International Workshop “Production System Simulation” bersama Dr. Benny Tjahjono, M.Sc. ( Crandfield University UK )

Dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional 2017,  Jumat 5 Mei 2017, jurusan Teknik  Industri  STTS,  menyelenggarakan  acara  bertajuk  “Pembelajaran  Kreatif  dan  Simulasi  Lean  Production System”. Tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini adalah meningkatkan kapabilitas  mahasiswa Jurusan Teknik Industri STTS dalam mengelola sistem produksi di industri manufaktur  modern.

Dalam acara yang dipandu oleh Dr. Benny Tjahjono, M.Sc, dosen dan peneliti senior dari Cranfield  University‐UK, mahasiswa jurusan Teknik Industri STTS akan dibekali pengetahuan dan keahlian  tentang Lean Production System yang akan sangat mereka butuhkan saat masuk ke dunia kerja,  khususnya  ketika  berhadapan  dengan  insinyur‐insinyur  dari  negara  lain  di  era  pasar  bebas,  termasuk MEA.

Sesuai skenario pembelajaran kreatif yang dirancang Benny Tjahjono –yang juga alumni STTS‐  tujuh belas mahasiswa jurusan Teknik Industri STTS dari berbagai semester membentuk  sebuah kelompok yang telah diatur sedemikian rupa secara melingkar agar dapat menjalankan  sebuah sistem produksi dalam industri manufaktur yang lean (ramping). Kegiatan ini menjadi  semakin menarik karena obyek yang digunakan justru mainan bongkar pasang (Lego) yang biasa  digunakan oleh anak‐anak. Metode pembelajaran yang “fun” ini, ternyata telah diterapkan di  banyak negara maju, tidak hanya di perguruan tinggi tapi juga di industri manufaktur besar. Lewat  proses  merakit  lego,  mahasiswa  akan  melihat  bagaimana  transportasi  material  di  pabrik,  keberadaan  stok  (inventory),  gerakan  (motion),  menunggu  (waiting),  over  processing,  over  production,  dan  cacat  pada  produk  (defect)  mempengaruhi  efektifitas  dan  efisiensi  sistem  produksi.

Kegiatan simulasi sistem produksi hasil kerjasama Jurusan Teknik Industri STTS, Kantor Urusan Internasional  STTS, dan Cranfield University‐UK ini ditonton langsung oleh puluhan mahasiswa dan dosen di sekitar area
kegiatan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang  bersifat observasional.

Acara dibuka dengan sambutan oleh bapak Tigor selaku Ketua Prodi Teknik Industri STTS

Setelah setiap mahasiswa Teknik Industri STTS telah mendapatkan perannya masing-masing barulah Mr. Benny (sapaan akrab) menjelaskan bagaimana permainan tersebut akan berjalan. Pertama-tama Mr. Benny menjelaskan peran dari Master Scheduler  yang berperan untuk memeritahukan jadwal perencaan produksi kepada bagian Machining. Machining memiliki peran untuk memproduksi barang setengah jadi yang nantinya akan didistribusikan kepada bagian Assembly untuk dirakit. Assembly berperan aktif dalam proses perakitan suatu produk yang dalam perakitannya harus sesuai dengan urutan perakitan yang benar. Setelah proses perakitan selesai (Assembly) proses selanjutnya adalah Heat Treatment yang merupakan proses terlama dalam kegiatan ini, Heat Treatment merupakan sebuah proses peng-ovenan suatu produk yang membutuhkan waktu sebanyak 80 detik. Proses Heat Treatment selesai, barulah produk tersebut dikirimkan ke bagian Quality Control (QC) yang memiliki tugas untuk meng-inspeksi suatu produk dengan standart yang telah ditetapkan dengan tujuan mencapai kualitas yang diharapkan. Setelah produk diseleksi oleh pihak Quality Contol dan produk tersebut telah masuk lolos, maka tahap selanjutnya adalah produk tersebut dikirimkan ke bagian Warehouse untuk nantinya dikirimkan ke Customer. Namun jika produk gagal lolos pada proses pengecekan kualitas, maka produk tersebut nantinya akan di kembalikan ke bagian Assembly untuk diproses kembali.

