Kunjungan ke PT. Yakult Indonesia

pada hari selasa 20 maret 2017 Mahasiswa Teknik Industri STTS kunjungan industri ke PT. Yakult Indonesia di Mojokerto

PT. Yakult Indonesia Persada berdiri sejak tahun 1990 di Indonesia, pada tahun 2013 PT. Yakult Indonesia mendirikan pabrik kedua di ngoro, Mojokerto

Bahan-bahan untuk membuat Yakult :

  1. BaktericaseiShirota Strain;
  2. Susububuk skim, yaitu susu sapi yang telah dihilangkan lemaknya (non fat milk). Digunakan sebagai media untuk pertumbuhan bakteri;
  3. Glukosa / gula yang terbuat dari sari pati singkong. Digunakan sebagai makanan untuk bakteri caseiShirota Strain;
  4. Sukrosa/ gula yang terbuat dari tebu (biasa disebut gula pasir). Digunakan sebagai pemanis.

berikut Mahasiswa Teknik Industri STTS diberi sambutan oleh PT. Yakult Indonesia

Proses pembuatan Yakult :

  1. Ruang Pembibitan (tempat perkembangbiakkan bakteri caseiShirota Strain)

Melarutkan campuran susu bubuk skim, glukosa, dan sukrosadengan air, laludiberibakteriL. casei dan bakteri akan berkembang biak pada suhu 37⁰C atau setara dengan suhu tubuh manusia.

  1. Ruang Kultur (Culture Room)

Campuran susu bubuk skim dan glukosa dari ruang pembibitan masuk kedalam ruang kultur untuk selanjutnya di fermentasi dalam tangki CT (Culture Tank) padasuhu 37⁰C dengan kapasitas tangki sebesar 18000 liter. Sedangkan untuk sukrosa yang telah menjadi sirup sebagai pemanis akan masuk kedalam tangki ST yang berkapasitas 32000 liter.

  1. Ruang Pembuatan Botol

Yakult memproduksi sendiri botol-botolnya sehingga botol-botol yang digunakan selalu baru, bersih, aman, dan bukan dari proses daur ulang. Botol Yakult terbuat dari Polystyrene Resin. Mesin yang digunakan untuk membuat botol Yakult bias memproduksi sekitar 11000 botol per jamnya.

  1. Tangki Penampung Botol

Setelah diproduksi, botol-botol Yakult akan masuk kedalam ruang penampung botol yang selanjutnya akan masuk kedalam proses pengisian. Tangki penampung ini kapasitasnya bias menampung hingga 555000 botol Yakult.

  1. Ruang Pengisian Yakult

Botol-botol yang sudah dibuat dan ditampung dalam tangki penampung akan memasuki ruang pengisian untuk diisi oleh minuman Yakult. Pertama-tama, botol akan diatur dengan mesin pengatur botol, lalu diberi label serta tanggal kadaluarsa, selanjutnya diisi dengan minuman Yakult yang telah terfermentasi. Setelah diisi, botol-botol Yakult akan langsung ditutup dengan menggunakan aluminium foil.Sebelum masuk kedalam ruang packaging, botol-botol Yakult akan dicek untuk memastikan bahwa kemasan tidak bocor dan tertutup dengan rapat. Pengecekan ini dilakukan secara manual.

  1. Ruang Packaging

Produk Yakult yang telah melewati proses pengisian dan pengecekan dibawa masuk kedalam ruang packaging. Satu kemasan malti berisikan 5 botol Yakult. Kemasan ini biasa dijumpai di toko-tokodan supermarket. Ada juga kemasan repack, dimana satu kemasan repack berikan 10 pack kemasan malti atau 50 botol Yakult.

  1. Cool Storage Room(RuangPendingin)

Botol-botol Yakult yang telah dikemas, dibawa masukkedalam ruang pendingin dimana suhunya mencapai 5⁰C.Suhu terbaik untuk menyimpan Yakult adalah 0⁰C – 10⁰C. Jika ditaruh di ruang terbuka, maka itu akan mengubah rasa khasdari Yakult.

Pendistribusian Yakult

Setelah dikemas dan dimasukkan kedalam ruang pendingin, produk Yakult akan segera dimasukkan kedalam mobil-mobil box untuk didistribusikan. Mobil box ini dilengkapi dengan pendingin untuk menjaga suhu dan cita rasa Yakult serta berkapasitas menampung 150.000 botol Yakult.

souvenir dari Teknik Industri STTS untuk PT. Yakult Indonesia yang diwakili ibu Pram Eliyah

Advertisements

PT. Yakult Indonesia

Yakult adalah minuman susu fermentasi skimmed milk dan gula dengan bakteri Lactobacillus casei. Karena L. casei Shirota dapat ditemui dalam sistem pencernaan, Yakult dipromosikan sebagai minuman yang baik untuk kesehatan. Pada tahun 1930 Dr.Minoru Shirota, seorang dokter lulusan Kyoto Imperial University-Jepang, berhasil menemukan bakteri asam laktat yang bermanfaat untuk menekan pertumbuhan bakteri merugikan yang hidup di dalam usus manusia. Bakteri ini kemudian dinamakan Lacobacillus casel Shirota strain.

Setiap tahapan proses produksi Yakult harus memenuhi standar internasional secara ketat dan higienis untuk menjamin kualitas produk dan proses produksi dilakukan dengan cara-cara yang ramah lingkungan. Untuk menghasilkan produk yang aman dengan kualotas terbaik, yakult Indonesia menerapkan proses produksi bedasarkan manajemen keamanan pangan sesuali standar ISO 22000:2005. Agar menjamin proses produksi serta penangan produk Yakult yang benar-benar higienis, Yakult menerapkan standar prosedur operasi yang dibakukan.

 Manfaat Yakult

            Lactobacillus casel Shirota strain yang terdapat dalam minuman Yakult memiliki manfaat untuk membantu:

  1. Menjaga keseimbangan mikroorganisme baik di dalam usus
  2. Menekan pertumbuhan bakteri merugikan
  3. Mengurangi racun dalam tubuh
  4. Mencegah gangguan percernaan seperti, sembelit atau diare
  5. Meningkat kualitas kekebalan tubuh

Untuk informasi lebih lanjutnya pada hari Selasa, 20 maret 2017 mahasiswa aktif Teknik Industri STTS akan melakukan agenda kunjungan ke pabrik Yakult.