KEMASAN CERIA (KElas meMASak ANak CEpat RIngan dan Aman)

Seperti tahun-tahun sebelumnya -pada setiap musim liburan- Jurusan S1-Teknik Industri di tahun 2015 ini menyelenggarakan beberapa kegiatan Pengabdian Masyarakat. Salah satunya adalah kegiatan yang diberi nama KEMASAN CERIA (KElas meMASak ANak Cepat RIngan dan Aman).

teknik industriDalam kegiatan ini, beberapa puluh siswa SD dan SMP di Surabaya, dipandu oleh dosen dan mahasiswa jurusan Teknik Industri STTS mengikuti kelas memasak kreatif, yaitu membuat puding zebra dengan topping berbentuk binatang dan bola-bola coklat. Selama kurang lebih dua jam, para siswa belajar tentang beberapa jenis bahan makanan ringan yang mudah diperoleh (agar-agar, pewarna, buah-buahan, meses, dsb), cara mengolahnya (mencampur, memasak, mendinginkan) dan membentuknya, dalam suasana yang santai dan menyenangkan.

Jpeg
Jpeg

Selain karena puding dan coklat adalah jenis makanan yang digemari anak-anak, salah satu alasan lain pemilihan puding dan bola-bola coklat sebagai obyek pembelajaran adalah karena pelaksanaan KEMASAN CERIA ini bertepatan dengan Bulan Ramadhan. Kedua jenis makanan pembuka tersebut, bisa disiapkan dengan mudah oleh siswa sekitar 2-3 jam menjelang berbuka puasa.

suryaPelaksanaan KEMASAN CERIA ini sudah pasti memiliki tujuan. Selain agar siswa-siswa SD dan SMP lebih kreatif dan produktif dalam memanfaatkan waktu luang, para siswa dimotivasi untuk belajar berhemat dengan membuat sendiri makanan-makanan kecil, daripada jajan dengan resiko mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak sehat.

Para siswa juga akan dipandu mengenal serta mengikuti aturan pembuatan masakan (Standard Operating Procedures), memahami pentingnya faktor ketelitian dalam proses memasak, dan mengenal dasar-dasar proses produksi yang baik, bersih, sehat, dan aman (dalam ilmu teknik industri dikenal dengan istilah Good Manufacturing Practices/ GMP), dan tidak ketinggalan, dasar-dasar kewirausahaan (cara menentukan harga jual, cara menjual, dsb). Sudah barang tentu semua hal itu diberikan dalam bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Link:
1. http://duta.co/blog/stts-gelar-kemasan-ceria
2. http://kabargress.com/2015/06/23/kemasan-ceria-kelas-memasak-anak-cepat-ringan-dan-aman-2/
3. http://m.beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/241457/stts_ajak_anak_sd_dan_smp_sekitar_kampus_memasak_kue.html#.VgxgMn0cc7o
4. http://surabaya.tribunnews.com/2015/06/23/ketika-anak-sd-belajar-memasak-secara-cepat-ringan-dan-aman
5. http://harianbhirawa.co.id/2015/06/isi-liburan-dengan-kemasan-ceria-istts/

POLITISI INDONESIA Outbound di KAMPOENG DJAWI-WONOSALAM, Jombang, JAWA TIMUR

W

Berbeda dgn tahun2 sblmnya, acara outbound yg dilakukan jurusan Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) kali diwarnai aksi topeng harmoni politisi. Lebih 30 orang mahasiswa dan dosen terlibat aktif dalam kegiatan ini. Setiap permainan kepemimpinan dan kerja kelompok, selalu disisipi dgn aksi teatrikal bertopeng, di mana sejumlah peserta menggunakan topeng2 politisi papan atas spt pasangan capres, presiden/ wapres saat ini, tokoh2 partai, dsb. Pram Eliyah, dosen sekaligus koordinator acara mengungkapkan,kejenuhan melihat situasi pesta demokrasi yg cenderung mulai tdk sehat membuat jurusan teknik industri STTS berinisiatif membuat acara ini. Lebih jauh Pram menyatakan, sebagian masyarakat kita, pasti sangat berharap situasi pesta demokrasi pilpres 2014 menjadi acara yg menyatukan, bukan memecah belah. Samuel, salah satu mahasiswa, mengaku terkesan saat mengenakan Hatta Rajasa. Dia mencoba membayangkan dirinya bercakap2 mesra dgn JK, sesama politisi senior, yg menjadi pesaingnya di tahun 2014 ini, “tidak mudah juga ternyata, ya”. “Tapi harus dilakukan,” kata Kelvin- dosen- yang menggunakan topeng Sri Sultan. Putri, mahasiswi yg mengenakan topeng megawati, terlihat mengangguk-angguk, membenarkan.