Ada juga peran yang lain diantaranya, Store yang bertugas sebagai supplier bahan baku yang menyediakan keperluan bahan baku kepada perusahaan. Ada juga Material Handling yang berperan sebagai penyalur material kepada beberapa divisi diantaranya Machining, Assembly, Heat Treatment, Warehouse, Store. Pada saat permainan dimulai, Factory Director berperan untuk mengecek dan mengatur jalannya produksi dari awal sampai akhir. Dan pada setiap akhir permainan, Accountant bertugas untuk menghitung berapa banyak data yang diperoleh antara lain: On Time, Late, Not Met, Work in Progress, Finish Good Inventory, Lead Time, dan juga Reject.

Permainan tersebut memiliki 4 babak, Pada babak pertama seluruh pemain bermain pada porsinya masing-masing dan ternyata hasil yang dicapai sangatlah jauh dari kata baik. Hal itu dikarenakan Standart Operating Procedure (SOP) yang kurang baik membuat pekerja kesulitan dalam mengerjakan pekerjaannya. Dan hal yang kedua adalah dari Batch Size yang terlalu besar menyebabkan persediaan gudang dengan permintaan customer mengalami collapse.

Pada Babak kedua dimulai dengan penggantian SOP yang lebih baik dan mengecilkan ukuran Batch, Hasil dari babak kedua mendapatkan hasil yang lumayan baik daripada pada babak pertama, Namun hal itu belum cukup, masih ada yang harus diperbaiki karena pada saat babak kedua berjalan banyak produk yang gagal lolos dalam tahap penyeleksian oleh QC.

Babak ketiga dimulai dengan menghapus peran QC dan diganti dengan istilah QA (Quality Assurance) dimana QA dapat menyeleksi sendiri produk tersebut baik atau layak lolos untuk proses selanjutnya. Dan hasil dari babak ketiga ini memang cukup signifikan namun ternyata masalah kembali muncul, yaitu pada bagian Heat Treatment, Kenapa? karena pada bagian Heat Treatment , oven yang digunakan hanya dapat berjalan ketika produk yang akan dioven berjumlah 8 dan juga waktu yang dibutukan sangat lama yaitu 80 detik.

Babak keempat dimulai dengan banyak penyesuaian, yang pertama adalah perubahan layout yang lebih baik guna mendekatnya proses satu ke proses yang lainnya. Lalu pemberian batas maximum sebuah proses untuk membatasi produksi suatu barang yang dapat mengakibatkan over stock atau over process. Dan juga penggantian mesin oven yang baru dimana oven dapat digunakan jika sudah ada dua produk yang akan dioven dan dengan waktu peng-ovenan sebesar 20 detik. Dan hasil dari babak keempat sangat baik, karena tidak ada barang yang tidak tepat waktu dan meminimalkan Work in Progress serta produk yang di reject.

  

Pada permainan ini menerapkan sistem produksi Just In Time dimana sistem tersebut telah diterapkan banyak perusaahan besar Jepang. Keunggulan dari sistem Just In Time adalah mengurangi kerugian akibat menimbun barang, mempermudah proses pengendalian produksi, memperkecil scrap yang terjadi dalam setiap proses. Sedangkan kelemahan dari sistem Just In Time adalah proses ini tidak efektif digunakan untuk memprouksi produk dengan varian yang begitu banyak karena nantinya akan merubah susunan layout yang telah dibuat, pada saat perusahaan menerima banyak permintaan akan sangat sulit untuk memenuhi permintaan tersebut.

Acara ditutup dengan foto bersama Mr. Benny, Bapak dan Ibu dosen Teknik Industri, dan Mahasiswa Teknik Indutsri STTS.

