miss Ani dan Miss Oktavia untuk menjadi perwakilan sebagai Miss Industri, tetapi juga memilih supporter + 15 orang untuk menyemangati Miss Ani dan Miss Oktavia selama acara berlangsung.

Rangkaian acara Miss Campus ini diawali dengan bazaar yang diadakan selama 3 hari (24/04/2019 – 26/04/2019) dan diakhiri dengan acara Malam Puncak Miss Campus STTS, di mana acara ini diikuti oleh seluruh Finalis Miss Campus STTS yang berhasil lolos seleksi, supporter dari masing-masing jurusan, Dewan Juri, Dosen, beserta Ketua dan para jajarannya.

Dan HIMATRIS (Himpunan Mahasiswa Teknik Industri STTS) kembali menjadi Juara Supporter sekaligus Best HIMA 2019, yang sebelumnya juga mendapatkan gelar sebagai Best HIMA 2018 pada acara yang sama pula.

Mau tau keseruannya selama acara Kartini berlangsung?

Cek videonya di channel YouTube kita, yaitu Teknik Industri STTS

INDUSTRI… WANIIII !!!

Knowledge Sharing Program : 3D Scanner

20190321_190509_0017.jpg

Teknologi adalah salah satu elemen terpenting dalam Revolusi Industri 4.0. Teknologi yang canggih sangat dibutuhkan oleh berbagai sektor industri di seluruh dunia. Maka dari itu, perlu adanya pengembangan tiap zamannya.

Sama seperti itu, kali ini giliran Sekolah Tinggi Teknik Surabaya yang diperkenalkan kepada alat-alat canggih yang bernama 3D Scanner, di mana alat ini merupakan alat ukur 3 dimensi yang digunakan untuk menangkap bentuk suatu obyek atau lingkungan sekitar.

Dan tahukah kalian, bahwa alat-alat yang dipercontohkan memiliki harga yang tidak main-main? Dua alat scan yang dibawa oleh narasumber kita memiliki harga Rp. 500 jt dan Rp. 1 Milyar. Tetapi alat ini sangat bermanfaat untuk industri manufaktur ke depannya.

20190321_190509_0020.jpg

Bapak Yudiansyah (Sales Manager PT. Global Digital Form) dan Bapak Andrias Tribono (Manager Engineering PT. Global Digital Formmenjadi narasumber pada KSP kali ini.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya dan beberapa dosen juga turut hadir dalam kegiatan ini.

20190321_190509_0022.jpg

20190321_190509_0010
Demo penggunaan alat 3D Scanner
20190321_190509_0006
Software yang digunakan untuk mengolah hasil scanning, yaitu VXelements
20190321_190509_0002
Beberapa Dosen STTS berfoto bersama dengan Bapak Yudiansyah dan Bapak Andrias
20190321_190509_0005
Sesi foto bersama Peserta, Dosen, dan Narasumber

Bagaimana? Ingin tahu lebih banyak tentang apa saja yang dipelajari di Teknik Industri? Atau mau langsung kuliah di jurusan Teknik Industri? Klik saja Info Pendaftaran Teknik Industri ISTTS (d/h STTS) ini.

Mengabadikan Moment Outbond Teknik Industri STTS 2019

Capture.JPGAcara Outbond Teknik Industri STTS 2019 merupakan program rutin dari jurusan Teknik Industri STTS yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Kegiatan Outbond ini memiliki tujuan:

  1. untuk mengakrabkan mahasiswa baru dan mahasiswa lama,
  2. meningkatkan mutu kepemimpinan,
  3. meningkatkan kemampuan dalam berorganisasi dan bertanggung jawab,
  4. memberikan tuntunan dan meningkatkan pola pikir, sikap, perilaku, kepribadian, budi pekerti, sopan santun dan disiplin.

Kegiatan Outbond ini dilakukan selama 2 hari 1 malam pada tanggal 29 – 30 April 2019 bertempat di Wisma Kasih St. Yohanes, Puhsarang, Kediri, Jawa Timur dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Teknik Industri STTS angkatan 2017 dan 2018.

Dengan mengambil tema “Membangun Strategi Kreatif dan Inovatif Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”, diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat lebih menggali kerativitas dan potensi mereka dalam menyusun strategi yang siap bersaing dalam menghadapi dunia Revolusi Industri 4.0.

LDK_190503_0004.jpg

Panitia kegiatan Outbond ini tidak bekerja sendiri, tetapi juga dibantu oleh beberapa orang Trainer yang ahli di bidangnya, yaitu Bapak Heri, Bapak Rokhim, dan kawan-kawan yang tergabung dalam Tim Trainer Seboelir.

Mereka telah mempersiapkan beberapa macam games yang akan dilakukan juga sebagai pembelajaran tentang kekompakkan tim, komunikasi yang baik antar sesama anggota tim, dan juga semakin mengasah kemampuan peserta yang bahkan peserta tidak tahu bahwa mereka dapat melakukannya.

LDK_190503_0002
Keseruan peserta saat meneriakkan yel-yel yang dipandu oleh Bapak Heri, Tim Seboelir
LDK_190503_0019
Adu konsentrasi antar tim
LDK_190503_0018
Diskusi bersama Bapak Rokhim

Selain bermain bermacam-macam games, hari Senin (29/04/2019) malam peserta ditantang untuk menghadapi ketakutan dan keraguan yang selama ini dimiliki dengan cara mematahkan besi menggunakan koran dan berjalan di atas bara api (fire walking).

IMG_20190503_081158
Peserta ditantang untuk melewati fire walking

LDK_190503_0016.jpg

Kegiatan outbond ini tidak hanya sampai di sini saja, masih ada games-games di hari Selasa (30/04/2019) yang tidak kalah seru dengan hari pertama. Apa saja sih acaranya? Ini diaaa…

LDK_190503_0014.jpg

LDK_190503_0013
Mini games pagi hari, olahraga sambil menghitung angka dengan menggunakan bahasa yang berbeda-beda
LDK_190503_0012
Tim Eagle
LDK_190503_0011
Tim Wow

LDK_190503_0009.jpg

LDK_190503_0008
Berenang bersama setelah bermain games

Diharapkan melalui acara ini, dapat melatih dan membimbing mahasiswa menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat. Acara Outbond diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta Outbond.

LDK_190503_0006.jpgLDK_190503_0007.jpg