WonosalamSelesai senam pagi, para politisi kita nampak semeja menikmati sarapan pagi di Kampoeng Djawi, Jombang. Sarapan nasi pecel yg sederhana, terasa sangat nikmat di dalam kebersamaan. Sebagai sesama anak bangsa, mrk ternyata bisa duduk bersama, sambil bersenda gurau. Sejuknya udara kawasan perkebunan coklat, kopi, dan jagung membuat kegiatan “outbound” para politisi ini makin bergairah.

Siapa mengira,  di Kampoeng Djawi Wonosalam Jombang, 20/6, para politisi papan atas negeri ini, bercengkerama dgn amat mesra. Berbeda dgn situasi percaturan politik yang terasa sangat panas, Prabowo dan Jokowi justru berangkulan bermain catur berhadapan dgn pasangan Hatta Rajasa dan JK. Presiden Sby, Wapres Boediono, Sri Sultan, dan Anis Baswedan terlihat antusias memberikan dukungan kepada semua pihak. WonosalamSambil bercanda, Aditya yg mengenakan topeng Sri Sultan nyeletuk, “Wah, Pak Prabowo dan Pak Jokowi ternyata tdk berebut pegang raja, ya.” “Sangat harmonis politisi2 kita, ya!” kata Kelvin, dosen yang mengamati tingkah laku mahasiswanya  Beberapa salah langkah dilakukan oleh pasangan Prabowo dan Jokowi, ditanggapi dengan senyum oleh pasangan Hatta dan JK.

Media3_4Permainan bola sodok (bilyar) ternyata salah satu olah raga favorit para politisi negeri ini. Mereka memang bukan profesional bola sodok, tapi ternyata permainan mrk punya makna tersendiri. Sby, Prabowo, Jokowi punya target bola sendiri-sendiri. Ketika ada yg targetnya sama, mrk tdk berusaha utk menghalangi-halangi yg lain, atau ingin lebih dulu mencapai target hanya demi pujian dari penonton. “Kami justru gembira, krn sdh dibantu meraih target yg sebenarnya tdk lain adalah utk kemajuan bangsa,” tukas Giovan, mahasiwa yang mengenakan topeng Anis Baswedan.

 

Permainan tambang di ketinggian tertentu menjadi permainan yg paling menarik bagi para “politisi” kita. Nampak pasangan “capres-capres” kita dengan penuh semangat dan keberanian menempuh tantangan yg disediakan oleh Kampoeng Djawi-wonosalam.

Tugas Mata Kuliah Proses Produksi-Teknik Industri STTS

Berikut ini adalah salah satu tugas mata kuliah Proses Produksi (semester 2) di Jurusan S1-Teknik Industri STTS. Dalam tugas ini, mahasiswa (2 orang/ kelompok) merancang sebuah alat transportasi, membuat Bill of Materialnya, merancang dan membuat modul (dan partnya).

Proses perancangan dan pembuatan part memanfaatkan fasilitas CAD/ CAM yang dimiliki jurusan Teknik Industri STTS.

AKSI ROKET-AIR TEKNIK INDUSTRI STTS 2014

Roket1

Dalam acara ARTIS 2014 ini, mahasiswa baru jurusan Teknik Industri STTS yang sedang mengikuti masa orientasi pengenalan jurusan, belajar bagaimana salah satu hukum dasar ilmu fisika -yaitu hukum Newton tentang aksi reaksi- diterapkan dalam pembuatan dan peluncuran roket air.

MahasRoket5iswa belajar membuat roket air, alat peluncur roket, dan parasut dari bahan-bahan sederhana yang relatif mudah diperoleh di manapun, seperti botol air minum dalam kemasan, pipa PVC, cable ties, kantongan plastik, dsb. Setiap kelompok yang terdiri dari dua orang, merakit roket sedemikian rupa sesuai konsep dasarnya, kemudian melapisinya dengan karton berwarna dan beberapa bahan lain sehingga menyerupai roket atau figur-figur futuristik yang menarik untuk dilihat ketika diluncurkan. Sesuai namanya, roket air tersebut kemudian diisi air, dan dipasang ke alat peluncur (launcher) yang dibuat sendiri oleh mahasiswa jurusan Teknik Industri STTS. Salah satu bagian launcher dihubungkan dengan selang pompa udara (pompa ban biasa). Salah satu mahasiswa memasukkan udara ke dalam roket berisi air tadi dengan cara menekan pompa beberapa kali. Setelah tekanan udara di dalam roket dirasa cukup, penjepit roket dilepas, dan roket pun meluncur ke Roket6atas dengan kecepatan tinggi, sambil menyemburkan air yang diberi pewarna. Momen semburan air ini selalu menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap aksi roket air yang diluncurkan. Tidak jarang mahasiswa jadi basah kuyup terkena semburan air. Gelak tawa dan sorak sorai selalu mewarnai acara peluncuran roket air. Sesampai di ketinggian tertentu, sebuah parasut yang dibuat dari lembaran plastik mengembang, memperlambat proses pendaratan roket di tanah.