Selangkah Lagi Menuju Sarjana Teknik Industri

Tugas Akhir, kira-kira apa yang ada dipikiran anda kalo mendengar kata Tugas Akhir? sulit? revisi? atau yang lain? sebagai mahasiswa pasti tau

Tugas Akhir adalah karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa setiap program studi berdasarkan hasil penelitian suatu masalah yang dilakukan secara seksama dengan bimbingan dosen pembimbing. Tugas akhir merupakan salah satu persyaratan kelulusan mahasiswa. Tugas Akhir (TA) adalah salah satu mata kuliah (MK) wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana (S1) di Program Studi Teknik Industri STTS. TA bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam merancang, memperbaiki dan menginstalasi sistem integral dengan mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman mengenai disiplin ilmu Teknik Industri. berikut adalah cerita dari mahasiswa Teknik Industri STTS yang baru saja menyelesaikan Tugas Akhir

Annisaa Pristianti Waharni Putri dengan Dosen pembimbing Bapak S.Tigor B. Tambunan, S.T., M.M

“APPLICATION OF HIRARC METHOD ON THE PRODUCTION PROCESS OF ROCKY ROOFTILE AT PT. KAA MOJOKERTO” dengan tema K3

Mengapa mengambil tema K3? “karena K3 merupakan aspek terpenting pada suatu organisasi/perusahaan, dimana sistemnya harus menjadikan lingkungan dan kondisi kerja harus dibuat seaman dan senyaman mungkin demi kelangsungan hidup pekerja di tempat kerja”.

mengapa di PT. KKA? “karena PT. KKA merupakan perusahaan tempat saya melakukan Kerja Praktek selama bulan februari 2016. kala itu saya di utus perusahaan untuk melakukan analisa K3 di bagian produksi yang paling berbahaya yaitu proses produksi Genteng R yang di proses di Gudang 9. analisa saya lakukan secara singkat, yang mana analisa tersebut akan digunakan perusahaan sebagai wacana dalam memperbaiki kualitas kondisi kerja”.

Apa yang menyebabkan proses produksi Genteng R dikatakan paling berbahaya? “pada keseluruhan proses produksi (pembuatan hollow, atap, deck, truss, dll), Genteng R merupakan proses produksi genteng yang berkecimpung dengan bahan kimia diantaranya lem dan cat. Kondisi Gudang 9 yang penuh debu dan ventilasi yang kurang juga menambah ketidaknyamanan pekerja dalam melakukan pekerjaannya. Kemudian seluruh aktivitas kerja dilakukan secara menual dan pekerja tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) sesuai standar”.

Apa kesulitan membuat TA ? “kalau konsen sama rajin ngerjainnya ya 2-3 bulan selesai, Masalahnya penyakit mahasiswa semester tua yang bikin lama, sulitnya pas waktu disuruh desain autocad gudang 9, soalya lupa sama autocad”. kata kak annisaa

Giovan Jayanata dengan Dosen pembimbing Ibu Sri Rahayu, S.T., M.T.

“THE EFFECT OF IMPROVEMENT OF MATERIAL HANDLING FACILITY TO THE NUMBER OF WORKERS IN CV.AP SURABAYA”

Latar belakang : CV. AP, diduga mendapat permasalahan pada jumlah tenaga kerja yang kurang tepat pada divisi karyawan produksi. Dan juga adanya masalah tentang material handling produk jadi, dari mesin ke gudang penyimpanan. maka dari itu Metode analisis beban kerja akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pencatatan waktu (time study) serta penambahan Belt Conveyor System (Bulk Material Handling System) akan dilakukan guna memperbaiki masalah tersebut

kesimpulan : dari hasil yang didapat setelah melakukan analisa beban kerja, jumlah peerja optimal yang didapat :

Operator Produksi Lapangan : tetap 5 orang, operator  finishing : semula 15 orang, menjadi 24 orang. operator packaging : semula 9 orang, menjadi 6 orang.

sehingga total pekerja optimal dengan conveyor system layout kedua berjumlah 35 orang

apa kesulitan membuat TA? “tidak sulit kalo rajin” kata kak Giovan

Anse Rasmawati dengan Dosen pembimbing Ibu Sri Rahayu, S.T., M.T.

