Technopreneurship Teknik Industri STTS – InCoffe 2014

Incoffee2014

Umur industri perkopian di dunia relatif masih sangat muda dan terus bertumbuh. Kondisi perkopian di Indonesia sangat berbeda dengan negara lain. Italia misalnya. Meski terkenal sebagai negara segudang resep kopi, Italia tidak memiliki perkebunan kopi. Beda lagi dengan Guatemala dan El Salvador, meski mereka pengekspor kopi yang sangat besar, kenyataannya masyarakat Guatemala dan El Salvador adalah penggemar kopi instan. Indonesia? Sangat berbeda. Kopi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak dulu. Selain sebagai salah satu produsen biji kopi terbesar di dunia -no 3 setelah Brazil dan Vietnam (67% diekspor, sisanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri)- dan pengolah kopi (coffee manufacturer), masyarakat Indonesia dikenal sebagai penggemar minuman kopi. Beberapa kebiasaan minum kopi masyarakat di berbagai belahan dunia ikut mempengaruhi perkembangan perkopian di Indonesia, mulai dari sistem perkebunan kopi, tBaristaeknologi pengolahan biji kopi, teknologi dan industri pembuatan minuman kopi, hingga teknik dan seni penyajian kopi. Produk, toko, dan café kopi bermunculan dengan menawarkan keunikan masing-masing.

Pertumbuhan industri perkopian memunculkan satu profesi yang cukup prestisius, yaitu Barista. Barista adalah gelar yang diberikan pada seseorang yang ahli dalam meracik kopi. Lima tahun belakangan, profesi Barista makin banyak digemari anak-anak muda di Indonesia. Profesi barista tidak hanyak dibutuhkan oleh toko, rumah makan, atau café yang menjual kopi, profesi ini juga dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan (pabrik) kopi. Keahlian seorang barista sangat dibutuhkan untuk mengembangkan produk-produk kopi dengan cita rasa baru dan teknik penyajian yang inovatif.

teknik industriFenomena menarik lain yang mengiringi pertumbuhan industri kopi adalah seni menghias kopi, yaitu Latte Art. Awalnya latte art adalah salah satu keahlian yang dimiliki oleh seorang barista. Sekarang, seorang latte artist sudah menjadi sebuah profesi baru di dunia perkopian. Setiap latte artist dituntut memiliki pengetahuan tentang teknik pencampuran kopi dan bahan-bahan pelengkapnya dan kepiawaian dalam membentuk pola-pola gambar yang menarik di bagian atas minuman kopi.

Dalam In coffee 2014 yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Industri STTS ini, puluhan siswa dari beberapa SMA di Surabaya dan mahasiswa jurusan Teknik Industri STTS, dipandu oleh Petrus Taufan Asmara, salah salah satu professional bidang perkopian di Surabaya, mempelajari situasi dan kondisi industri perkopian secara umukopim di Indonesia, mengenal berbagai jenis kopi (khususnya kopi Indonesia), mengenal mesin-mesin pembuat minuman kopi modern, belajar mengolah biji kopi secara manual maupun menggunakan mesin, membuat cappucino dengan menggunakan coffe maker, milk frother, termasuk mempelajari dasar-dasar latte Art.

coffe makerDengan mengikuti In Coffee 2014, diharapkan setiap peserta memiliki pengetahuan yang benar tentang teknologi dan standarisasi dalam industri kopi, mulai dari bahan baku sampai dalam bentuk minuman. Dan yang tidak kalah penting, dengan mengikuti In Coffee 2014 wawasan Technopreneurship peserta pelatihan diharapkan menjadi makin terbuka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s