Sekaligus memeriahkan HUT ke 69 Kemerdekaan Republik Indonesia, ARTIS 2014 ini juga dijadikan ajang lomba kreatifitas dan pemahaman konseptual antar mahasiswa baru jurusan Teknik Industri STTS. Kelompok yang berhasil merancang roket dengan bentuk paling unik danRoket4 berhasil mendaratkan paling lama roketnya, akan mendapat hadiah berbagai makanan ringan dari panitia penyelenggara.

Melalui acara Aksi Roket-air (Water Rocket) Teknik Industri STTS (ARTIS) 2014, persepsi masyarakat bahwa “ilmu teknik adalah ilmu yang susah dipelajari” nampaknya harus diubah menjadi “ilmu teknik adalah ilmu yang mudah dan menyenangkan untuk dipelajari”. Pembelajaran ilmu apapun bisa dinikmati oleh siapapun, asal dengan cara yang efektif.

Technopreneurship Teknik Industri STTS – InCoffe 2014

Incoffee2014

Umur industri perkopian di dunia relatif masih sangat muda dan terus bertumbuh. Kondisi perkopian di Indonesia sangat berbeda dengan negara lain. Italia misalnya. Meski terkenal sebagai negara segudang resep kopi, Italia tidak memiliki perkebunan kopi. Beda lagi dengan Guatemala dan El Salvador, meski mereka pengekspor kopi yang sangat besar, kenyataannya masyarakat Guatemala dan El Salvador adalah penggemar kopi instan. Indonesia? Sangat berbeda. Kopi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak dulu. Selain sebagai salah satu produsen biji kopi terbesar di dunia -no 3 setelah Brazil dan Vietnam (67% diekspor, sisanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri)- dan pengolah kopi (coffee manufacturer), masyarakat Indonesia dikenal sebagai penggemar minuman kopi. Beberapa kebiasaan minum kopi masyarakat di berbagai belahan dunia ikut mempengaruhi perkembangan perkopian di Indonesia, mulai dari sistem perkebunan kopi, tBaristaeknologi pengolahan biji kopi, teknologi dan industri pembuatan minuman kopi, hingga teknik dan seni penyajian kopi. Produk, toko, dan café kopi bermunculan dengan menawarkan keunikan masing-masing.

Pertumbuhan industri perkopian memunculkan satu profesi yang cukup prestisius, yaitu Barista. Barista adalah gelar yang diberikan pada seseorang yang ahli dalam meracik kopi. Lima tahun belakangan, profesi Barista makin banyak digemari anak-anak muda di Indonesia. Profesi barista tidak hanyak dibutuhkan oleh toko, rumah makan, atau café yang menjual kopi, profesi ini juga dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan (pabrik) kopi. Keahlian seorang barista sangat dibutuhkan untuk mengembangkan produk-produk kopi dengan cita rasa baru dan teknik penyajian yang inovatif.

teknik industriFenomena menarik lain yang mengiringi pertumbuhan industri kopi adalah seni menghias kopi, yaitu Latte Art. Awalnya latte art adalah salah satu keahlian yang dimiliki oleh seorang barista. Sekarang, seorang latte artist sudah menjadi sebuah profesi baru di dunia perkopian. Setiap latte artist dituntut memiliki pengetahuan tentang teknik pencampuran kopi dan bahan-bahan pelengkapnya dan kepiawaian dalam membentuk pola-pola gambar yang menarik di bagian atas minuman kopi.

Dalam In coffee 2014 yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Industri STTS ini, puluhan siswa dari beberapa SMA di Surabaya dan mahasiswa jurusan Teknik Industri STTS, dipandu oleh Petrus Taufan Asmara, salah salah satu professional bidang perkopian di Surabaya, mempelajari situasi dan kondisi industri perkopian secara umukopim di Indonesia, mengenal berbagai jenis kopi (khususnya kopi Indonesia), mengenal mesin-mesin pembuat minuman kopi modern, belajar mengolah biji kopi secara manual maupun menggunakan mesin, membuat cappucino dengan menggunakan coffe maker, milk frother, termasuk mempelajari dasar-dasar latte Art.

coffe makerDengan mengikuti In Coffee 2014, diharapkan setiap peserta memiliki pengetahuan yang benar tentang teknologi dan standarisasi dalam industri kopi, mulai dari bahan baku sampai dalam bentuk minuman. Dan yang tidak kalah penting, dengan mengikuti In Coffee 2014 wawasan Technopreneurship peserta pelatihan diharapkan menjadi makin terbuka.