“EVALUATION AND IMPROVEMENT OF THE QUALITY PRODUCTION PROCESS 5 LITER JERRYCAN WITH THE APPROACH OF SIX SIGMA AND VALUE STREAM MANAGEMENT”

Mengapa memilih judul ini? “Berawal dari magang melihat banyaknya cacat produk pada gerigen 5 liter yang melebihi standar dari perusahaan yaitu 3%”.

kesimpulan : Critical to quality penyebab terjadinya defect pada jerigen 5 liter yaitu parting line kasar, body kotor, mulut tidak rata, tebal tipis, jerigen tidak jadi, dan tepos. Waste yang muncul yaitu Motion waste, inventory waste, waiting waste, overproduction waste dan defect waste. usulan perbaikan yang dapat mengurangi defect yaitu selalu melakukan inspeksi material afalan sebelumnya afalan dituang ke dalam wadah, operator teknik juga harus rutin dalam membersihkan mold, mengganti cutter yang digunakan selektor. Usulan perbaikan yang dapat mengurangi non value added activity yaitu membuat tabel untuk tiap jenis material agar dapat ditempel pada dinding menambahkan beberapa finishing otomatis pada mesin blowing yang sering ovrload.

susah gk ngerjain TA? “sebenernya tidak susah cuman harus rajin” kata kak Anse

 

itu tadi adalah penjelasan tentang Tugas Akhir dari Sarjana Teknik Industri STTS, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan dan ingat harus rajin dalam segala sesuatu, Sukses terus untuk mahasiswa Teknik Industri STTS yang sudah selesai menjalankan seminar Tugas Akhir.

 

Kunjungan ke PT. Yakult Indonesia

pada hari selasa 20 maret 2017 Mahasiswa Teknik Industri STTS kunjungan industri ke PT. Yakult Indonesia di Mojokerto

PT. Yakult Indonesia Persada berdiri sejak tahun 1990 di Indonesia, pada tahun 2013 PT. Yakult Indonesia mendirikan pabrik kedua di ngoro, Mojokerto

Bahan-bahan untuk membuat Yakult :

  1. BaktericaseiShirota Strain;
  2. Susububuk skim, yaitu susu sapi yang telah dihilangkan lemaknya (non fat milk). Digunakan sebagai media untuk pertumbuhan bakteri;
  3. Glukosa / gula yang terbuat dari sari pati singkong. Digunakan sebagai makanan untuk bakteri caseiShirota Strain;
  4. Sukrosa/ gula yang terbuat dari tebu (biasa disebut gula pasir). Digunakan sebagai pemanis.

berikut Mahasiswa Teknik Industri STTS diberi sambutan oleh PT. Yakult Indonesia

Proses pembuatan Yakult :

  1. Ruang Pembibitan (tempat perkembangbiakkan bakteri caseiShirota Strain)

Melarutkan campuran susu bubuk skim, glukosa, dan sukrosadengan air, laludiberibakteriL. casei dan bakteri akan berkembang biak pada suhu 37⁰C atau setara dengan suhu tubuh manusia.

  1. Ruang Kultur (Culture Room)

Campuran susu bubuk skim dan glukosa dari ruang pembibitan masuk kedalam ruang kultur untuk selanjutnya di fermentasi dalam tangki CT (Culture Tank) padasuhu 37⁰C dengan kapasitas tangki sebesar 18000 liter. Sedangkan untuk sukrosa yang telah menjadi sirup sebagai pemanis akan masuk kedalam tangki ST yang berkapasitas 32000 liter.

  1. Ruang Pembuatan Botol

Yakult memproduksi sendiri botol-botolnya sehingga botol-botol yang digunakan selalu baru, bersih, aman, dan bukan dari proses daur ulang. Botol Yakult terbuat dari Polystyrene Resin. Mesin yang digunakan untuk membuat botol Yakult bias memproduksi sekitar 11000 botol per jamnya.

  1. Tangki Penampung Botol

Setelah diproduksi, botol-botol Yakult akan masuk kedalam ruang penampung botol yang selanjutnya akan masuk kedalam proses pengisian. Tangki penampung ini kapasitasnya bias menampung hingga 555000 botol Yakult.

