Selangkah Lagi Menuju Sarjana Teknik Industri

Tugas Akhir, kira-kira apa yang ada dipikiran anda kalo mendengar kata Tugas Akhir? sulit? revisi? atau yang lain? sebagai mahasiswa pasti tau

Tugas Akhir adalah karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa setiap program studi berdasarkan hasil penelitian suatu masalah yang dilakukan secara seksama dengan bimbingan dosen pembimbing. Tugas akhir merupakan salah satu persyaratan kelulusan mahasiswa. Tugas Akhir (TA) adalah salah satu mata kuliah (MK) wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana (S1) di Program Studi Teknik Industri STTS. TA bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam merancang, memperbaiki dan menginstalasi sistem integral dengan mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman mengenai disiplin ilmu Teknik Industri. berikut adalah cerita dari mahasiswa Teknik Industri STTS yang baru saja menyelesaikan Tugas Akhir

Annisaa Pristianti Waharni Putri dengan Dosen pembimbing Bapak S.Tigor B. Tambunan, S.T., M.M

“APPLICATION OF HIRARC METHOD ON THE PRODUCTION PROCESS OF ROCKY ROOFTILE AT PT. KAA MOJOKERTO” dengan tema K3

Mengapa mengambil tema K3? “karena K3 merupakan aspek terpenting pada suatu organisasi/perusahaan, dimana sistemnya harus menjadikan lingkungan dan kondisi kerja harus dibuat seaman dan senyaman mungkin demi kelangsungan hidup pekerja di tempat kerja”.

mengapa di PT. KKA? “karena PT. KKA merupakan perusahaan tempat saya melakukan Kerja Praktek selama bulan februari 2016. kala itu saya di utus perusahaan untuk melakukan analisa K3 di bagian produksi yang paling berbahaya yaitu proses produksi Genteng R yang di proses di Gudang 9. analisa saya lakukan secara singkat, yang mana analisa tersebut akan digunakan perusahaan sebagai wacana dalam memperbaiki kualitas kondisi kerja”.

Apa yang menyebabkan proses produksi Genteng R dikatakan paling berbahaya? “pada keseluruhan proses produksi (pembuatan hollow, atap, deck, truss, dll), Genteng R merupakan proses produksi genteng yang berkecimpung dengan bahan kimia diantaranya lem dan cat. Kondisi Gudang 9 yang penuh debu dan ventilasi yang kurang juga menambah ketidaknyamanan pekerja dalam melakukan pekerjaannya. Kemudian seluruh aktivitas kerja dilakukan secara menual dan pekerja tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) sesuai standar”.

Apa kesulitan membuat TA ? “kalau konsen sama rajin ngerjainnya ya 2-3 bulan selesai, Masalahnya penyakit mahasiswa semester tua yang bikin lama, sulitnya pas waktu disuruh desain autocad gudang 9, soalya lupa sama autocad”. kata kak annisaa

Giovan Jayanata dengan Dosen pembimbing Ibu Sri Rahayu, S.T., M.T.

“THE EFFECT OF IMPROVEMENT OF MATERIAL HANDLING FACILITY TO THE NUMBER OF WORKERS IN CV.AP SURABAYA”

Latar belakang : CV. AP, diduga mendapat permasalahan pada jumlah tenaga kerja yang kurang tepat pada divisi karyawan produksi. Dan juga adanya masalah tentang material handling produk jadi, dari mesin ke gudang penyimpanan. maka dari itu Metode analisis beban kerja akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pencatatan waktu (time study) serta penambahan Belt Conveyor System (Bulk Material Handling System) akan dilakukan guna memperbaiki masalah tersebut

kesimpulan : dari hasil yang didapat setelah melakukan analisa beban kerja, jumlah peerja optimal yang didapat :

Operator Produksi Lapangan : tetap 5 orang, operator  finishing : semula 15 orang, menjadi 24 orang. operator packaging : semula 9 orang, menjadi 6 orang.

sehingga total pekerja optimal dengan conveyor system layout kedua berjumlah 35 orang

apa kesulitan membuat TA? “tidak sulit kalo rajin” kata kak Giovan

Anse Rasmawati dengan Dosen pembimbing Ibu Sri Rahayu, S.T., M.T.

“EVALUATION AND IMPROVEMENT OF THE QUALITY PRODUCTION PROCESS 5 LITER JERRYCAN WITH THE APPROACH OF SIX SIGMA AND VALUE STREAM MANAGEMENT”

Mengapa memilih judul ini? “Berawal dari magang melihat banyaknya cacat produk pada gerigen 5 liter yang melebihi standar dari perusahaan yaitu 3%”.

kesimpulan : Critical to quality penyebab terjadinya defect pada jerigen 5 liter yaitu parting line kasar, body kotor, mulut tidak rata, tebal tipis, jerigen tidak jadi, dan tepos. Waste yang muncul yaitu Motion waste, inventory waste, waiting waste, overproduction waste dan defect waste. usulan perbaikan yang dapat mengurangi defect yaitu selalu melakukan inspeksi material afalan sebelumnya afalan dituang ke dalam wadah, operator teknik juga harus rutin dalam membersihkan mold, mengganti cutter yang digunakan selektor. Usulan perbaikan yang dapat mengurangi non value added activity yaitu membuat tabel untuk tiap jenis material agar dapat ditempel pada dinding menambahkan beberapa finishing otomatis pada mesin blowing yang sering ovrload.

susah gk ngerjain TA? “sebenernya tidak susah cuman harus rajin” kata kak Anse

 

itu tadi adalah penjelasan tentang Tugas Akhir dari Sarjana Teknik Industri STTS, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan dan ingat harus rajin dalam segala sesuatu, Sukses terus untuk mahasiswa Teknik Industri STTS yang sudah selesai menjalankan seminar Tugas Akhir.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s