SIMULASI PEMADAMAN KEBAKARAN INDUSTRIAL BAGI MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI STTS

“Di tengah-tengah perkuliahan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi. Mahasiswa yang saat itu sedang belajar di lantai 3 pun sontak berlarian ke lantai dasar mencari lokasi yang aman sambil menelusuri jalur evakuasi. Meskipun sudah pernah melakukan beberapa simulasi, kekacauan tetap tidak bisa dihindari. Satu orang mFire5ahasiswa mengalami patah tulang karena jatuh, satu lagi pingsan karena menghirup gas beracun. Beberapa mahasiswa yang pernah berlatih dengan segera melakukan tindakan cepat, menolong korban dan mencari alat-alat pemadam kebakaran (APAR dan karung goni). Kebakaran akhirnya tidak sempat merambat ke mana-mana karena selain tindakan mahasiswa yanFire1g dengan sigap mematikan beberapa titik api yang belum sempat membesar, sebuah mobil pemadam kebakaran (milik PMK) juga sudah datang di lokasi kejadian. Korban yang patah tulang dan pingsan pun tertolong karena gerak cepat dan pengetahuan yang memadai dari petugas medis.” Kejadian di atas merupakan skenario yang diterapkan pada simulasi pemadaman kebakaran di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya.

Peristiwa kebakaran (termasuk kebakaran industrial) adalah salah satu jenis bencana yang sering terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Dari Januari-Agustus saja, di Surabaya, tercatat 313 peristiwa kebakaran. Kerugian finansial dan non-finansial yang diaFire2lami dapat dipastikan sangat besar. Sudah barang tentu upaya yang paling tepat untuk meminimumkan terjadinya kebakaran adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas tindakan-tindakan pencegahan kebakaran. Namun ketika kebakaran terjadi, maka upaya pemadaman kebakaran yang responsif, cepat, dan tepat, mau tidak mau menjadi tindakan pertama dan utama yang harus dilakukan oleh masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar kejadian. Menggantungkan sepenuhnya proses penanganan/ pemadaman kebakaran pada Dinas PMK Surabaya, jelas akan memperlambat proses pemadaman kebakaran. Partisipasi seluruh kelompok masyarakat mutlak dibutuhkan untuk menciptakan Surabaya menjadi Kota Tahan Api.Fire3

Berdasarkan pada kondisi inilah, jurusan Teknik Industri STTS melakukan latihan simulasi pemadaman kebakaran bagi sekitar 40 mahasiswa Jurusan Teknik Industri STTS. Latihan simulasi pemadaman kebakaran yang dilakukan oleh Jurusan Teknik Industri STTS ini merupakan bagian dari pengayaan materi mata kuliah Keselamatan Kerja dan Higiene Perusahaan. Melalui acara simulasi yang melibatkan Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Surabaya, mahasiswa jurusan Teknik IndFire6ustri akan memperoleh pengetahuan praktis tentang tata cara pemadaman kebakaran. Dalam simulasi ini, disusun serangkaian kegiatan yang semuanya dilakukan oleh mahasiswa. Mulai dari simulasi training tentang segitiga api dan penanganannya (di ruang kelas), simulasi evakuasi dan pertolongan pertama pada korban kebakaran, termasuk mengangkut korban yang berpura-pura pingsan (menggunakan tandu dan membawanya ke ambulance yang sudah disiapkan), simulasi pemadaman dan pengamanan kebakaran.

Untuk proses pemadaman, selain mempraktekkan langsung penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) berbahan dry chemical dan CO2, serta menggunakan karung goni basah untuk Fire4memadamkan api, mahasiswa akan mengoperasikan fasilitas pemadaman pada mobil pemadam kebakaran (pemasangan selang, pengaturan pompa, nozzle, dan pemadaman api). Pengalaman saat mengevakuasi dengan fasilitas ambulance dan mengoperasikan alat-alat pemadaman yang ada (khususnya yang berhubungan dengan fasilitas dalam mobil pemadaman kebakaran) diharapkan akan meningkatkan kapabilitas mahasiswa dalam menangani peristiwa-peristiwa kebakaran.