  1. Ruang Pengisian Yakult

Botol-botol yang sudah dibuat dan ditampung dalam tangki penampung akan memasuki ruang pengisian untuk diisi oleh minuman Yakult. Pertama-tama, botol akan diatur dengan mesin pengatur botol, lalu diberi label serta tanggal kadaluarsa, selanjutnya diisi dengan minuman Yakult yang telah terfermentasi. Setelah diisi, botol-botol Yakult akan langsung ditutup dengan menggunakan aluminium foil.Sebelum masuk kedalam ruang packaging, botol-botol Yakult akan dicek untuk memastikan bahwa kemasan tidak bocor dan tertutup dengan rapat. Pengecekan ini dilakukan secara manual.

  1. Ruang Packaging

Produk Yakult yang telah melewati proses pengisian dan pengecekan dibawa masuk kedalam ruang packaging. Satu kemasan malti berisikan 5 botol Yakult. Kemasan ini biasa dijumpai di toko-tokodan supermarket. Ada juga kemasan repack, dimana satu kemasan repack berikan 10 pack kemasan malti atau 50 botol Yakult.

  1. Cool Storage Room(RuangPendingin)

Botol-botol Yakult yang telah dikemas, dibawa masukkedalam ruang pendingin dimana suhunya mencapai 5⁰C.Suhu terbaik untuk menyimpan Yakult adalah 0⁰C – 10⁰C. Jika ditaruh di ruang terbuka, maka itu akan mengubah rasa khasdari Yakult.

Pendistribusian Yakult

Setelah dikemas dan dimasukkan kedalam ruang pendingin, produk Yakult akan segera dimasukkan kedalam mobil-mobil box untuk didistribusikan. Mobil box ini dilengkapi dengan pendingin untuk menjaga suhu dan cita rasa Yakult serta berkapasitas menampung 150.000 botol Yakult.

souvenir dari Teknik Industri STTS untuk PT. Yakult Indonesia yang diwakili ibu Pram Eliyah

PT. Yakult Indonesia

Yakult adalah minuman susu fermentasi skimmed milk dan gula dengan bakteri Lactobacillus casei. Karena L. casei Shirota dapat ditemui dalam sistem pencernaan, Yakult dipromosikan sebagai minuman yang baik untuk kesehatan. Pada tahun 1930 Dr.Minoru Shirota, seorang dokter lulusan Kyoto Imperial University-Jepang, berhasil menemukan bakteri asam laktat yang bermanfaat untuk menekan pertumbuhan bakteri merugikan yang hidup di dalam usus manusia. Bakteri ini kemudian dinamakan Lacobacillus casel Shirota strain.

Setiap tahapan proses produksi Yakult harus memenuhi standar internasional secara ketat dan higienis untuk menjamin kualitas produk dan proses produksi dilakukan dengan cara-cara yang ramah lingkungan. Untuk menghasilkan produk yang aman dengan kualotas terbaik, yakult Indonesia menerapkan proses produksi bedasarkan manajemen keamanan pangan sesuali standar ISO 22000:2005. Agar menjamin proses produksi serta penangan produk Yakult yang benar-benar higienis, Yakult menerapkan standar prosedur operasi yang dibakukan.

 Manfaat Yakult

            Lactobacillus casel Shirota strain yang terdapat dalam minuman Yakult memiliki manfaat untuk membantu:

  1. Menjaga keseimbangan mikroorganisme baik di dalam usus
  2. Menekan pertumbuhan bakteri merugikan
  3. Mengurangi racun dalam tubuh
  4. Mencegah gangguan percernaan seperti, sembelit atau diare
  5. Meningkat kualitas kekebalan tubuh

Untuk informasi lebih lanjutnya pada hari Selasa, 20 maret 2017 mahasiswa aktif Teknik Industri STTS akan melakukan agenda kunjungan ke pabrik Yakult.

Siemens Hibahkan Software Senilai Rp599 Miliar ke Perguruan Tinggi Teknik di Indonesia

Ilustrasi Siemens

Siemens menghibahkan software Product Lifecycle Management (PLM) senilai USD45 juta atau sekitar Rp599 Miliar ke Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS).

Bantuan itu memungkinkan mahasiswa STTS mengadopsi teknologi yang digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia yang mencakup industri, termasuk otomotif, aerospace, permesinan, pembuatan kapal (shipbuilding), elektronik berteknologi tinggi dan lainnya.

https://siemensplm.i.lithium.com/t5/image/serverpage/image-id/1845iF97E2AC77415DC62?v=v2

“Kami sangat senang bekerja sama dengan Siemens PLM Software untuk menyediakan teknologi terkemuka dalam industri yang bermanfaat bagi STTS,” kata (Tigor Tambunan Ketua Program Studi Teknik Industri, STTS).

Hibah Siemens itu mencakup portofolio Tecnomatix milik Siemens, software terkemuka untuk sektor digital manufacturing dan NX, solusi unggulan dari Siemens yang digunakan untuk keperluan desain, manufaktur dan teknik dengan bantuan komputer (CAD/CAM/CAE).

Hibah itu diberikan melalui GO PLM Siemens, sebuah program akademik yang menyediakan software PLM untuk sekolah-sekolah di berbagai jenjang.

“Hibah ini sangat bermanfaat bagi kami untuk melatih mahasiswa guna menghadapi dunia kerja di masa mendatang dengan menggunakan salah satu solusi software dengan desain teknik terbaik yang pernah ada,” ujarnya.

Dora Smith (Global Director, Academic Partner Program, Siemens PLM Software) mengatakan Siemens bekerjasama dengan institusi-institusi akademik terkemuka seperti STTS untuk memberdayakan generasi digital di masa mendatang. Proyek itu akan membantu mahasiswa mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam terkait dengan penerapan ilmu sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM).

“Hibah ini, memungkinkan STTS memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dengan menggunakan software dan teknologi serupa yang digunakan oleh produsen-produsen manufakturterkemuka, dalam mempersiapkan mereka untuk berkarir di bidang STEM,” ucapnya.

Sumber 1 , Sumber 2

Tugas Ergonomi “Rak Multifungsi”

Berikut beberapa video hasil karya mahasiswa Teknik Industri STTS, yang mengikuti mata kuliah Ergonomi (semester 3).

Di mata kuliah ini mahasiswa dibagi menjadi 4/5 orang per kelompok, dan tiap kelompok diharuskan mendesain ulang dan membuat rak yang ergonomis. Ada juga beberapa syarat produk seperti harus bisa di bongkar pasang, dan harus memiliki beberapa fungsi sekaligus/ Multifungsi.

Study Tour SMAK Gembala Baik Pontianak ke STTS Surabaya

Pada hari Rabu 7 Desember 2016, SMAK Gembala Baik Pontianak Kalimantan Barat, berkunjung ke STTS termasuk ke fasilitas-fasilitas yang ada di Jurusan Teknik Industri STTS.

smak-gembala-baik_3854

Sekitar 20 siswa-siswi diperkenalkan dengan beberapa fasilitas yang ada di Laboratorium Teknik Industri. Para siswa di ajarkan cara membuat pin, dan gantungan kunci acrylic dengan fasilitas Lab CAD/CAM dan Workshop Industri. Para siswa-siswi juga melihat beberapa karya mahasiswa Teknik Industri dari beberapa mata kuliah, seperti maket, rak-rak ergonomis, sistem hidrolis, dll.

smak-gembala-baik_1489

smak-gembala-baik_1736

screenshot_20161207-201046

 

Kunjungan Pabrik – Terminal Petikemas Surabaya

Pada hari senin 21 November 2016, sekitar 55 mahasiswa dan 2 dosen Teknik Industri STTS mengunjungi Terminal Petikemas Surabaya._mg_3783

PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bergerak di bidang penyediaan fasilitas terminal petikemas untuk perdagangan domestik maupun internasional bagi pelaku usaha di wilayah Indonesia Timur. TPS juga menyediakan jasa transportasi pengiriman barang secara efisien dan tepat waktu.
Saat ini TPS telah mengantongi ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan), OHSAS 18001 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja), ISO 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi), SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja – PP No. 50 Tahun 2012) dan ISPS Code (Kode Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan).

_mg_3809

Terminal Petikemas Surabaya ini melayani: layanan bongkar petikemas, layanan pemuatan petikemas, layanan penerimaan petikemas, dll.

20161121_10152520161121_101447